2

Maling Ayam vs Koruptor

Saat selesai membaca sebuah artikel di sini mengenai seorang pencuri ayam yang diganjar hukuman penjara 4 bulan, timbul pikiran saya untuk mebandingkannya dengan seorang koruptor yang mencuri uang milik siapa saja.

Apabila hukuman 4 bulan diberikan atas nilai barang yang dicuri dalam hal ini ayam serta potensi kerugian yang diderita korban pencurian, maka secara matematis dapat dibuat sebuah model perhitungannya.

Harga 1 ekor ayam di kandang adalah Rp. 13.000,-
Potensi keuntungan per ekor dari pemilik ayam Rp. 5.000,-
Kerusakan kandang karena ulah pencuri Rp. 50.000,-
Biaya ngejar pencuri plus uang bensin untuk mobil patroli kira-kira Rp. 100.000,-

Totalnya adalah Rp. 168.000,- dan si pencuri diganjar hukuman 4 bulan penjara.
Atau rata-rata nilai hukuman perhari adalah Rp. 1.400,-

Koruptor

Berdasarkan rata-rata hukuman untuk setiap Rupiah yang dicuri/digelapkan, mestinya seorang kouptor dihukum penjara sesuai tabel berikut:

Total dicuri (Rp) Hukuman (Hari) Hukuman (Tahun) 100.000.000 71.429 196 500.000.000 357.143 978 1.000.000.000 714.286 1.957 2.000.000.000 1.428.571 3.914 3.000.000.000 2.142.857 5.871 4.000.000.000 2.857.143 7.828 5.000.000.000 3.571.429 9.785 6.000.000.000 4.285.714 11.742 7.000.000.000 5.000.000 13.699 8.000.000.000 5.714.286 15.656 9.000.000.000 6.428.571 17.613 10.000.000.000 7.142.857 19.569

Kenyataannya tidak seperti tabel diatas terhadap hukuman yang diberikan kepada orang-orang yang telah merugikan ini. Hukuman dan denda yang diberikan terkesan tidak adil dan setiap tahun mereka mendapatkan remisi pengurangan hukuman dari negara atas nama kemanusiaan dan keadilan.

Tetapi yang jelas, keduanya baik maling ayam maupun koruptor adalah sama-sama pencuri yang merugikan orang lain dan layak dihukum

Hedwigus

2 Comments

  1. mungkin karena berat hukuman tidak berjalan secara linear, tapi logaritmik 😛

Tinggalkan pesan kamu