Me Family, Stories and Activities
Posts tagged Bandung
Nasi Gudeg Pajajaran Bandung
Feb 27th
Hampir setiap pergi ke Bandung, saya menyempatkan diri untuk datang ke GOR Pajajaran di Jalan Pajajaran untuk berwisata kuliner.
Di komplek GOR Pajajaran ini setiap hari dipenuhi oleh warga Bandung yang hendak berolah raga, sementara saya ke sini di pagi hari adalah untuk menikmati berbagai macam makanan yang tersedia di sana. Salah satunya Nasi Gudeg GOR Pajajaran.
Passion of Bambang Tjondro
Feb 21st
Barusan dapat telp dari pak Eko – bandung yang mengabarkan bahwa, tadi pagi kamarnya sempat didobrak jam 07.00, dan pak bambang ditemukan sudah dalam keadaan dingin, dan sekarang dalam perjalanan kerumah sakit untuk memastikan keadaannya
mohon doanya
Sebuah email yang masuk di pagi hari dan benar-benar membuat saya kaget luar biasa. Saya sendiri tidak memiliki hubungan keluarga dengan Pak Bambang Tjondro, bahkan mengenal secara pribadi jugat tidak. Tetapi yang jelas, saya dan Pak Bambang adalah sama-sama pecinta kereta api alias Railfans.
Saat tulisan ini dibuat, Pak Bambang Tjondro telah 4 hari meninggalkan dunia yang fana ini untuk kembali ke sang pencipta. Saat beliau meninggal dunia, saya tiba-tiba terbayang untuk kembali melihat segala peristiwa ke minggu sebelumnya.
Lebih kurang seminggu sebelum Pak Bambang wafat, dia tiba-tiba cukup banyak menulis di milis kereta api model. Kata-katanya hanya mengingatkan kita semua tentang memaafkan dan kematian. Sebelumnya saya hanya menganggap itu semua sebagai sebuah tulisan belaka dari orang tua yang ingin anak-anak muda agar hidup lebih baik lagi.
Pak Bambang Tjondro memang dikenal sebagai seorang railfans yang juga gemar mengkoleksi kereta api model dan mobil mainan. Koleksinya sangat banyak, bahkan dia menghabiskan banyak ruangan untuk membuat layout kereta api model berskala N. Selain itu lemarinya juga dipenuhi dengan koleksi mobil-mobilan dan lokomotif model. Baginya kecintaan kepada benda-benda ini adalah sebuah pengalaman luar biasa juga sebagai pengobat rasa capek setelah bekerja. Pak Bambang banyak berkecimpung dengan industi energi dan pertambangan.
Selain mengkoleksi, Pak Bambang juga dikenal dengan orang yang sangat terbuka kepada orang lain. Banyak modeler yang telah beruntung dapat menikmati berbagai koleksi kereta api dan mobil-mobilannya. Selain itu beliau juga memiliki buku-buku literatur tentang kereta api, sebuah literatur yang disukai oleh Railfans.
Kembali ke minggu sebelum beliau meninggal.
Pak Bambang menulis dalam sebuah milis mengenai hilangnya beberapa koleksinya, salah satunya sebuah lokomotif model U-30C N-Scale. Dan hebatnya, dia tidak memaki-maki pencurinya, tetapi malah memaafkannya, berikut petikan emailnya:
Untuk Mas Iwan yang baik
Kebetulan saya punya 4 loco U-30C , 1 Chessie hilang, ada yang D&H dan ada lagi KAI dan 1 PJKA. Non problem. Barang kita kan milik sementara. Dan yang hilang sebenarnya cap kucingnya. Jadi sudahlah, kita tidak akan diampuni oleh Tuhan kalau tidak mengampuni sesama.
Kebetulan umur saya 64 sudah dekat kan, saya tetap mau mengundang anggota IRPS di jJogja ataupun Semarang dan Surabaya untuk dolan sekali-sekali.
Best Regards
Bambang Tjondro
Email ini dengan jelas menyiratkan bahwa di usianya yang sudah lanjut, beliau sadar bahwa mengampuni adalah lebih baik daripada marah-marah.
Saya hanya berpikir, daripada marah-marah, kemudian naik darah, mending diem aja, wong koleksinya lebih dari 200 loko.
Kemudian dia menulis lagi email berikut, masih karena menanggapi masalah kehilangan koleksinya.
…Saya kira dia lagi kesulitan keuangan (saya sudah ganti uang beli oleh2 untuyk Budi 64 jadi 100 dan 300 biaya ArgoWilis. Tidak apa.
Saya pemaaf dan kalau saya tidak memafkan,bagaimana saya bisa diampuni Tuhan YME di doa saya.
Saya 64 tahun, bisa mati mendadak tak ada soal anggap kebaikan tetapi kesalahan karena mengancam akan saya tulis di kereta api web ini….
Kata-katanya terasa tidak beraturan, tetapi tersirat kematian di sini.
Dan pada akhir-akhir pesan di milis, Pak Bambang mengundang semua Railfans dan Modeler untuk datang ke rumahnya, dia akan menyambutnya dengan tangan terbuka.
Senin, 18 February 2008, setelah mendobrak kamarnya, keluarga membawa Pak Bambang ke Rumah Sakit Boromeus, Bandung dalam kondisi yang sudah dingin. Pihak rumah sakit menegaskan Pak Bambang Tjondro telah meninggal dunia sejak dini hari. Beliau pergi meninggalkan kebaikan yang luar biasa selain koleksi-koleksinya. Seorang rekan mengatakan bahwa Pak Bambang Tjondro ingin sekali menghibahkan seluruh koleksinya ke Panti Asuhan saat dia meninggal dunia.
Ajakan Pak Bambang untuk berkunjung kerumahnya, seperti menjadi sebuah pertanda bagi kita semua. Railfans sangat kehilangan seorang yang sangat luar biasa. Pecinta kereta api model juga kehilangan sebuah katalog hidup yang memberikan warna tersendiri bagi hobi ini.
Selamat Jalan Pak Bambang Tjondro, mohon maaf sebesar-besarnya, saya belum sempat sowan ke bapak untuk mengabadikan semua koleksi sepurnya.
WC Umum, Profit Oriented vs Services
Jan 14th
Sebanarnya kejadian peristiwa ini terjadi saat liburan cuti bersama akhir tahun 2007 lalu, sebuah pengalaman yang menurutku biasa saja, sampai akhirnya pada hari Minggu, 13 Januari 2008 lalu, harian Kompas menurunkan tulisan tentang WC Umum
Cipularang Toll Road
May 13th

Akhirnya gua sempet juga ngerasain tol Cipularang.
Mumpung ada tugas ke Bandung gua bela-belain geber starko tua gua di jalan tol baru yang masih ujicoba alias gratis itu.
Gua gak tahu apa mobil gua yang gak enak atau kontraktor jalan tol nya yang kebanyakan nilep duit, tapi selama perjalanan di Cipularang gua mental-mental sendiri di dalem mobil, kayak kalo lagi jalan di jalanan bergelombang. Untung notebook gua di bagasi gak dibuat rusak.
Saran: Jangan tarok notebook, CPU atau apapun yang mudah rusak di bagasi mobil, kalo lewat Cipularang.
Tapi diluar itu semua.
Cipularang menjanjikan sebuah jalan tol yang menarik, biasanya kalo jalan tol cuman ngeliat sawah sama bangunan-bangunan, Cipularang ternyata dilengkapi dengan pemandangan indah, dan ternyata ada 2 (apa 3 ya… gua lupa ngitung) jembatan yang panjangnya lebih dari 500 meter. Sayang gak bawa kamera …… S*#$@%*T.
Udah gitu, ternyata rest area nya belum pada jadi, jadi gua sempet berhenti buat pipis di bahu jalan.
Jadi kalo ada masalah dengan pipis (beser’an) mending masuk dulu di rest area tol Cikampek sebelum belok ke Cipularang.
Sampek Bandung dari Jakarta ternyata jadi lebih cepat, berangkat jam 12:00 sampek jam 14:40 mungkin kalo digeber lebih kenceng lagi waktu tempuhnya bisa dicapai cuman 1,5 jam dowang. Tapi daripada gua semakin mental-mental dan malahan starko gua bisa rompal (rontok) lebih baik gua jalan nyantai aja… wong pengen menikmati jalan tol baru.
Dari Kuningan sampek Pasteur ternyata hanya keluar duit 18,500 rupiah dowang (Tol dalam kota 4000, Pondok Gede-Pasteur 14,500). Ini masih tarif promosi (kayak Mall aja pake promosi), katanya sih tarif resmi Pondok Gede-Pasteur 30,000 rupiah. Mahal!, tapi waktu tempuh jadi lebih singkat. Mau murah, ya jangan lewat tol.

Bandung ternyata macetnya jadi gak lebih parah akibat dibukanya jalan tol baru itu, tapi yang jelas Bandung sekarang macet setia setiap saat, tapi gak tahu juga ya, ini khan hari Jum’at belum masuk ke week end.
———————–
* Starko : Starlet Kotak
