{"id":70,"date":"2007-08-14T23:16:44","date_gmt":"2007-08-14T23:16:44","guid":{"rendered":"http:\/\/www.hedwigus.com\/?p=70"},"modified":"2007-08-14T23:16:44","modified_gmt":"2007-08-14T23:16:44","slug":"busway-koridor-iii","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/2007\/08\/14\/busway-koridor-iii\/","title":{"rendered":"Busway Koridor III"},"content":{"rendered":"<p><em><strong>\\&#8221;B<\/strong>ang ! santai aja !!<\/em>\\&#8221; teriak penjaga pintu (<em>kondektur<\/em>, <em>kernet<\/em>) busway koridor III saat hampir terjerembab saat gua dorong.<br \/>\nYa tentu saja gua dorong, karena sudah 30 menit nunggu dan ada 3 bus yang kosong dan hanya lewat saja di halte Pademangan, Grogol.<\/p>\n<p><em>\\&#8221;Kenapa Lu? Ngapain teriak-teriak gitu ?\\&#8221; <\/em>Gua tanya dengan santai sambil mencoba tidak terbawa emosi.<br \/>\n<em>\\&#8221;Jangan dorong gitu dong\\&#8221; <\/em>Si kernet coba menjawab.<br \/>\n<em>\\&#8221;Mas kernet yang baik, gua sudah 30 menit nunggu, terus ada 3 bus kosong melompong yang gak mau berhenti, penumpang saja antri sampek ke tangga masuk halte. Terus elu minta gua nunggu lagi ?\\&#8221;<\/em> gua coba ngeles.<\/p>\n<p>Si kernet tampak bingung harus menjawab apa, dia tampaknya sudah menyerah.<br \/>\n<em>\\&#8221;ya sudah abang yang pinter, saya yang bodoh\\&#8221;<\/em> Si kernet tiba-tiba menyerah.<br \/>\n<em>\\&#8221;Nah gitu dong, ngaku. Mangkannya lain kali kalo bus masih lowong masukin yang banyak saja. Toh ini halte terakhir dan semua bakalan turun di Harmoni\\&#8221; <\/em>Gua mencoba menekan mentalnya.<\/p>\n<blockquote><p>Gua sengaja enggak pindah dari hadapan sang kondektur, padahal sore itu busway koridor III yang gua tumpangi masih cukup lowong.<\/p><\/blockquote>\n<p>Tiba di Tomang, kejadian di jalur busway makin parah lagi. Jalur dari harmoni ke arah tomang sudah penuh diisi oleh mobil pribadi (ini akibat kecerdasan Pak Polantas dan Pak Dishub yang diatas rata-rata <span style=\\\"text-decoration: line-through;\\\">monyet<\/span>). Akibatnya seluruh busway dari arah harmoni mengambil jatah jalur busway arah sebaliknya (istilah di kereta api adalah menggunakan spoor salah).<br \/>\nUjung-ujungnya busway yang gua tumpangi harus berbaur dengan jalur reguler dengan bonus macet total.<\/p>\n<p>Gua rada heran saja dengan pola pengaturan busway oleh trans jakarta. Mengapa mereka tidak mau mengikuti polanya PT.Kereta Api (persero) dalam mengatur perjalan kereta api yang menggunakan 1 jalur.<\/p>\n<p>Pada ruas padat, sehingga busway harus tertahan oleh kendaraan pribadi, bajaj, angkot, metromini, PPD dan sepeda motor. Sebaiknya diterapkan sistem persilangan dengan pengaturan perjalanan secara bergantian.<br \/>\nTidak perlu pake sistem signal seperti di kereta api. Cukup pake radio yang ada di bus dan para petugas di lapangan.<\/p>\n<p style=\\\"text-align:center;\\\"><img src=\\\"http:\/\/hedwigus.wordpress.com\/files\/2007\/08\/buswayalaka.gif\\\" alt=\\\"penerapan pengaturan ala kereta api untuk\u00a0busway\\\" \/><\/p>\n<blockquote><p><span style=\\\"color: #993300;\\\">Gua yakin sistem silangan seperti model kereta api, akan lebih efektif bagi perjalanan busway dengan jalur-jalur yang sering diserobot oleh kendaraan non busway.<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p>Untung saja, KRL Depex jam 18:56 yang berangkat dari Station Jakarta Kota, sedikit terlambat. Jadi gua masih bisa pulang ke Depok dengan cukup nyaman.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\\&#8221;Bang ! santai aja !!\\&#8221; teriak penjaga pintu (kondektur, kernet) busway koridor III saat hampir terjerembab saat gua dorong. Ya tentu saja gua dorong, karena sudah 30 menit nunggu dan ada 3 bus yang kosong dan hanya lewat saja di halte Pademangan, Grogol. \\&#8221;Kenapa Lu? Ngapain teriak-teriak gitu ?\\&#8221; Gua tanya dengan santai sambil mencoba [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-70","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","travel-monster-post","no-post-thumbnail","latest_post"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}