Menu

Maling Sandal

Sebuah pesan di group Whatsapp perumahan tempatku tinggal menginformasikan bahwa security berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pencurian sandal di area masjid didalam komplek.
Sebuah sandal saja koq jadi rame ya. Bagi satuan security, tentu saja akan merasa gagal apabila ada khasus pencurian yang terjadi diwilayah jaganya.

Sandal
Iseng saja, saya tanyakan kepada salah seorang security yang kebetulan lewat depan rumah dan saya minta untuk menceritakan kronologinya.
Dia berkisah bahwa khasus pencurian ini bukan yang pertama kali dan sudah ada empat khasus. Saya bilang, itu khan cumak sandal, sambil membayangkan sandal swallow hijau yang sedang kupakai. Tetapi ternyata perkiraan saya salah mengenai sandal-sandal itu, para pencuri itu paham mana sandal yang murah dan sandal yang mahal. Menurut security, sandal yang terakhir dicuri bernilai sekitar Rp 800.000. Saya langsung terbayang HOKA Ora atau NIKE Calm. Dan ternyata benar, yang diincar adalah sandal-sandal seperti itu.
Pantas saja, securitynya cukup berapi-api saat bercerita tentang ini.

Pencuri
Security melanjutkan kisahnya, karena kebetulan dia yang terlibat langsung melakukan penangkapan. Para pelaku pencurian tersebut, ternyata anak-anak yang masih duduk di bangku SMP dan bahkan bersekolah di SMP swasta yang baik maupun SMP Negri unggulan. Untung saja, tidak ada anak-anak didalam perumahan yang terlibat di peristiwa ini, kalo ada saya tidak dapat membayangkan betapa malunya orang tua si anak tersebut (di sisi lain, populasi anak kecil di area kami sepertinya sudah sangat sedikit, mengingat sudah banyak warga yang sudah melewati usia pensiun dan sudah banyak yang memiliki cucu).
Anak-anak tersebut juga ternyata diberi iming-iming dari pelaku utamanya, yang juga masih duduk di bangku SMP. Mereka hanya diimingi voucher FreeFire jika bisa membawa sandal-sandal yang sudah ditarget. Karena memang mereka bukan berprofesi sebagai pencuri, maka sepertinya cukup mudah bagi satuan security perumahan untuk menginterogasi dari seorang tersangka yang tertangkap tangan. Seluruh ‘jaringan’ dan termasuk anak-anak lain yang terlibat dapat segera ditemukan.

Perdamaian
Singkat kata, security berhasil mengumpulkan semua pelaku termasuk barang bukti yang berjumlah empat pasang sandal dan disatukan di masjid di perumahan kami. Para orang tua mereka juga berhasil dihubungi dan dikumpulkan bersama meraka. Tentu saja para orang tua tersebut sangat kecewa dan bahkan ada yang sampai marah besar mengetahui kelakuan anaknya.
Mereka hanya diminta untuk mengembalikan sandal-sandal tersebut dan diminta minta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan ini lagi dimanapun tempatnya. Pihak kepolisian memang tidak dilibatkan dalam hal ini, karena lebih mengedepankan cara kekeluargaan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *