Home > Human Interest > WC Umum, Profit Oriented vs Services

WC Umum, Profit Oriented vs Services

Januari 14th, 2008

Sebanarnya kejadian peristiwa ini terjadi saat liburan cuti bersama akhir tahun 2007 lalu, sebuah pengalaman yang menurutku biasa saja, sampai akhirnya pada hari Minggu, 13 Januari 2008 lalu, harian Kompas menurunkan tulisan tentang WC Umum

Siapa yang tidak membutuhkan WC, semua orang pasti akan mengalami keadaan ‘darurat‘ sehingga memerlukan WC, dan saat berada di ruang publik yang ada hanya WC Umum. Bahasan tentang WC Umum yang bersih sampek paling kotor pasti sudah sangat sering dibaca, saya coba menceritakan sebuah pengalaman yang menurut saya lucu mengenai sebuah WC Umum di sebuah Mall yang megah di kota Bandung.

Bandung Super Mall, bagi saya ini adalah tempat yang cukup menarik, karena dapat membawa anak-anak ke sana untuk bermain di permainan anak-anak, sementara saya dapat jalan-jalan cuci mata di sepanjang Mall.
Karena kebanyakan minum, akhirnya saya mengalami juga keadaan  ‘darurat‘ dan segera harus ke UGD WC. Sign board yang menunjukan arah ke WC Umum cukup mudah ditemui dan dilihat.

Memasuki area WC Umum saya melihat ada yang menurut saya cukup handal, sebuah meja lengkap dengan seorang penjaga pria berseragam hitam menunggu di pintu masuk WC. Sekilas saya lihat di atas meja terdapat satu tumpuk tiket ‘retribusi’ penggunaan WC Umum.
Masuk ke dalam WC Umum, suasananya juga cukup bagus dan jauh dari kesan jorok, tentu saja ini Mall yang megah, dan dengan anchor tenant yang disukai kaum kelas atas.

Suasana WC Umum di Bandung Super Mall

Setelah selesai mengemban tugas negara mengeluarkan benda cair dari dalam tubuh (baca: pipis), di pintu keluar, saya diminta dengan cukup ramah cenderung keras oleh sang penjaga untuk membayar retribusi pipis sebesar 1000 Rupiah.
Sambil mengeluarkan uang dari kantong, saya coba tanya dengan sang penjaga:
H: Mas, mosok mall sekeren ini, kencing saja harus bayar.
P: Wah, ini sudah kebijakan manajemen Pak. Lagipula kupon ini nanti akan diundi dan akan ada hadianya sebuah televisi berwarna.
H: Wah hebat ya mas

Dulu, kita sering melihat iklan kirim SMS sebanyak-banyaknya dan hadiah rebut hadiah sepeda motor, di dalam sebuah iklan reality show di televisi yang dilengkapi dengan layanan SMS Premium. Saat ini mungkin Bandung Super Mall dapat membuat iklan, “pipis terus dan rebut hadiah televisi berwarna 14 inch“.

Sambil menunggu anak-anak yang tidak mau keluar dari arena permainan, saya kembali duduk di sebuah food-court. Di dalam hati saya berpikir, sebuah mall yang memiliki target pengunjung A-B (kelas menengah ke atas) masih membuat profit-center dari sebuah WC Umum. Saya terus terang tidak menemukan hal serupa di Plasa Senayan, Pondok Indah Mall, Senayan City, bahkan Gambir sekalipun. Bagi tempat-tempat tersebut, WC Umum adalah services yang artinya harus disediakan serta dirawat untuk mendukung kenyamanan para pengunjungnya dan yang jelas akan menjadi salah satu cost-center.

tiket pipis di Bandung Super Mall

Buang air kecil memang dapat memberikan pendapatan tersendiri dari. Tetapi sebagai sebuah services, WC umum menurut saya dapat menjadi sebuah faktor pembeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Jika Bandung Super Mall mengharuskan pengunjung mall untuk membayar setiap buang air apa saja, apa bedanya dengan terminal bus Leuwi panjang.

Mungkin saja lebih dari 50% pengunjung Bandung Super Mall malah belum pernah menginjakan kaki di terminal Leuwipanjang, termasuk saya.

Anak-anak masih keukeuh gak mau keluar karena masih mau naik carousel. Dan saya kembali telah menghabiskan satu botol air mineral dan sebentar lagi bersiap-siap untuk kembali pipis. Mudah-mudahan dapat televisi.

Bandung, 23-Desember-2007

Related posts:

#1: Perpustakaan Umum Jakarta Barat
  •   Sebenarnya sudah lebih dari lima bulan ini saya beraktifitas di...
  • #2: Perpustakaan Umum Jakarta Barat
  •   Menyambung tulisan sebelumnya #1: Perpustakaan Umum Jakarta Barat. Tangga naik...
  • 3G Services without 3G Signal
  •   Setelah sekian lama berlangganan paket unlimited GPRS dari XL, sampai...
  • Cipularang Toll Road
  •    Akhirnya gua sempet juga ngerasain tol Cipularang. Mumpung ada...
  • Apakah masih perlu membayar untuk sebuah ringtone
  •   Jika melihat iklan di majalah atau harian yang menawarkan mendownload...
  • Human Interest , , ,

    1. Januari 14th, 2008 at 09:34 | #1

      “Seringlah pipis! dan dapatkan TV berwarna!”
      hehhe :D

    2. Januari 14th, 2008 at 10:45 | #2

      Itu namanya mencari kesempatan dalam kesempitan. Cari keuntungan dalam kebutuhan..

      *menghela nafas..
      Indonesia..

    3. Januari 15th, 2008 at 09:24 | #3

      ngomong2 tentang pipis dan BAB, saya gak siba menahan. dimulai dara saat SD dulu pernah nekat masuk bioskop cuma karena kebelet eek. Sampai belum lama ini, nekad berhenti di kali pinggir jalan karena juga kebeled eek

    4. Ahmad dimyani
      Februari 1st, 2008 at 07:42 | #4

      wc / toilet umum bayar
      komoditas baru mesin pencetak uang
      heran nya hampir diseluruh pasilitas umum ke toilet harus bayar baik milik pemerintah atau swasta sperti bsm.
      padahal pajak dan restribusi kita bayar setiap kita masuk.baik terminal, stasiun , bandara dll
      jadi buat apa itu semua….

    1. No trackbacks yet.