{"id":594,"date":"2009-01-09T11:21:46","date_gmt":"2009-01-09T04:21:46","guid":{"rendered":"http:\/\/www.hedwigus.com\/?p=594"},"modified":"2009-01-09T11:21:46","modified_gmt":"2009-01-09T04:21:46","slug":"palm-pre","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/2009\/01\/09\/palm-pre\/","title":{"rendered":"Palm Pre\u2122 pendatang lama tapi baru"},"content":{"rendered":"<p><img class=\\\"alignleft\\\" src=\\\"http:\/\/www.ota-jones.net\/hw\/images_hardware\/pda_palm_III.jpg\\\" alt=\\\"\\\" width=\\\"220\\\" height=\\\"220\\\" \/>Sekitar akhir tahun 90an, saya pernah menggunakan sebuah gadget yang pada saat itu sudah cukup canggih dan tidak semua orang memilikinya, Palm III.<br \/>\nSaat itu gadget ini hanya dapat mencatat schedule dan note serta bermain game yang masih sangat jarang, yang saya ingat hanya satu game, yaitu space invaders form Palm. Untuk online ke jaringan internet, Palm III saat itu harus disambungkan ke docking yang dihubung secara serial ke desktop yang memiliki sambungan internet.<br \/>\nTidak praktis memang, tetapi sekali lagi, di masa itu, Palm III adalah salah satu gadget yang canggih walau tidak dapat digunakan untuk menelpon ke jaringan GSM atau AMPS.<\/p>\n<p>Hari ini, setelah 10 tahun berselang, saya mulai kembali mendengar nama Palm diantara gencarnya serbuan smartphone canggih di industri telekomunikasi. Palm telah mengeluarkan seri terbarunya yang disebut Palm Pre\u2122.<!--more--><strong><\/strong><\/p>\n<p><strong>Palm Pre\u2122<\/strong><\/p>\n<p>Sepertinya para pecinta Palm cukup sabar menunggu seri smartphone teranyar ini. Palm Pre\u2122 diciptakan untuk menerima tantangan smartphone di Industri ini.<br \/>\nGadget ini menggunakan generasi terbaru dari system operasi Palm, yaitu Palm Web OS, sebuah operating system yang memadukan kehandalan sebuah smartphone dengan kekuatan akses ke aplikasi-aplikasi populer di Internet. Buat saya ini adalah salah satu pesaing Android buatan Google.<br \/>\nAda satu lagi yang menarik, dengan Palm Web OS, kita dapat melakukan modifikasi tampilan dengan hanya menambahkan file CSS saja.<\/p>\n<p><a href=\\\"http:\/\/www.blogcdn.com\/www.engadget.com\/media\/2009\/01\/palm-pre-rm-ces-main-600.jpg\\\"><img class=\\\"aligncenter\\\" src=\\\"http:\/\/www.blogcdn.com\/www.engadget.com\/media\/2009\/01\/palm-pre-rm-ces-main-600.jpg\\\" alt=\\\"\\\" width=\\\"547\\\" height=\\\"328\\\" \/><\/a><\/p>\n<p>Seperti layaknya smartphone terkini, Palm Pre\u2122 mengusung teknologi touch screen di layar 3.1 Inch dengan resolusi 320 x 480 pixels. Teknologi toucscreennya pun mendukung multi-touch sehingga memudahkan dalam melakukan navigasi ke menu dan aplikasi yang ada.<\/p>\n<blockquote><p>Sepertinya hanya Nokia yang harus ketinggalan dengan teknologi multi-touch di layar sentuhnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Untuk memudahkan pengguna, Palm Pre\u2122 dilengkapi dengan full QWERTY slide keyboard yang tersembunyi di belakang. Palm sepertinya tidak ingin mengorbankan ukuran layar dengan menempatkan slide keyboard yang akhirnya membuat gadget ini menjadi sedikit tebal. Selain itu virtual keyboard tetap dapat digunakan melalui layar sentuhnya.<\/p>\n<p>Karena diluncurkan pertama kali di Amerika Serikat, Palm Pre\u2122 sudah mendukung jaringan EV-DO rev. A, mungkin nanti akan diikuti dengan seri yang mendukung HSDPA sehingga dapat dipakai juga di jaringan GSM.<br \/>\nSelain itu, gadget ini juga mendukung WiFi 802.11b\/g yang memudahkan pengguna untuk mengakses internet melalui jaringan hotspot yang banyak terdapat dimana-mana saat ini.<br \/>\nGPS sepertinya menjadi sebuah tools standart di smartphone modern. Kamera 3 megapixel, Bluetooth dengan A2DP serta memory sebesar 8GB tampaknya biasa saja.<br \/>\nYang menarik dari Palm Pre\u2122 adalah fasilitas wireless charging. Sebuah inovasi baru dari Palm dengan perangkat tambahan Palm Touchtone Charging Dock dan Palm Pre Backcover for Touchtone.<\/p>\n<p><strong>Aplikasi<\/strong><\/p>\n<p><strong><a href=\\\"http:\/\/www.palm.com\/us\/assets\/images\/products\/phones\/detail\/pre\/gallery\/WebCardView02.jpg\\\"><img class=\\\"aligncenter\\\" src=\\\"http:\/\/www.palm.com\/us\/assets\/images\/products\/phones\/detail\/pre\/gallery\/WebCardView02.jpg\\\" alt=\\\"\\\" width=\\\"253\\\" height=\\\"380\\\" \/><\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p>Palm Pre\u2122 memiliki kemampuan untuk menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan, dan navigasi yang dirancang memudahkan penggunanya untuk berpindah dari aplikasi yang satu ke aplikasi yang lain. Aplikasi yang sedang berjalan dapat digeser-geser melalui layar sentuhya.<br \/>\nPengguna juga dapat memadukan Outlook, Google dan Facebook kedalam sebuah single deck sehingga dapat dengan mudah memantau ketiganya sekaligus.<\/p>\n<p>Instant Messaging sebagai sebuah tools yang populer di kalangan pengguna smartphone juga tersedia dengan fasilitas multiple messaging.<\/p>\n<p>Singkatnya Palm Pre\u2122 memang diciptakan untuk kenyamanan orang berkomunikasi baik melalui jaringan operator selular maupun melalui aplikasi IM dan Social Network di jaringan internet.<\/p>\n<p>Palm Pre\u2122 akan direleasi pertengahan 2009 pertama kali di Amerika Serikat melalui jaringan Sprint.<\/p>\n<p><em>gambar milik <a class=\\\"wp-caption\\\" href=\\\"http:\/\/www.palm.com\\\" target=\\\"_blank\\\">www.palm.com<\/a> dan <a class=\\\"wp-caption\\\" href=\\\"http:\/\/www.engadget.com\\\" target=\\\"_blank\\\">www.engadget.com<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekitar akhir tahun 90an, saya pernah menggunakan sebuah gadget yang pada saat itu sudah cukup canggih dan tidak semua orang memilikinya, Palm III. Saat itu gadget ini hanya dapat mencatat schedule dan note serta bermain game yang masih sangat jarang, yang saya ingat hanya satu game, yaitu space invaders form Palm. Untuk online ke jaringan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-594","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","travel-monster-post","no-post-thumbnail","latest_post"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/594","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=594"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/594\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hedwigus.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}