Me Family, Stories and Activities
Posts tagged IT
SkyBee, Satellite Internet Broadband
Sep 25th
Internet Broadband saat ini masih menjadi barang langka di Indonesia. Jabodetabek, sebagai daerah yang dianggap memiliki infrastruktur telekomunikasi yang lengkap saja masih memiliki beberapa ‘blank-spot‘ untuk urusan internet broadband. Beberapa daerah yang beruntung telah memiliki jaringan broadband melalui kabel. Sementara beberapa tempat lainnya masih berharap dengan jaringan HSDPA yang dilayani oleh operator selular.
Pemerintah pernah mencanangkan program internet bandwidth murah. Sebuah program yang dapat meningkatkan penetrasi internet berkecepatan tinggi ke banyak lokasi di Indonesia. Tetapi semua kembali lagi terbentur dengan kesiapan infrastruktur untuk mengantarkan akses internet langsung ke rumah-rumah atau end-user.
Teknologi Satellite
Indonesia sebagai sebuah negara yang besar dan luas serta dipisahkan oleh lautan, memerlukan sebuah teknologi komunikasi yang dapat menjangkau semua wilayahnya. Teknologi fibre optic telah dimanfaatkan untuk menghubungkan beberapa pulau, misalnya Sumatera dan Jawa. Tetapi untuk membangun jaringan fibre optic yang dapat menjangkau seluruh pulau di Indonesia juga memerlukan waktu yang lama selain biaya yang besar.
Salah satu teknologi yang digunakan adalah komunikasi satellite. Indonesia adalah negara ASEAN pertama kali yang memanfaatkan teknologi satellite sebagai salah satu tulang punggung telekomunikasi.
Pada tanggal 8 Juli 1976, Satellite Palapa A-1 diluncurkan ke orbit geostationer untuk melayani komunikasi telekomunikasi dan siaran televisi serta dapat menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia. Saat itu saya masih ingat, TVRI menyiarkan secara langsung detik-detik peluncurannya.
SkyBee
Pada tanggal 15 September 2009, sebuah iklan di harian Kompas menampilkan sebuah layanan internet kecepatan tinggi yang memanfaatkan teknologi Satellite. Untuk Indonesia, ini sebenarnya bukan hal yang luar biasa, tetapi begitu melihat target market yang dituju adalah pengguna rumahan, SkyBee mungkin dapat menjadi sebuah trobosan baru di industri telekomunikasi khususnya internet.
Jika selama ini kita hanya melihat akses yang ditawarkan oleh penyedia jasa internet atau ISP masih dalam ukuran KBPS saja, maka SkyBee sudah menawarkan layanan berbasis MBPS.
Kita akan selalu bertanya tentang kecepatan akses, setiap kali ada ISP baru meluncurkan produknya. Kadang kita sendiri lupa, bahwa internet adalah pemanfaatan bandwidth secara bersama-sama, hal demikian yang membuat harga internet menjadi semakin terjangkau.
Pertanyaan yang sama, juga sempat timbul di dalam benak saya. Satu-satunya cara untuk membuktikannya adalah dengan datang sendiri dan melakukan ujicoba dari setiap paket yang ada.
Kecepatan vs Latency
Mencoba layanan SkyBee 2000 dengan cara mendownload file, menonton layanan video di youtube atay metacafe dan menggunakannya untuk blogwalking dan chatting serta tidak lupa mencek kecepatan melalui speedtest.net. Kesan yang timbul pertama adalah, kecepatan yang ditawarkan memang mendekati nilai paket yang ditawarkan. Bahkan beberapa kali menembus angka 2048 kbps untuk download.
Tetapi saat melihat latency value yang dikeluarkan oleh speedtest.net, saya sempat kaget juga. Saat itu ditunjukan terjadi latency sebesar 1000 ms, berbeda dengan koneksi kabel yang hanya memiliki nilai rata-rata 200 ms.
Latency adalah sebuah nilai yang diberikan untuk waktu tempuh sebuah paket data berjalan dari satu titik ke titik lainnya. Artinya halaman-halaman di internet membutuhkan waktu respons sebesar 1000 ms atau 1 detik untuk dibuka. Jadi seolah ada jeda 1 detik setelah kita menekan enter. Bagi saya, selama kecepatan internet akses dapat selalu terjaga, maka latency 1 detik bukan sebuah masalah, kecuali apabila saya menggunakan internet untuk bermain online games bergenre action seperti Counter Strike. Bagi seoranga gamers, delay 1 detik dapat menjadi bencana, karena pihak musuh dapat menembak terlebih dahulu.
Harga Satellite Mahal!
Biasanya para penyedia jasa komunikasi satellite memberikan harga yang tinggi, khususnya untuk pengguna rumahan. Harga sewa VSAT bisa mencapai ribuan dollar perbulannya, sudah pasti tidak dapat dijangkau oleh sebagian besar masyarakat. VSAT pun banyak digunakan oleh user-user corporate untuk kebutuhan komunikasi dalam mendukung bisnisnya.
SkyBee sebenarnya sudah memberikan harga yang sangat kompetitif, tetapi sekali lagi apabila dibandingkan dengan internet berbasis jaringan kabel, harganya masih terasa mahal.
Di sisi lain, banyak masyarkat yang belum memiliki kesempatan menikmati internet berbasis jaringan kabel, tetapi saat ini sudah memiliki kesempatan yang besar untuk memanfaatkan teknologi satellite untuk mendapatkankan internet kecepatan tinggi, dengan harga yang cukup kompetitif.
————————————–
SkyBee menggunakan teknologi satellite dari IPStar
Top 10, IT Company
May 16th
Membaca majalah Forbes Edisi May 2008, ada artikel mengenai perusahaan di sektor IT terbesar berdasarkan total revenue di tahun 2007.
List ini tidak mencantumkan AT&T, Verizon dan Sprint, karena mereka adalah perusahaan telekomunikasi..(iya laaahhhh)..
Revenue mereka 2007 sudah dikonversi ke dalam Rupiah dengan asumsi nilai tukar 1 Dollar Amerika adalah sama dengan 9500 Rupiah duit Indonesia.

And the Top 10 are:
Hewlett-Packard (Rp. 990.850.000.000.000)
IBM (Rp. 938.600.000.000.000)
Dell (Rp. 580.450.000.000.000)
Microsoft (485.450.000.000.000)
Intel (Rp. 363.850.000.000.000)
Motorola (Rp. 347.700.000.000.000)
Cisco Systems (Rp. 331.550.000.000.000)
Apple (Rp. 228.000.000.000.000)
Electronic Data Systems (Rp. 209.950.000.000.000)
Oracle (Rp. 170.050.000.000.000)
Jika melihat angka nolnya, pencapaian raksasa-raksasa itu adalah dalam Triliun Rupiah. Sebuah nilai yang jauh di atas dana pendidikan RI, jauh di atas dana pertahanan RI, jauh di atas subsidi kesehatan RI, jauh di atas subsidi BBM… dan masih jauh juga dari APBN RI.
Ada yang tahu setidaknya dua perusahaan IT yang tidak terdaftar di Top 10..?
..
SUN Microsystem dan AMD