Theona diopname

Selasa 29 November 2005, Pagi; Theo bangun dan ngeluh perutnya sakit dan mau muntah.
Di cek suhunya, ternyata 37 derajat.
Pagi itu seperti biasa manusia kecil ini gak pernah diam, lari sana sini dan loncat-loncat, gak ada gejala sakit.

Siang itu gua minta ijin cepat pulang dari kantor, karena gua dengar khabar tetangga sebelah rumah ternyata masuk rumah sakit akibat Demam Berdarah.

Menjelang sore gua daftarin Theo dan Tressa ke dokter anaknya dapet nomer 5 dan 6, gak terlalu lama nunggu gua pikir.
Sebelum itu gua iseng aja mereksain darah Theo ke Lab…
Dia nangis gerung-gerung waktu diambil darahnya dari ujung jari, ngomel-ngomel juga ke gua karena dibohongin cuman mau diperiksa kukunya.. ha ha ha ada ada aja….

Hasil lab gak terlalu bagus, trombosit nya Theo ternyata cuman 143,000 dibawah normal 150,000. wah…. mulai Yellow Allert.

Baru diperiksa dokter jam 20:00, di test suhu ternyata sudah 38.3 derajat Celcius, padahal waktu mau berangkat suhunnya masih 37.5 derajat saja.

Dilihat dari gejalanya, Mual, Muntah, Radang Tenggorokan, Suhu Tubuh Tinggi dan Trombosit berkurang, akhirnya Theo di-suspect Demam Berdarah dan harus nginep.
Untung aja malam itu masih ada 1 kamar available, dan ternyata di rumah sakit tersebut sebagian besar pasiennya adalah Demam Berdarah.

Dipasang Infus adalah salah satu jalan tercepat untuk recovery Trombosit, dan harus 3 suster plus gua dan bokin gua yang meganggin agar infus terpasang dengan baik di tangan Theo, Dia berontak dan teriak-teriak, kasian juga tapi itu jalan terbaik saat itu.

Pagi harinya Trombosit nya melonjak ke angka 225,000…. wah kondisi yang baik ini.
Tetapi hari ketiga langsung drop ke 170,000 dan di hari keempat menjadi 161,000…
walah diatas normal, tetapi penurunan trombosit tetap harus diwaspadai….

Sementara itu si Theo merasa terganggu dengan infus yang menancap di tangan kanannya, sampai akhirnya jarum infusnya bengkok dan sebagian sudah lepas, pantesan anak gua teriak sakit di tangannya.
Gua gak bisa nyalahin rumah sakit, karena ya si Theo sendiri yang terlalu aktif sampek beberapa kali harus menseret-seret tiang infusnya keliling kamar.

\"Theo

Setelah diskusi dengan dokternya akhirnya sepakat melepas infus dan menggantikan dengan obat oral. Maksutnya supaya dia bisa istirahat dengan santai, tapi yang terjadi adalah si Theo semakin aktif lari sana-sini, beberapa kali gua harus ngejar dia keluar kamar karena kepengen main ayunan di halaman rumah sakit.

Di hari kelima setelah melepas infus, trombositnya ternyata meningkat menjadi 171,000; dan menurut dokter sudah boleh pulang tetapi tetap dalam pengawasan.

Dibilang pulang, dia langsung khabur dari rumah sakit menumpang mobil eyang nya, dasar anak kecil…
Sementara gua dan bokin tetap di Rumah Sakit mberesin barang-barang dan ngabisin jatah makan siang.

Related Posts

One thought on “Theona diopname

  1. sama pas vasant suspect DBD juga mbah, pas diinfus nangis gerung-gerung, gek infus-e copot-copot, tapi ya untung bukan dbd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *