Tarif Listrik Naik

Golongan Tarif

Rata-Rata Nasional

Batas Maksimum

R1 – TR (s.d 450 VA)

75 kWn

60 kWh

R1 – TR (900 VA)

115 kWh

92 kWh

R1 – TR (1300 VA)

197 kWh

158 kWh

R1 – TR (2200 VA)

354 kWh

283 kWh

R2- TR (2201 – 6600 VA)

650 kWh

520 kWh

R3 – TR (6601 – 197.000 VA)

1767 kWh

1413.6 kWh

Tabel di atas adalah tabel yang akan digunakan oleh PLN untuk memberlakukan model tariff yang baru, insentif dan disinsentif.
Saya menyebutnya bonus dan denda.

Menurut saya yang kurang jelas adalah batas maksimum dan rata-rata nasional yang ditetapkan oleh PLN. Tulisan Nasional artinya menyamakan pola pemakaian listrik di kota besar dan pedesaan, dimana pola konsumsi listrik di perkotaan akan lebih ‘boros’ daripada di pedesaan.

Selain itu, PLN mungkin kurang jeli melihat penggunaan listrik di perkotaan yang banyak digunakan untuk menjalankan UKM, misalnya berjualan es mambo, warteg, menjahit dll.
Menurut saya, dengan pola konsumsi listrik yang dianut oleh orang perkotaan akan menyebabkan banyak masyarakat yang akan terkena ‘denda’ karena melebihi maximum quota yang sudah ditetapkan. Dan dendanya tidak tanggung-tanggung, yaitu 60%!.
Dengan hasil ini, artinya, PLN telah sukses menaikan Tariff Dasar Listrik (TDL) tanpa harus menunggu aba-aba dari Presiden/Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan yang mengatur TDL.

TDL diatur oleh Pemerintah selain karena menyangkut hajat hidup orang banyak, juga karena TDL masih mendapatkan subsidi yang diambil dari APBN

Selain pola tarif bonus dan denda, Pemerintah juga akan mulai menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% untuk pelanggan PLN dengan daya terpasang 2200 Watt (VA) ke atas.
Jadi jika pelanggan dengan daya 2200 Watt, menggunakan energi listrik diatas maximum quota, maka pelanggan tersebut akan membayar biaya listrik lebih mahal sampai dengan 76%.

Oh iya, bonus dan denda hanya akan diberikan kepada selisih nilai yang dicapai dari maximum quota yang ditetapkan berdasarkan daya listrik terpasang pelanggan, bukan dari seluruh biaya yang dibebankan.

Berikut ini simulasi biaya beban listrik untuk pelanggan perumahan (R1) dengan daya terpasang 1300 Watt, dengan beban 200 KWH (sumber pln.co.id).

Biaya beban: 1300 / 1000 x Rp. 30.100 = Rp. 39.130
Blok I (20 KWH): 20 x Rp. 385 = Rp 7.700
Blok II (60 KWH): 40 x Rp. 445 = Rp. 17.800
Blok III (> 60 KWH: 140 x Rp. 495 = Rp. 69.300

Total Biaya yang harus dibayarkan sebesar Rp. 133.930.

Sementara saat diterapkan tariff bonus dan denda, maka tariff normal hanya akan dihitung sampai dengan 158 KWH, atau senilai Rp. 113.140,- dan sisa 42 KWH akan dikenai denda dengan perhitungan 48 * Rp. 495 * 1,6 = Rp. 38.016 ,-
Dan total biaya yang harus ditanggung adalah Rp 113.140 + Rp 38.016 = Rp. 151.156,-.
Lebih mahal Rp. 17.226,-

Perhitungan di atas masih menggunakan TDL 2003.

Intinya, kita dipaksa untuk selalu berhemat dalam mengkonsumsi energi listrik. Saya sangat mengerti kesulitan pemerintah karena kenaikan harga BBM yang ternyata juga menjadi salah satu bahan bakar utama pembangkit listrik. Yang saya gak ngerti kenapa quota listrik ditetapkan secara nasional, mengapa bukan per wilayah disesuaikan dengan kondisi di lapangan, karena saya yakin akan selalu kena denda walau dengan pemakaian normal seperti biasa.

Gambar milik pln.co.id

40 Responses to Tarif Listrik Naik

  1. Koran Saya says:

    menurut saya program ini tujuannya baik tapi sayangnya kurang sosialisasi, setuju ?

    Hedwig™: Setuju!, Selain kurangnya sosialisasi, juga tidak transparan dalam menetapkan variabel-variabel biaya

  2. iorme says:

    penggunaan tarif baru ditunda kok, kata orang pln *kemarin sore liat di berita* masih kurang sosialisasi

  3. handoyo says:

    naik boleh asal diimbangi dengan peningkatan pelayanan , jangan sering mati lampu ,tegangan dan frekwensi harus stabil . dirumah pernah gara gara tegangan turun sampai 170volt modul mesin cuci rusak apa pln mau mengganti..?

  4. dian says:

    hemat yuuk hemaaat..sumber alam terbatas. duit juga neh hehhee

  5. waterbomm says:

    huargghh!!!…. 17-22 dimulai dari sekarang… mu..laa.. ii… (supermama)

  6. andi_gupi says:

    tarip yang rumit…orang yang masih rada ‘malas’ itung2x tetep gk tau taripna..

  7. Jane says:

    Aku baru liat tagihan listrik bulan Mei 2008, biayanya naik 100% lebih.

  8. abimanyu says:

    tempat saiia naek 70%an juga nih. beraaat…………. :(

  9. yanezu says:

    parahhh saya sudah mengalami kenaikannya.. dari rata2 tagihan 1.7jt, sekarang tagihan saya 3 JUTA !!! mencengangkan ! lebih pahit menerima kenyataan ini daripada menerima kenyataan indonesia kalah dari korea di piala thomas kemarin! hehehhehe.. apa kata dunia nih ttg PLN kita? hehehehe

    Hedwig™: Walah, tagihan sampek 3 Juta-an. Mungkin dipake buat usaha ya, artinya production costnya sudah naik 100%.

  10. hardy says:

    Mas Hedwig,
    Untuk tarif baru ini, untuk daya terpasang 7700VA kira-kira per kwh biayanya rp berapa ya yg fair untuk ditagih ke anak kost? katanya Rp 1100 ya? Butuh nih buat hitung-hitungan kost kalau nggak tekor biaya operasional :-( Makasih yaaaaaaaaaaaaa

    Mas Hardy,
    saya coba jawab pake data TDL 2004! ya, dan dengan asumsi pemakaian listrik sebulan sebesar 2000 KWH.
    Biaya Beban: 7700/1000 x 34.260 = Rp. 263.802,-
    Tarif Subsidi: 755 KWH x 621 = Rp. 468.855,-
    Tarif Non Subsidi: 1245 KWH x 1.380 = Rp. 1.718.100,-
    Total Pemakaian listrik = Rp. 2.450.757,-

    Yang dibayarkan harus ditambah PPN 10%, Penerangan Jalan: 3% dan Materai 6000 Rupiah.

    Jadi kalo mau dihitung per KWH adalah Rp 2.775.355,- dibagi 2000 KWH = 1.388 Rupiah / KWH.

  11. hardy says:

    Mas Hedwig,
    Makasih banyak ya, sangat membantu :) Pas kmrn2 cari caya hitung biaya listrik ehh ketemu blog Mas Hedwig, kalau nggak mungkin sampai skrg belum tahu cara hitungnya :)

    Keep on great work ya Mas, and banyak terima kasih!

  12. usaha warnet mati,pak!!!!! says:

    kalo begini caranya usaha warnet bisa bangkrut…………
    PLN rugi kan gara2 ada oknum yg mencuri-curi listrik
    Di daerah saya aja byk yg mencuri listrik dengan berbagai cara,malahan karyawan/pegawai PLN itu sendiri.
    Logika saja,orang awam kan mana tau gimana caranya mencuri2 listrik, pastilah orang yang berpengalaman yang tahu.
    Makanya, saya mohon Bapak Direktur Utama PLN untuk lebih ketat dalam menangkap oknum2 yang tidak bertanggung jawab tersebut.
    Jangan hanya menaikkan tarif saja.
    1 hal lagi,di daerah saya sering mati lampu kok malah tagihannya naik,padahal kan dengan tidak langsung kalo pln mati ya gak ada pemakaian listrik.
    sekian,terima kasih mas Hedwig, mudah2an Dirut PLN membaca comment saya

  13. tapi isu belakangan, tarif inet mau turun yah?

  14. alak says:

    mas hardy anak kos tapi buka pabrik ya di kosannya?gede banget tuh..
    bayarnya mpe 2 jt.

  15. fariz says:

    sya mau naikin daya dari 900 ke 1300 tpi ko harganya 987.000 mahal banget..apa memang itu tarip pln????

    Hedwig™: Sepertinya itu kemahalan deh. Tapi mungkin juga sekarang mahal, karena memang lagi krisis listrik.

  16. Satya says:

    Kenapa ya pemerintah tidak membangun PLTN sekalian bisa memproduksi listrik dalam jumlah yg besar sehingga kebutuhan listrik nasional bisa terpenuhi dengan harga murah dan bisa memperbaiki kualitas layanan

  17. iyan fauzi says:

    ya allah berikanlah kemudahan bangsa indonesia ini demi hambamu … listrik naik lagiiii …tpi itu g masalah yang penting bangsa indonesia aman dari korupsi…

  18. adhiyatno says:

    mas mo nanya apakah tentang biaya beban : saya punya dua rumah depan belakang lebih irit mana menggunakan satu meteran listrik dengan daya 2200 atau dua meteran listrik dengan daya masing-masing 1300 ? makasih jawabannya

    Hedwig™: Kenapa harus dipecah 2. Khan keduanya masih masuk ke golongan yang sama :)

  19. inawati says:

    kadang saya pembayaran listrik ko mahal ya…..biasanya saya pembayaran normal 210.000 tapi sekarang hampir 240.000 ….saya mau tau cara menghitung…..dan dalam satu bulan watt yg puhak pln catat sama tidak dengan saya….krena saya merasa ko suka beda ya……!!!!

    Hedwig™: Beban terpasang dirumah berapa ya ? Kalo 1300 Watt, kisarannya memang segituan, apalagi kalo tiap malam AC nyala terus :).
    Jangan lupa, cara menghitungnya dibagi blok pemakaian, yaitu: s/d 20KWH, 20KWH – 60KWH dan diatas 60KWH

  20. inawati says:

    saya mau tanya….. bagaimana u/ mengurus tambah daya dari 1300 watt ke 2200 watt lebih mudah, dan bisa dibagi 2 meteran ? kira2 brp harga jika saya menambah daya ? thx u

    Hedwig™: Kenapa harus 2 meteran. 1300 Watt dan 2200 Watt khan berada di range R1-Rumah Tangga.

  21. ari says:

    mas kalo untuk usaha warnet 24 jam plus alat-alat rumah tangga seperti kulkas n kipas angin berapa ya kira-kira biaya perbulannya trus berapa bea pasaran untuk naikin daya dari 900 ke 2200 ???

  22. hasan basri says:

    Saya mau tanya, saya didaerah kecamatan, mau tanya biaya pasang PLN untuk 2200 dan biaya bebannya per bulan berapa???

  23. badrun says:

    S Saya pribadi keberatan untuk kenaikan TDL listrik, dari pihak PLN aja kalau mo naikin TDL tuh ngga sosialisasi dulu tahu-tahu dah naik, masyarakat kan klabakan, terus dalam pelayanan servicenya ngga memuaskan lingkungan, listrik sering mati, ngga ada hujan ngga ada petir, nih yang satu ini aku kan didesa tiap bayar listrik masih dikenakan uang retrisbusi penerangan jalan, kman uang itu, koq jalan-jalan di desa saya ngga pernah dpt jaringan lampu jalan, mohon pihak PLN beri jawaban orang kampung ini.

  24. agung says:

    mas,alhamdulilah sy ktemu blog ini,sy lg kebingungan mo tanya nih,rumah sy tiap bulan byr listrik berkisar 130 – 150 rban,sy always pay 2 bln sekali via atm,tapi surprise di bln mei ini tagihan april dan mei membengkak jd 420 ribu sedang listrik sy tipe 1300.Pemaikaian tidak ada yg berubah,waktu pemakaian pun tidak pernah berubah, Kenapa ya mas?Tolong dijelaskan.

    Hedwig™: Mungkin ada adjustment. Apakah di rumah, meteran listriknya gampang diakses oleh petugas pencatat meter ?. Jika tidak dan sang pencatat meter kesulitan melihat data meteran, biasanya PLN akan mengacu kepada data sebelumnya. Dan dalam periode tertentu mereka akan melakukan adjustment tagihan (biasanya berkesan melonjak).
    Saran saya, mending berikan akses kepada petugas pencatat supaya datanya benar.

    Tetapi bila meteran listrik mudah diakses oleh pencatat, mungkin lonjakan terjadi karena pemakaian listrik yang tinggi (AC Baru, Nambah TV, Jet-Pump baru dll)

  25. indri says:

    iya karena itulah PLN bingung uang dari penerimaan bayar listrik anda keman pergnya, PLN juga lagi nyari tapi gak ketemu karena lampunya mati , lupa dan gak peduli listrik yang tidak dekat dengan pusat listrik, ngerti aja lah, PLN kan mauny untung mulu, kalo rugi hebooooh masuk tipi.

    Hedwig™: ha ha ha, duitnya hilang gak ketemu karena gelap :D

  26. noname says:

    Sementara saat diterapkan tariff bonus dan denda, maka tariff normal hanya akan dihitung sampai dengan 158 KWH, atau senilai Rp. 113.140,- dan sisa 42 KWH akan dikenai denda dengan perhitungan 48 * Rp. 495 * 1,6 = Rp. 38.016 ,-

    itu kenapa 48 mas? bukannya 42?

    Hedwig™: Sorry, type. Yang bener 42

  27. prima says:

    mas hedwig bagaimana dengan perhitungan dengan daya 900
    penggunaan toko ibu saya bulan ini 477kwh…dan dtagih empunya toko 536rban….hampir sama dengan tagihan rumah saya yang daya 2200, mohon bantuannya
    FYI: tagihan dri empunya toko berupa kertas biasa dengan perkalian 477 x 1100 (tdl)

    Hedwig™:
    Biaya Beban: 900 / 1000 x 30.100 = 27.000.
    Biaya Blok I: 20 KWH x 385 = 7.700.
    Biaya Blok II: 40 KWH x 445 = 17.800.
    Biaya Blok III: (477 – 40 – 20) x 495 = 206.415.

    Biaya Pemakaian Listrik = 27.000 + 7.700 + 17.800 + 206.415 = 258.915 (belum termasuk pajak, materai dan sumbangan).
    nb: Yang perlu diingat, penggunaan selain perumahan akan dikenai tariff Bisnis lho.

    Sementara kalo dihitung dengan tarif Bisnis maka,

    Biaya Beban: 900 / 1000 x 30.100 = 27.090
    Biaya Blok I: 108 KWH x 445 = 48.060
    Biaya Blok II: (477 – 108) KWH x 495 = 182.655

    Biaya Pemakaian Listrik = 27.090 + 48.060 + 182.655 = 317.520 (belum termasuk pajak, materai dan sumbangan).

  28. prima says:

    thx maantaap…kesimpulan berarti penagihan listrik tempat saya ada “permainan” ?

    Hedwig™: Supaya lebih clear, minta saja copy pembayarannya untuk perbandingan.

  29. Dann says:

    Mas Hedwig, mau tanya nih masalah perlistrikan kita yang makin amburadul aja…???

    Saya 2 bulan lalu tambah daya dari 900 ke 2200 (rencana untuk usaha, tapi belum bisa terlaksana sampai sekarang) dan berdasarkan info dari orang PLN, kita dikenakan sistem tariff baru (yang tanpa biaya beban)??? dan biaya bulanan yang harus saya bayarkan adalah pemakaian KWH x 1.000,- (flat) + pajak + materai.

    Apakah memang perhitungannya seperti itu? atau masih dengan sistem berjenjang seperti yang di atas?

    sekedar info rata2 pemakain kita 250 kwh perbulan.
    menyusul berita hot kenaikan TDL bulan depan (yang bikin hati tambah hot), seandainya kita turunkan daya ke 1300 bagaimana menurut mas? terima kasih untuk info serta sarannya.

    Hedwig™: Kalo sebulan cuman make 250 KWh, artinya cuman mbayar Rp.250.000,- saja dong :) (murah tuh). Saya belum tahu kalo ada aturan perhitungan tarif PLN seperti itu. Coba minta ke mereka peraturannya. Yang saya tahu dan saat ini banyak dipakai adalah pembayaran Pre-Paid (Pra Bayar).

  30. baik gimana sih…
    yang jelas rakyat kecil yang kena dampaknya..
    memang sih yang naik penggunaan di atas 450 kwh,
    untuk pabrik2 kan listriknya pasti naik ya jelas para pengusaha juga akan menaikan harga barang dagangan nya…

    tetep aja deh rakyat kecil yang nanggu karena harga barang2 jadi mahal…

    Hedwig™: Sebetulnya ini dilema ya. Jika tarif listrik tidak dinaikan, maka subsidi semakin besar, karena pelanggan PLN akan terus bertambah. Bisa dikatakan mau dinaikan atau tidak dinaikain, tetap saja rakyat yang harus menanggung biayanya.
    Waktunya bikin listrik sendiri dari enegi Matahari dan Angin. Keduanya berlimpah tinggal ditampung saja. Apabila punya kapasitas yang lebih, bahkan bisa dijual ke PLN :)

  31. ppob says:

    pusing mikirin TDL……dari dulu

  32. tea says:

    setuju PLN naik

  33. ppob says:

    kenaikan kalu gk diimbangin ama pelayanan yg memuaskan mah sama aja bo’oonggg.
    semoga aja gk gitu,..

  34. riki says:

    merugikan kami para warnet mania,,krn saya mempunyai warnet!!sehingga pelanggan kami kabur semua,,gara2 PLN menaiki tarif listrik…saya bayar listrik 2 bln 978.000 saya bayar,,giliran byr 1bulan naik drastis menjadi 1.394.000!bisa2 usaha WARNET saya bangkrut!!toooooooooollllloooooooonggggg……

    Hedwig™: Salah satu yang terpukul adalah para pengusaha warnet, karena konsumsi listrik setiap PC cukup banyak. Saya dengar, sudah mulai banyak warnet yang beralih ke laptop

  35. Yanto says:

    Saya mau naikin daya 900 watt ke 1300 watt, berapa biayanya & berapa perbedaan tarifnya. tx banget

  36. yadi says:

    mas saya memakai daya 2200 watt, dipake 10 komputer ko tidak kuat yah, mohon pencerahannya.

    Hedwig™: Kalo gak salah, 1 PC memiliki daya terpasang sekitar 300 Watt. Kalo 10 ya jadi 3000 Watt :). Belum lagi kebutuhan listrik lainnya, seperti lampu, AC, Kulkas, dll

  37. Capung says:

    di tempat saya sekadau, kalimantan barat,, PLN tidak pernah menyangupi pemasangan baru untuk rumah masyarakat,, tapi kalau untuk ruko/toko yg milik etnis tertentu selalu bisa mendapat sambungan listrik baruu,, setelah saya cek dengan beberapa org tersebut mereka membayar dengan angka yg cukup fenomenal,, kilometer 1300 dihargai 18.000.000 sedangankan 2.200 dihargai 28.000.000 untuk pemasangan baruu,, sellain itu pencatatan pun dari petugas pln juga tidak tertib,, main tulis seenak perutnya petugas pencatata bilang itu semua dilakukan atas perintah kepala PLN ranting sekadau,,

    Manejer PLN yg bernama D**** waktu dikonfirmasi tidak pernah mengakui kalau itu kesalahan PLN,, kan petugas pencatat nya mitra PLN.. ** mungkin tuh manejer ga ngerti tangung jawab antara mitra dan petugas PLN**
    DASAR ……

  38. jaya says:

    Bang, dapat sumber tarif pln dan perhitungan tarif insentif dan disinsentif di mana ya?

    Mohon bantuannya. Jika abang tahu, mohon kirim ke e-mail saya.
    Terima kasih banyak.

    Hedwig™: Dapat dari http://www.pln.co.id

  39. saya mau tanya?di kantor kami memakai listrik dengan tarif daya :B2/000007700.VA
    Dan Pemakaian Stan meter :98200Kwh
    Admin bank ;Rp 1600
    Total Bayar ;Rp 1.654.255
    Jadi Perharinya kena berapa Rupiah????

Tinggalkan pesan kamu