1

Railfan Photo Hunting – Station Plabuan

Jum’at Subuh 17 Maret 2006
B
angun pagi, terus mandi langsung berangkat ke Dipo Traksi Jatinegara. Hari ini memang sengaja bolos masuk kantor karena sudah ada rencana pergi hunting photo ke Station Plabuan di Jawa Tengah.

Total ada enam orang yang berangkat pagi itu, menggunakan Kereta Api Argo Muria, kami turun di Station Pekalongang. Station Plabuan adalah sebuah station kecil sehingga hampir tidak ada kereta api yang memiliki jadual berhenti resmi di sana, apalagi kereta api kelas 1 seperti jajaran kereta argo.
Dari Station Pekalongan kami menumpang Fajar Utama Semarang, dan kami minta bantuan masinisnya untuk dapat menurunkan kami di lokasi terdekat Station Plabuan.
Fajar Utama akhirnya berjalan pelan di lokasi Sinyal Masuk Station Plabuan, dengan hati-hati kami melompat dari kereta api yang berjalan pelan. Kami berteriak mengucapkan terima kasih kepada Masinis yang baik hati dan dibalas dengan semboyan 35 dari lokomotive.

Waktu menunjukan pukul 13:40 ketika kami berjalan lebih kurang 500 meter ke arah Station Plabuan, hari itu panas luar biasa, kepala terus berdenyut-denyut seakan mau pecah. 20 menit kami berjalan menyusuri rel kereta api dan akhirnya sampailah kami di Station Plabuan.

Station Plabuan

Station ini berada di lokasi yang terpencil, tepatnya di pinggir pantai utara, dan bila melalui jalan raya lintas utara, lokasi ini berdekatan dengan daerah Alas Roban, dari jalan raya masih harus berjalan lagi lebih kurang 15Km ke arah pantai.
Perumahan nelayan berada persis di depan station, suara ombak di pantai terdengar dengan jelas dan menjadikan station ini memiliki suasana yang berbeda dengan station lainnya. Sementara dibelakang station daerah perbukitan yang ditutupi oleh pepohonan yang rimbun. Suasana panas dan sejuk menyatu di station ini.

Kemi segera mendatangi PPKA (Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api), beliau cukup terkejut dengan kedatangan kami, apalagi setelah kami bercerita bahwa kami adalah penggemar kereta api yang hendak bermalam di station ini dan akan memotret suasana sekitar. Para petugas menyambut kami dengan hangat, bahkan kami dipersilahkan untuk mandi di kamar mandi mereka yang sangat bersih.

Setelah cukup istirahat dan cuaca mulai bersahabat, kami memutuskan untuk memulai hunting session, setelah sebelumnya kami diberikan jadual kereta api yang akan lewat di station itu. Kami berjalan ke arah Timur karena di daerah tersebut, rel kereta api berada persis di sisi pantai utara.

Rel Tepi Pantai

Beberapa kereta api lewat dan kami berhasil memotretnya. Para masinis kereta api tersebut cukup senang dengan kegiatan kami ditandai dengan senyuman serta lambaian tangan dan tidak lupa semboyan 35 dari klakson angin di lokomotive.
Hari hampir senja, dan kami memutuskan kembali ke station untuk memotret suasana sunset di sana. Tapi sayang sebuah kereta api yang jadualnya pas dengan sunset ternyata telat, sehingga kami hanya memotret suasana station saja.

Malamnya setelah mandi, kami melanjutkan night shoot session di sekitar station, kami memutuskan begitu, karena lokasi di sana sangat gelap, sehingga dapat membahayakan kondisi kami dan menyulitkan mencari focus ke object.
Cukup banyak kereta api yang berhenti karena harus bersilangan dengan kereta api lain. Para penumpang cukup heran dengan aktivitas kami di sana dan banyak yang bertanya-tanya dengan kegiatan kami, bahkan ada yang berguman bahwa kami ini edan koq mau-maunya berada di lokasi terpencil… he he he… wong namanya hobby… apa mau dikata.

Masih banyak kereta yang lewat, tetapi tenaga sudah terkuras habis, dan saya memutuskan untuk tidur agar besok pagi dapat mengabadikan sunrise di station plabuan.

Sabtu 18 Maret 2006.
Jam menunjukan pukul 5:00 sebagian teman-teman sedang melaksanakan sholat subuh, lainnya masih tidur dengan lelap. Cuaca saat itu hujan gerimis, wah tidak bakalan dapat sunrise nih… rada kecewa. Mending mandi aja agar kepala tetap dingin.
Jam 7:30 matahari baru keluar dari balik awan dan kami kembali memulai photo hunting.
Lumayan ada 2 kereta api petikemas yang berhasil di photo dan 2 kereta komuter, tapi kami kehilangan 1 kereta argo karena hujan gerimis…. sayang.

Jam 9:00 sambil menyantap mie instant rebus, kami meminta bantuan PPKA agar dapat menghentikan kereta Kaligung Bisnis di Station Plabuan, karena kami akan melanjutkan kegiatan ke Cirebon.
Kereta ini adalah kereta komuter Semarang – Tegal PP. Dan sayangnya kereta ini tidak memiliki jadual berhenti di Station Plabuan.
Kami membeli ticket untuk tujuan Tegal, dan jam 9:30 kereta tersebut datang. Kami bersalaman dengan petugas-petugas di Station Plabuan sebelum naik ke kereta api Kaligung Bisnis.
Masinis Kaligung Bisnis tampaknya cukup hapal dengan kami karena banyak memotret kereta ini, kami disambut oleh mereka saat naik ke kereta. Wah seru sekali, penumpang cukup dibuat bingung dengan kejadian ini.

Jam 11:00 Kereta Api sampai di Station Tegal. Karena tidak ada kereta api yang ke Cirebon saat itu, kami melanjutkan perjalan ke Cirebon dengan menggunakan bus antar kota. Teman-teman menyebutnya dengan Argo Coyo… ada-ada aja…

Sampai di Cirebon, sudah banyak teman-teman dari IRPS yang sudah berkumpul, karena memang kami sedang melakukan sebuah acara dengan DAOP III Cirebon, yaitu kunjungan ke Dipo Traksi Cirebon sekaligus melihat loko diesel CC20015, sebuah loko yang berhasil dihidupkan lagi setelah cukup lama mati.
Loko CC200 adalah seri loko diesel pertama di Indonesia, loko ini saat ini berada di Cirebon dan hanya satu yang masih dapat berfungsi walaupun tidak dapat beroperasi full seperti dahulu lagi.

Loko CC20015 in front of Dip Traksi Cirebon

Kami segera memesan kamar di penginapan, untuk melepas kepenatan dan menyimpan barang bawaan yang cukup berat. Hari ini kami hanya berdiskusi dengan teman-teman dan jajaran PT.KA
Kami juga melakukan night shoot session di sekitar Dipo Traksi Cirebon.
Seperti biasa, gua selalu ngantuk duluan dan kasur di penginapan menjadi sangat nyaman untuk ditiduri, walau jam saat itu menunjukan pukul 22:30.

Minggu 19 Maret 2006
Jam 7:00 pagi bangun, dan ternyata teman-teman yang lain sudah pada mandi dan sarapan roti dari penginapan.
Setelah mandi, kami ngobrol seputar kegiatan photo hunting di Station Plabuah dengan teman-teman yang baru bergabung di Station Cirebon.
Jam 8:00 kami mulai bergerak untuk mencari sarapan, dan tidak lupa melakukan photo session di monumen station Cirebon, yaitu loko uap.
Setelah kenyang motret dan sarapan, kami memulai photo session di dalam Station Cirebon. Teman-teman dengan semangat mencuci loko CC200.
CC200 tampak lebih bersih setelah dicuci oleh teman-teman. Setelah selesai di cuci, kami diberikan kesempatan oleh Kepala Station Cirebon untuk menaiki loko tersebut di seputara Station Cirebon, kami memang tidak diijinkan keluar station karena dapat mengganggu jadual perjalanan kereta api lainnya, tetapi itu tidak mengurangi kegembiraan kami mengendarai loko CC200.

Sampai jam 12:00 siang akhirnya kegiatan selesai dan kami berpamitan dengan jajaran pejabat dan pegawai station dan dipo traksi Cirebon. Wajah ceria tampak dari teman-teman.

IRPS and Friend OF CC200 in front of CC20015

Gua memutuskan kembali ke Jakarta menggunakan Cirebon Express Utama yang akan jalan jam 13:30.. sementara teman-teman lainnya memutuskan untuk lebih lama di Cirebon dan kembali ke Jakarta menggunakan kereta yang lain.
Kami berpamitan dan gua akhirnya sendirian pulang ke Jakarta.
Sialnya gua duduk bersebelahan dengan cowok… dasar sial…. mending gua tidur aja… he he he…
Gua tidur selepas keluar station Cirebon dan bangun ketika kereta api sampai di Station Jatinegara…. aaahhh… segarnya…..

———————————
IRPS: Indonesia Railways Preservation Society
PTKA: PT. Kereta Api (Persero).

Hedwigus

One Comment

Tinggalkan pesan kamu