8

Tilt-Shift Photography

Kebiasaan saya motret kereta api kadang mengalami kebosanan, yang utama karena angle yang diperoleh tidak terlalu beragam. Jika tidak dari depan, dari samping atau dari belakang. Sedikit saya memperoleh photo aerial karena lokasi yang cocok sudah tidak ada lagi.

Dulu pernah berkantor di lantai 26 persis di pinggir jalan kereta api, jadi sempat punya koleksi aerial.

Karena aerial photography ini, akhirnya membawa saya kepada sebuah teknik photography yang disebut dengan Tilt-Shifting Photography.
Teknik Tilt-Shifting dalam photography adalah menggunakan lensa yang didesain khusus. Lensa jenis ini bisa digeser ke kiri kanan (tilt) atau atas bawah (shift) sehingga menjadi tidak linier lagi. Tujuan utama dalam teknik ini adalah untuk mendapatkan ruang tajam yang sempit.
Selain itu, dengan menggunakan shift lense, kita dapat menghindari effek perspektif, atau istilahnya Perspective Correction.

Dengan ruang tajam yang sempit dipadu dengan photo aerial, maka dapat diperoleh hasil gambar seperti sebuah miniatur. Tentu saja ini sangat menarik, setidaknya untuk saya.

Lensa-lensa jenis ini sudah tentu berharga sangat mahal (setidaknya untuk ukuran saya). Saat ini dengan merajalelanya kamera digital, mulai dari pocket sampai dengan SLR bahkan kamera built-in di cellphone, kita ternyata tetap dapat mendapatkan hasil photo tilt-shift dengan sedikit olah digital dan mungkin hampir menyamai dengan versi aslinya.
Saya menggunakan software Photoshop untuk melakukan ini semua.

Tilt-Shifting using Photoshop

Untuk ujicoba teknik ini, saya menggunakan photo yang ambil di atas jalan tol Jakarta-Merak dengan menggunakan kamera dari handphone Nokia E51.

Tilt-Shifting Original Picture

Walau angle masih kurang tinggi, tapi sepertinya cukup untuk mencoba membuat teknik ini.

Pertama kali yang harus dilakukan adalah menggunakan tools Edit in Quick Mask Mode atau dengan menekan tombol shortcut huruf Q di keyboard.
Selanjutnya adalah menggunakan tools Gradient atau shortcut huruf G. Pilih menu Reflected Gradient dari icon yang disediakan di bagian atas (icon ke empat dari kiri di tools Gradient).

Tilt-Shift Learning 01

Tools Gradient ini adalah untuk membantu memilih lokasi mana yang akan dijadikan ruang tajam, dalam contoh diwakili dengan warna merah. Semakin panjang garis gradient ditarik, maka ruang tajam akan semakin lebar, sebaliknya semakin pendek garis gradient maka ruang tajam semakin sempit.

Tilt-Shifting 002

Dari langkah ini sudah hampir terlihat ruang tajam buatan yang cukup sempit. Mobil-mobil yang ada sudah tampak seperti mainan model dalam sebuah diorama.
Langkah berikutnya adalah mengatur hue/saturartion (CTRL + U) untuk mendapatkan gambar dengan warna-warna yang cerah seperti mainan.

Tilt-Shifting after hue/saturation adjustment

Saya mengatur saturation dengan nilai +46 dan meninggalkan pengaturan hue dan lightness dengan angka 0. Dari gambar ini juga sudah mulai terlihat warna-warna cerah keluar dari mobil-mobil tersebut.

Langkah terakhir adalah mengatur image curves (CTRL + M) untuk membuat gambar menjadi seperti sebuah miniatur secara natural. Ukurannya adalah tergantung selera masing-masing sampai diperoleh gambar seperti yang diinginkan.

Image Curves for Tilt-Shift Photography

Dan hasil yang diperoleh adalah seperti berikut ini.

Tilt-Shift Final Picture

Hasil setiap editing mungkin akan berbeda-beda tergantung keinginan masing-masing.

Untuk mencari informasi di internet dapat menggunakan keyword tilt-shifting di menu pencarian Google.

Dan dibawah ini beberapa contoh digital tilt-shifting yang diambil dari situs wired.com

Hedwigus

8 Comments

  1. cuman pake photoshop? bisa ya ternyata bikin kek gitu.
    menarik juga nih. thx infonya.

    “Jika tidak dari depan, dari samping atau dari belakang” …hmm dari bawah belum pernah kan mas,kekekek.

    salam kenal

  2. asli keren… jadi kepengen coba juga sih.
    saya jadi kepikiran sama model gambar makanan yg ada di majalah kuliner, bingung juga kenapa latar belakangnya bisa buram, jgn2 pake teknik ini juga. hmm…..

    Hedwig?: Bisa jadi menggunakan teknik yang sama. Tapi biasanya para photographernya menggunakan macro lense untuk motrek makanan / product.

  3. O ternyata pake photoshop bisa tho mas, pantesan saya ngeliat di webnya orang luar keren banget, kayaknya saya harus turun praktek lagi nih..hehe.