Tag Archives: Cipularang

Photo Hunting: Sasaksaat

Sudah lama sekali saya tidak pergi mblusukan (istilah yang digunakan oleh para penggila kereta api untuk hunting photo, berkemah, tracking dan segala kegiatan outdoor yang berhubungan dengan kereta api). Sampai suatu Sabtu akhirnya punya sedikit waktu untuk kembali menyalurkan hobby ini.

Lokasi yang dipilih adalah Stasion Sasaksaat yang terletak di jalur kereta api Jakarta – Bandung. Sebuah lokasi yang tidak terlalu jauh dari Jakarta maupun Bandung dan relatif mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Biasanya para Railfans (RF) naik kereta api yang berhenti di stasion ini. Atau jika berangkat dari Jakarta menggunakan rangkaian Argo Parahyangan, minta ijin ke Kondekturnya untuk dapat diturunkan disini.

Siang itu, setelah berkutak dengan pekerjaan yang tidak pernah berhenti. Saya pergi ke Sasaksaat.

Cipularang Toll Road

Tol Road

 

Cipularang

Cipularang

Akhirnya saya berkesempatan juga menjajal jalan tol terbaru dan dengan waktu pembuatan tercepat, Cipularang.

Mumpung ada tugas kantor untuk rapat ke Bandung, saya menjajal starko tua saya berlari kencang di jalan tol baru yang masih ujicoba alias gratis itu. Saya tidak tahu apakah memang mobil saya yang sudah tua atau  kontraktor jalan tol nya yang terlalu terburu-buru membuat jalan bebas hambatan ini, yang jelas selama perjalanan di ruas Cipularang, saya sepertinya mental-mental sendiri di dalam mobil. Seperti saat mengendarai mobil di jalanan bergelombang. Saya cuman berharap agar laptop yang simpan di bagasi tidak mengalami kerusakan.

Saran: Jangan meletakan notebook, CPU atau apapun yang mudah rusak di bagasi mobil, saat melintas ruas tol Cipularang.

Tapi diluar itu semua, Cipularang menjanjikan sebuah jalan tol dengan pemandangan yang menarik. Biasanya saat melintas jalan tol, kita cuman daoat melihat hamparan sawah dan bangunan-bangunan, Di ruas tol Cipularang ternyata “dilengkapi” dengan pemandangan pegunungan yang indah. Selain itu ternyata ada 2 (atau 3 ya.. saya lupa menghitung) jembatan yang panjangnya lebih dari 500 meter. Sayang saat itu saya tidak membawa kamera …… S*#$@%*T.

Mungkin karena masih dalam masa ujicoba, fasilitas rest-area yang biasanya dibangaun disisi jalan tol, juga belum tersedia. Jadi saya harus buang air kecil di pinggir jalan sambil menghadap hamparan sawah.

Jadi kalo ada masalah dengan pipis (beser’an) mending masuk dulu di rest area tol Cikampek sebelum belok ke Cipularang.

Perjalanan saya sampai Bandung dari Jakarta ternyata menjadi lebih cepat, berangkat jam 12:00 dari Mampang dan tiba jam 14:40 di Gatot Subroto Bandung. Mungkin jika startko saya digeber lebih kenceng lagi, waktu tempuhnya bisa dicapai cuman 1,5 jam saja.
Tetapi mungkin resikonya adalah starko tuwa saya rontok di jalan :)

Dari Pintu Tol Kuningan sampai dengan Pintu Tol Pasteur ternyata hanya mengeluarkan ongkos 18,500 Rupiah (Tol dalam kota 4000, Pondok Gede-Pasteur 14,500). Ini masih tarif promosi (kayak Mall aja pake promosi), katanya sih tarif resmi Pondok Gede-Pasteur 30,000 rupiah. Mahal!, tapi waktu tempuh jadi lebih singkat. Mau murah, ya jangan lewat tol.

Tol Road

Tol Road

 

Bandung ternyata macetnya jadi gak lebih parah akibat dibukanya jalan tol baru itu, tapi yang jelas Bandung sekarang macet setia setiap saat, tapi gak tahu juga ya, ini khan hari Jum’at belum masuk ke week end.

———————–

* Starko : Starlet Kotak