Railfans Photo Hunting at Cisomang Valley
Setelah mendapat info mau ada photo hunting di jalur kereta api Purwakarta-Bandung, gua langsung nyiapin kamera dan perangkat lainnya di depan kamar.
Pagi-pagi nyetater mobil… nambah air radiator.. pamit bokin terus cabut… brummmmm….
Ketemu temen-temen di Indomobil MT.Haryono (Pancoran ke arah Cawang) dan tepat jam 07:00 langsung bergerak ke Jembatan Cisomang….
Hampir 1 jam melalui tol Cikampek-Cipularang, keluar di exit Jatiluhur menuju Cisomang melalui Plered, agak macet.. biasa Pasar Plered dipenuhi Truck Tronton, Ojek, Delman, Angkot dan Orang.. he he he… 20 menit stack di pasar…. walah bisa kehilangan banyak moment nih.
Sempet mampir ke rumah salah satu teman, sebelum akhirnya sampek ke Jembatan Cisomang pada pukul 09:30 WIB.
Katanya ini jembatan kereta api dengan bentang tertinggi di Indonesia.. ketinggian dari dasar lembah Cisomang lebih dari 100 meter..
dan asiknya lagi ternyata disitu ada 2 jembatan yaitu yang baru dan yang lama (peninggalan Belanda)

Motret situasi Jembatan sekalian nungguin kereta api lewat, waaak.. ternyata tripod gua ketinggalan di depan kamar… aduh ini gara-gara buru-buru waktu berangkat, topi ketinggalan juga.. wah bisa berpanas-panas nih gua… tapi untungnya jas ujan ada di mobil.. jadi gak ketinggalan.
Kemudian ada ide untuk turun ke dasar lembah Cisomang, tanpa banyak ba bi bu langsung turun ke dasar lembah. Kira-kira butuh waktu 20 menit untuk turun sampai ke dasar lembah.
Main air sekalian ngerendem kaki yang panas, tidak lupa motret sana sini.
Karena di hulu tampaknya sedang mendung, akhirnya kita sepakat untuk naik, menurut orang sekitar, jika di hulu hujan, maka akan timbul air bah di sekitar kaki jembatan. Daripada kita keseret air mending naik aja kali ya.
Kita mendaki ke atas dari sisi lain lembah, dan ternyata mendaki adalah pekerjaan yang melelahkan.. ha ha ha… butuh hampir 1 jam untuk naik ke atas. Berkali-kali berhenti menghela nafas panjang. Memang usia tidak dapat dibohongi, mana nenteng tas kamera pula… tapi yang penting senang.
Sampai ke atas kita menanti kereta api yang akan lewat untuk difoto-foto. Tapi dari waktu sampai sampai menjelang tengah hari, hanya 3 kereta yang lewat itu semua dari arah Bandung dan satu Kereta Crane.
Akhirnya kita bergerak ke Station Cisomang, jaraknya sekitar 3km dari Jembatan. Sampai di sana kita mendapatkan khabar bahwa ada kereta yang anjlok, jadi seluruh jadual kereta api menjadi berantakan.
Pantesan dari tadi gak ada kereta api yang lewat.
Setelah puas ngobrol dengan Bapak-bapak petugas di Station dan motret sana-sini, akhirnya kita putuskan untuk ke Station Sasaksaat. Rencananya kita mau motret di Terowongan Sasaksaat dan Jembatan Cikubang.
Kita konvoi melalui jalan Propinsi, ternyata jalan itu sekarang sepi dan halus, lebih nyaman daripada jalan tol Cipularang.
Jarak ke Station Sasaksaat dari Station Cisomang kurang lebih 30 km.
Sampek di Station Sasaksaat cuaca mendung, wah bisa berantakan nih jadual motret, kita bergegas ke arah Terowongan dan byuuuurrrr hujan langsung mengguyur. Untung saja ada pos penjaga terowongan, jadi kita dapat berteduh di sana.

Setelah 2 jam berteduh sekaligus motret dan video shooting, akhirnya hujan berhenti, lumayan juga mendapat foto-foto dan video yang menarik di situ. Contohnya adalah berhasil merekam Kereta Api Argo Lawu yang terpaksa harus lewat jalur Bandung akibat ada kereta yang anjlok di Jatibarang.
Kira-kira jam 17:00 kita pergi ke rumah makan untuk makan dan setelah makan, rombongan terbagi 2 ada yang pulang ada yang bermalam di Station Sasaksaat.
Gua harus pulang karena hari minggu ada banyak kerjaan, sayang memang gak bisa nginep, lain kali pasti nginep dan di station yang lain.
Ternyata mengasyikan melakukan kegiatan seperti ini, hitung-hitung sebagai penyaluran hobby….





salam kenal dan minta no hp nya untuk kenalan, sy penggemar dari bandung