Menu

Akan ada kenaikan tarif KRL

Pada bulan Maret 2026 ada sebuah wacana yang digulirkan oleh PT. Kereta Api Commuter Indonesia (KCI) tentang potensi kenaikan tarif kereta rel listrik (KRL) Commuterline.
Wacana ini banyak dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo, ada juga yang mengkaitkannya dengan kondisi politik dimana sedang terjadi perang antara Amereika dan Israel melawan Iran, selain konflik Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung lama.

Tarif KRL Commuterline memang bisa dibilang cukup murah, karena penumpang akan dikenakan tarif sebesar Rp.3000 untuk 25 kilometer pertama dan tambahan Rp.1000 setiap kelipatan 10 kilometer berikutnya. Tentu saja tarif ini masih disubsidi oleh Pemerintah. Wacana kenaikan tarif yang digulirkan adalah sebesar Rp 500. Tetapi tidak dijelaskan apakah kenaikan ini akan dikenakan pada 25 kilometer pertama saja atau akan ditambahkan di keduanya, artinya kenaikan bisa menjadi Rp.1000 karena akan dikenakan dua kali. Tetapi itu semua masih belum diputuskan, dan sepertinya PT. KCI masih harus mengkaji angka terbaik selain memina ijin kepada Kementrian Perhubungan. Bisa jadi malah dipanggil rapat dengar pendapat dengan DPR-RI.

Apakah Murah
Apakah tarif KRL ini sudah murah?. Jika mengacu kepada pengalaman pribadi tariff KRL ini memang murah. Sebagai contoh tarif dari Stasiun Depok sampai dengan Stasiun Gondangdia adalah Rp.4000 Rupiah. Berbeda dengan tarif MRT Jakarta yang dibebankan kepada penggunanya, sebagai contoh tarif dari Stasiun Bundaran HI sampai dengan Stasiun Lebak Bulus adalah sebesar Rp.14.000
Banyak narasi yang menyebutkan karena MRT harus mengembalikan biaya pembangunannya yang cukup mahal dan operasional stasiunnya yang harus menggunakan AC pada stasiun subway.
Tetapi disatu sisi, Tarif MRT Jakarta bisa jauh lebih murah dan bahkan mengalahkan tarif KRL Commuterline. Caranya adalah menggunakan tariff integrasi dimana tarif terjauh sebear Rp.14.000 dapat diturunkan menjadi Rp.4000 saja dengan cara integrasi dengan Transjakarta atau LRT Jakarta.
Disini dapat dilihat dan diraskan dengan jelas, bagaimana pemerintah daerah yaitu Pemerintah Provinsi Jakarta hadir memberikan subsidi langsung kepada para pengguna transportasi umum.

Kembali ke KRL Commuterline, memang sudah sangat lama sekali tarifnya tidak pernah ada kenaikan sejak tahun 2015. Mengingat dengan semakin banyaknya penumpang dan perlunya melakukan investasi baru pembelian rangkaian KRL baru selain kenaikan biaya operasional (listrik, maintenance, gaji karyawan, pembangunan stasiun / fasilitas baru) maka menurut saya, tidak ada salahnya jika PT. KCI melakukan penyesuaian tarif. Hal ini untuk dapat menjaga kinerja perusahaan serta pelayanan dan membantu menjaga angka subsidi. Angkanya diusahkan tidak terlalu memberatkan pengguna setianya yang telah menyandarkan kegiatan kesehariannya dengan KRL Commuterline.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *