4

Aneka Ria Pesan Singkat

Pagi hari handphone berbunyi menandakan ada sebuah pesan (SMS) yang masuk, dari sebuah nomor yang tidak terdaftar di phone book berbunyi sebuah pesan “Mulai hr ini no hp sy ganti sama no ini, trims“. Sambil bawa handuk menuju tempat tongkrongan di kamar mandi, saya ketawa-tawa sendiri membaca pesan ini.

Menerima pesan singkat yang aneh seperti itu cukup sering terjadi kepada saya. Saya juga kurang mengerti apakah saya dianggap selalu mengerti dengan setiap pesan yang masuk atau ada hal lain. Yang jelas, setelah menerima pesan itu saya akhirnya harus mencari tahu siapa yang mengirim pesan untuk segera mendaftarkan nomor dia di phone book.

Sebagai seorang railfans, saya juga cukup sering menerima SMS yang mengabarkan kejadian-kejadian seputar kereta api, dan lagi-lagi dari nomor-nomor yang tidak teregister di phone book saya serta tidak menyertakan nama pengirim. Ini salah satu contohnya: “Tau Gk aD Loko tp D’julukin Loko Donal Bebek. Soalnya K’ca K’binnya Gde Bngtz“.
Sebuah Pesan yang ingin memberitahukan saya bahwa ada lokomotif CC201 yang karena kecelakaan dan saat restorasi harus kehilangan satu buah meja pelayanan (dashboard), dan agar sang masinis dapat mengemudi dengan mudah, jendela di short hood dibesarkan. Sehingga jika dilihat dari depan persis si Donald Duck.

SMS Ucapan selamat dengan si pengirim tidak teregister dan tanpa menyebutkan nama juga menjadi salah satu koleksi di handphone saya, salah satunya, “Ketupat udah dipotong, Opor udah dibikin, Nastar udah dimeja, kacang udah digarim, Ga’ afdhol kalo ga’ ngucapin ‘MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN’“, yang langsung ta balas, sama-sama.

Selain SMS tanpa nama dengan nomor tidak terdaftar, saya juga kerap dibingungkan dengan SMS-SMS yang terpaksa saya gunakan untuk membuat laporan.
Beberapa saat yang lalu, saya memiliki seorang business partner. Lucunya dia itu sangat susah di telpon dan tidak pernah menjawab email, salah satu harapan saya adalah dengan menggunakan SMS, yang saya anggap akan selalu dilihat oleh beliau.
Saya mengirimkan update progress report melalui SMS. Seperti email dan telepon, SMS juga jarang dijawab. Karena asumsi saya dia melihat, maka saya selalu menganggap SMS nya sampek ke handphonenya.
Suatu kali, saya mengupdate beberapa progress sekaligus dan menanyakan action berikut yang harus dijalankan, semuanya saya kirim dalam beberapa SMS. Dan jawabannya cuman satu aja, yaitu OK!. Yang akhirnya membuat saya semakin bingung.

SMS membuat kita menemukan sisi lain dalam berkomunikasi. Kadang kita mengirim SMS karena malas berbicara atau bahkan takut. Tapi sebagai sebuah text ternyata SMS dapat menyimpan banyak makna dan banyak kebingungan seperti yang saya alami, jadi please call me aja. Atau kalo gak mau rugi, missed call aja, soale saat blog ini ditulis, ada 136 SMS yang belum saya baca di handphone saya.


Mau bantu baca ?

Hedwigus

4 Comments

  1. mbaca paragraf pertama langsung ngakak..saya pernah pengalaman juga hahahahahhahha..emang tu orang siapa? kok gak ada sygnaturnya hahhaha

  2. khan henponnya canggih tuh,
    colok aja ke komputer, (pake s/w nya)
    baca deh sms nya, (ngga dibaca juga ga pa pa, backup langsung :P)

Leave a Reply to iin Cancel reply