Toss Photography, seru, tetapi hati-hati rusak!
Sedang googling tiba-tiba melihat sebuah artikel tentang toss photography atau ada yang menyebutnya dengan camera toss.
Sebuah teknik memotret dengan cara melempar kamera ke atas kemudian ditangkap lagi (kalo enggak ditangkap yang pasti kameranya langsung jebol jatuh ke aspal).
Teknik ini sebenarnya gampang-gampang sulit, gampang dalam arti tinggal menset kecepatan rana diatas 100 dan membuka diafragma antara 4.0 - 5.6 dan set focus ke ~, berikutnya set delay shutter menjadi 3 detik (ada beberapa kamera yang memiliki delay shutter default selama 10 detik). Setelah itu lembar kamera ke atas dan “cekrek’ toss photography sukses dilakukan.
Susahnya cuman satu, yaitu kita tidak pernah dapat mengontrol ke arah mana kamera akan memotret. Perlu dicoba berulang kali sampai diperoleh hasil yang menurut kita bagus.

Gua mencoba teknik ini di halaman rumah, karena di situ ditumbuhi rumput, alasannya jika kamera gagal tertangkap masih dapat tertahan rerumputan dan tidak hancur berantakan.
Seorang satpam yang melihat aktivitas gua sempat senyum-senyum tetapi enggak berani tanya.
Agar aman, motretnya siang-siang dengan intensitas cahaya yang tinggi, harapannya agar hasilnya terang dan pergerakan kamera dapat diikuti oleh mata sehingga mudah menangkapnya.
Bisa dibayangkan jika melakukan camera toss pada malam hari terus mata kena cahaya lampu blitz hasilnya pasti susah nangkep kameranya (mau coba, silahkan).
Sebuah teknik yang asik, perlu dicoba untuk photo bersama, jika hanya dipotret dari depan sudah biasa, tetapi dipotret dengan teknik camera toss pasti seru banget.
Berani mencoba ?

Related posts:






heuheuheu .. serem
gue punya canon pocket a75 disayang sayang, nggak berani dilempar lempar
Berani dipotret ala toss..tapi harus pake kameranya om Hedwig
mau nyoba,, om pinjem kameranya yah om,,,
Kalau bawahnya dikasih kasur mungkin kali ya om.
hehe
Wah sayang om.. punya kamera berkat kreditan je…….
pake kamera hape gue bisa tuh