19

Sepeda Motor Lunas

Seperti biasa, setiap malam libur, hampir pasti saya pasti nangkring di pos security yang tidak jauh dari rumah. Sambil minum kopi, ngobrol ngalor ngidul dengan security yang kebetulan dinas di pos tersebut.

Jam menunjukan pukul 21:00 ketika saya keluar rumah menuju pos security. Sudah pasti ada seorang satpam yang dinas jaga di pos tersebut. Seperti biasa mereka pasti menyambut dan membantu menyeduh satu cangkir kopi panas yang saya bawa dari rumah.

Obrolan seputar kondisi keamanan pasti jadi upacara pembukaan. Peristiwa-peristiwa yang menarik yang terjadi di sekitar lingkungan tempat saya tinggal tentu saja selalu terupdate oleh mereka. Sampai akhirnya sang satpam dengan muka ceria dan hati gembira mengatakan bahwa bulan ini adalah bulan terakhir masa cicilan sepeda motornya.

Cicilan Sepeda Motor

Tidak seperti awal tahun 90an, dimana saat itu sepeda motor adalah barang mahal yang masih tidak dimiliki oleh banyak orang. Saat ini, setiap orang memiliki kesempatan untuk memiliki sebuah sepeda motor dengan merek apapun dengan cara kredit alias leasing.
Hal yang sama, juga dilakukan oleh sang satpam. Dia bersama adiknya telah sepakat mencicil sebuah Sepeda Motor Bebek selama 3 tahun, dan mereka menggunakannya secara bergantian.

Setelah saya tanya, ternyata adik kakak ini telah menyisihkan uang hasil bekerjanya sebesar 450.000 Rupiah setiap bulan untuk membayar cicilan selama 3 tahun lamanya. Bagi mereka nilai 450.000 Rupiah adalah sebuah pengeluaran yang besar.

Saya coba menantang sang Satpam untuk menghitung total cicilan yang telah dilakukannya selama 3 tahun, yaitu sebesar 36 bulan x 450.000 Rupiah = 16.200.000 Rupiah dan jika saat pertama harus menyetor DP senilai 300.000 Rupiah, maka total harga sepeda motor tersebut adalah 16.500.000 Rupiah.

Saya bilang kepada sang Satpam, bahwa saya salut dengan usaha kerasnya selama 3 Tahun, sehingga dapat mengumpulkan uang sebanyak itu. Sang Satpampun menjawab bahwa dia dan adiknya memang telah berniat untuk mencicil sepeda motor tersebut dan menghindari tunggakan agar tidak terkena denda.

Sambil lalu, saya bercerita, bahwa Honda Supra X tahun 2005 second saat ini hanya dihargai 6.500.000 Rupiah untuk kondisi yang lumayan baik. Dan saya katakan lagi kepada sang Satpam, bahwa setelah dia menyelesaikan tunggakan maka dia telah kehilangan uang sebesar 10.000.000 Rupiah.

Mendengar ucapan saya, sang Satpam tidak percaya dan tampak kaget. Diapun berkata bahwa memang setiap pembelian barang pasti akan ada penyusutannya. Ucapannya saya betulkan dan penyusutannya adalah sebesar 10.000.000 Rupiah. Si Satpam langsung terdiam.

Untuk menenangkan hatinya, saya mengatakan bahwa, membeli sepeda motor adalah tindakan yang bijaksana, karena dapat menekan ongkos transportasi sehari-hari. Selain itu saya katakan bahwa membeli sepeda motor secara leasing juga tidak salah, karena memang sebelumnya tidak memiliki sepeda motor dan cara itu adalah cara tercepat untuk memiliki sepeda motor.

Saya cuma mengingatkan sang Satpam, alangkah baiknya jika sepeda motor yang ada saat ini dirawat dengan baik agar selalu prima dan tidak merongrong pengeluaran karena perawatan yang buruk. Sang satpam kembali mengiyakan dan dia masih terbayang kehilangan uangnya sebesar 10 Juta Rupiah.

Sambil menikmati kopi yang sudah menjelang dingin serta suasana sekitar yang juga sepi serta angin dingin yang bertiup agak kencang, saya katakan lagi kepada si Satpam. Bahwa lain kali, jika menginginkan sesuatu, lebih baik memulainya dengan menabung terlebih dahulu. Si Satpam tampak bingung dan tidak begitu mengerti.

Saya katakan lagi, jika menginginkan sepeda motor lebih baik direncanakan jauh-jauh sebelumnya. Jika saat itu dia memulai dengan menabung, maka hanya akan membutuhkan waktu sekitar 24 bulan saja untuk dapat mengumpulkan uang dan membeli sepeda motor baru secara cash.
Jadi jika harga motor senilai 10.000.000 Rupiah, maka penyusutannya hanya sekitar 3.500.000 Rupiah saja. Dan jika diteruskan menabung sampai 3 tahun, maka akan mendapat tabungan sebesar 5.400.000 Rupiah. Saya katakan lagi, jauh lebih baik daripada kehilangan uang sampai 10.000.000 Rupiah.

Si satpam tertawa kecut mendengar kata-kata ini. Dia bilang ke saya, bahwa saya hanya membalik kata-kata saja. Saya pun ketawa mendengar pernyataannya. Intinya, kembali saya utarakan kepada si Satpam, agar mengatur dengan baik setiap keinginannya, menggunakan rencana sederhana untuk dapat memiliki sebuah barang.
Caranya adalah dengan menahan nafsu ingin segera memiliki dan rajin menabung.

Jika ingin memiliki televisi baru, siapkan terlebih dahulu dananya, dan nikmati saja tayangan televisi dari pesawat televisi yang lama. Setelah dana terkumpul, baru datang ke toko dan membeli televisi yang diinginkan. Karena seperti sepeda motor, televisi adalah barang yang memiliki nilai penyusutan.

Tampaknya dengan cara ini, dia mulai agak menyadari bahwa dia telah kehilangan uang tanpa disadarinya, dan nilainya kurang lebih setara dengan pendapatannya setahun.

Hedwigus

19 Comments

  1. hoho..*ngengguk-ngengguk* baru sadar juga akan penysutan nilai..
    harus lebih setiti nih besuk dalam urusan gadget..

  2. Hihihihi.. bener juga ya mas.. masalahnya, menabung itu lho yg susah! Jadi, klo mau mengumpulkan uangnya dulu, si uang gak terkumpul2 (raib entah kemana, beli ini itu), motor juga gak punya punya… jadi akhirnya Nita nyicil motor juga deh.. tp pengennya sih klo ada rezeki berlebih, cepet2 dilunasin. Nah, skr nita coba menabung di TAKA (tabungan berjangka), dananya diambil dari rekening nita sendiri. Jadi mau gak mau “dipaksa” menabung.

  3. kalo starko? udah susut berapa ya? 😀

    Hedwig?: Walah.. Starko itu sudah bukan cuma nyusut.. tambah mengkeret sisan :p

  4. hehehe..konsep depresiasi barang yach…
    emang setiap barang pasti mengalami depresiasi yg berbeda-beda.
    Klo soal beli kredit atau mending nabung dl trus bli cash..klo mrt gw sih tergantung kepentingannya dan nilai waktu uang ya…

  5. Kalo nyicil rumah gimana? Hiks hiks…
    Kalo sebangsanya barang elektronik / gadget sih aku nunggu sampe tabunganku cukup baru deh beli cash. Tapi kalo rumah? Lumayan lama kan nunggu terkumpulnya. Dan lagi, harga rumah / tanah sepertinya jarang yg menyusut (kasus2 khusus utk daerah rawan gempa misalnya yg menyusut). Mayoritas harga tanah selalu naik setiap tahun. Tanah di tempatku, dlm jangka 3 tahun harganya sudah naik sebanyak Rp 300rb lebih.
    Piye? KPR termasuk merugi dari segi total cicilan vs cash… tapi secara harga barangnya mayoritas tidak menyusut.. gimana?

    Hedwig?: Beli rumah atau tanah bisa disebut dengan investasi, karena jarang ditemui nilai penyusutan atas tanah. Bangunan pasti menyusut. Selain itu, beli produk asuransi juga bisa disebut investasi. Masalah Cicilan KPR dan Cash, itu tergantung dari kekuatan ekonomi setiap orang. Kalo mampu beli cash, lebih baik, karena begitu serah terima rumah/tanah, nilainya sudah naik. Tetapi jika gak kuat cash, ya caranya melalui KPR. Keduanya menguntungkan, tinggal waktunya saja yang berbeda.. yang satu seketika.. satunya menunggu sampai KPR selesai atau saat over-credit.

    Untuk tanah, biasanya selalu bergerak naik. Untuk yang rawan gempa, biasanya sudah dari awal gak ada yang mau bangun rumah.. biasanya dijadikan ladang, kebun atau sawah.

    Kalo lihat peristiwa Lapindo, yang terkena musibah saja masih untung, saat asetnya diganti pemerintah.

  6. Kesindir nih, tapi Alhamdulillah udah lunas motornya. Rencananya pengen ngambil rumah , tapi…

    Hedwig?: Beli rumah dapat berarti sebuah lonjakan besar yang diambil. Cari lokasinya, tanya kiri kanan dan tante google. Kalo sudah oke.. langsung DP

  7. kalau dihitung-hitung, beli motor secara kredit memang mahal, mas. tapi seringkali keinginan utk bisa memiliki motor paling gress, mengalahkan hitungan2 rasional. untung juga cicilan motor saya tinggal sebulan lagi, hiks, jadi malu jugak!

  8. kalo saya menilai dari fungsinya saat ini, maksud saya, okelah kita ngutang untuk beli barang, namun barang tersebut harus benar2 berguna. untuk sepeda motor, saya sangat memerlukan sekali untuk bekerja dan saya bela2in ngutang, karena tanpa sepeda motor itu saya kerepotan mencari uang 🙂 jadi pihak yang saya utang seneng, saya juga seneng

    Hedwig?: Setuju sekali. Kadang kita tidak bisa membedakan antara sebuah kebutuhan dan keinginan membeli.

  9. Padahal kalo dipikir sama ya… menabung dengan menyicil… sama-sama ngeluarin uang, tapi kenapa nabung suka males…. kalo nyicil kan males gak males harus nyicil… mungkin nabungnya ke seseorang yang bisa maksa ya…
    Mungkin kalo nabung harus nunggu lama… kadang orang berpikir kilat, gak papa lah kehilangan uang dikit (tapi 10juta gak sedikit ya)…
    Apalagi ibu-ibu tuh… senengnya nyicil…

  10. untung yang bayar cicilan tiap bulan orang tua jadi nyusut pun bukan duitku sendiri 🙂 tapi sekarang udah lunas ding

  11. saya setuju banget tuh mas..
    saya setiap beli barang juga mikir-mikir (ada duitnya apa ngga :D) maksudnya.. beli barang yang awet yang kemungkinan ga bakal saya jual lagi.. soalnya saya anti sama yang namanya ngejual barang hasil jerih payah sendiri 😀 apalagi yang berhubungan sama teknologi huff..

    kalo udah dibeli ya dirawat 😀

  12. memang sih kalo kredit pasti jatuhnya lebih mahal, tapi ya kalo buat saya, susah banget ngumpulin uang sampe cukup baru beli sesuatu. ga akan kekumpul-kumpul. jadi mending kredit aja, otomatis kita harus menyisihkan uang.
    ato ngga, kreditnya jangan ke leasing tapi ke orang tua hehe… kan ga pake bunga hehe..

  13. Mas Hedwig, lagi bingung nih mau ngisi SPT Tahunan.
    soalnya disitu diperintahin ngisi harta yg dimiliki
    dan saya bingung ngisinya, soalnya harta yg saya punya cuma
    sepeda motor & uang di tabungan aja (maklum anak kost) 😀

    gimana ya kira2 cara menghitung nilai penyusutan sepeda motor
    misal : harga motor saya beli Rp 17jt
    saya membelinya dengan cara leasing dengan lama angsuran 2 tahun. kalo saya total2in saya habis biaya Rp 22jt
    saya beli sepeda motornya kira2 bulan juni 2008.
    pertanyaanya berapa nilai penyusutan sepeda motor saya saat akhir tahun 2009 ?

    Hedwig?: Wah.. jawabnya telat nih. Yang jelas, aset adalah nilai sepeda motor jika dijual. Kemudian tinggal tambahkan nilai sisa angsuran.

    Terima Kasih…

Tinggalkan pesan kamu