Polisi vs Mahasiswa

Setelah kenaikan harga BBM diumumkan oleh pemerintah, intensitas aksi demonstrasi oleh elemen mahasiswa menjadi semakin panas. Bahkan terjadi bentrokan serius antara Polisi dengan Mahasiswa Unas pada Sabtu 24 Mei 2008 lalu.

Di sela-sela sebuah aksi demonstrasi di ibukota, yang selalu melibatkan polisi dan mahasiswa dan tentu saja obyek penderitanya adalah pengendara mobil yang mendapat bonus macet, ada pembicaraan yang santai antara seorang polisi dan seorang mahasiswa.

Mahasiswa: Istirahat dulu ah, kepala panas nih dan capek teriak-teriak.
Polisi: Sama-sama mas,saya juga capek, sudah begadang semalaman, sekarang harus panas-panasan di bawah terik matahari.

Mereka berdua duduk di bawah sebuah pohon yang tidak lagi rindang sambil menegak air mineral dalam gelas yang diberikan oleh para donatur demonstrasi.

Sebagai seorang Polisi yang baik, si Polisi membuka pembicaraan dengan memberikan sedikit nasehat kepada sang Mahasiswa.
Polisi: Mas, mbok kalo demo, gak usah pake lempar-lempar batu segala, apalagi bom molotov. Polisi khan juga manusia, jika terkena lemparan pasti sakit juga.

Si Mahasiswa yang sedang melamun dengan suasana hati yang tidak terlalu baik, menimpali dengan sedikit emosi.
Mahasiswa: Pak, kita ini mau menyuarakan pendapat, menentang kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat kecil. Tapi sampean itu lho, malah menghalang-halangi niat kita. Situ juga mukuli kita pake rotan dan pentungan.

Si Polisi yang mendapat jawaban agak keras, memberikan jawabannya.
Polisi: Mas, kami ini polisi, tugasnya adalah menjaga ketertiban umum. Jadi kami harus melindungi masyarakat banyak dari gangguan-gangguan, salah satunya ya aksi demonstrasi mahasiswa seperti ini. Khan banyak orang yang kesusahan akibat aksi ini. Lihat tuh jalanan macet dan banyak orang yang terpaksa terbuang waktunya.

Si Mahasiswa dengan gaya santainya sambil mengunyah sebuah risoles yang juga hasil pemberian donatur demonstran, memberikan argumentasinya.
Mahasiswa: Pak, memangnya para Polisi ini gak susah apa saat pemerintah menaikan harga BBM ?. Saya susah, mereka yang kena macet itu sebenarnya juga susah, rakyat semua susah. Jadi kalo semua susah, mengapa kita dilarang untuk menyuarakan pendapat.

Sang Polisi memberikan pendapatnya dengan tenang.
Polisi: Mas, tadi khan saya katakan, bahwa kami hanya menjaga ketertiban, tidak melarang. Khan sekarang aksi demonstrasi atau menyuarakan pendapat telah dilindungi oleh peraturan.

Mahasiswa: Tapi bapak hidupnya susah ndak, saat harga BBM dinaikan ?.

Polisi: Ya, terus terang saja, kami juga seperti yang lain, pasti akan terima imbas dari kenaikan harga BBM. Tapi sebagai seorang Polisi, kami memiliki kewajiban untuk melindungi ketertiban umum dan kepentingan orang banyak.

Mahasiswa: Nah kalo begitu, saat ini ada orang-orang yang telah dengan sengaja mengacaukan ketertiban umum dan menyengsarakan orang banyak.

Polisi: Sepertinya begitu.

Mahasiswa: Jika begita Pak Polisi harus segera mengambil tindakan untuk menangkap orang-orang tersebut.

Polisi: Pasti!

Mahasiswa: Orang yang paling bertanggung jawab dengan segala macam kekacauan yang ada saat ini adalah Presiden RI. silahkan datang ke istana dan tangkap orangnya Pak!.

Polisi: Lho!

Mahasiswa: Muara dari ini semua khan ada di tangan Presiden, jika dia tidak menaikan harga BBM, pasti kita berdua tidak perlu berpanas-panas ria di sini bukan.
si Mahasiswa sambil memakan resolesnya yang kedua.

Polisi: Maksud pemerintah khan baik, dengan manaikan harga BBM untuk menekan nilai subsidi yang sedemikian besar.

Mahasiswa: Lho, bukankah memberikan subsidi adalah kewajiban pemimpin terhadap rakyatnya. Subsidi kesehatan, subsidi pendidikan, subsidi BBM dan subsidi-subsidi lainnya untuk orang banyak. Apa bapak mau, subsidi beras untuk bapak harus dipotong setiap bulannya?

Polisi: Sebagai seorang pengabdi negara, saya siap jika harus dipotong subsidinya.

Mahasiswa: Kemudian nanti gimana untuk mbayar sekola anak, mbayar rumah sakit, mbayar ongkos transport dan lain-lain kalo subsidi dihilangkan, sementara pendapatan tetap segitu-gitu aja. Mau korupsi ?

Polisi: Ya ndak Korupsi, mosok Polisi harus melanggar peraturan, gak betul itu.

Mahasiswa: Jadi, ujung-ujungnya kita harus terus hidup dalam kesusahan tho.

Polisi: Wah, seharusnya sebagai generasi muda, mas harus merasa optimis bahwa masa depan pasti akan lebih baik.

Mahasiswa: Walaupun harus mengorbankan rakyat banyak ?.

Belum sempat dijawab, sang Polisi harus menjawab panggilan komandannya untuk kembali bertugas menjaga ketertiban. Dan sang mahasiswa setelah kenyang makan dan minum serta selesai beristirahat kembali masuk ke dalam barisan aksi demonstrasi.
Keduanya kembali beradu phisik, saling dorong saling lempar dan saling pukul. Sementara harga BBM tetap naik.

Semoga cerita di atas hanya fiksi belaka, dan segera kita terbangun dari mimpi buruk

Photo milik okezone.com

 

11 Responses to “Polisi vs Mahasiswa”

  1. agh sayang.. endingnya kenapa ga pake lempar-lempar batu??

    dasar mahasiswa.. (loh saya apa? :D )

  2. kasian pak polisinya yang difoto itu, semua beraninya cuma keroyokan sih

  3. unik juga ceritanya… aku seakan terbawa ke suasana waktu itu… berdemo sih boleh boleh saja,…. asal tidak anarkhis…. yang namnay manusia kan kalau dilemparin batu ya pasti bakalan kesel lah… apalagi polisi jiga udah panas panas… bayaran gak seberapa… eh… malah dilemparin batu lagi… apalagi yang ngelemparin masih muda muda… apa gak kesel tuh…

  4. huh, kelihatan Mahasiswa sok menggurui si bapak Polisi soal politik dan kebijakan BBM, pdhl kalo kerjaannya belajar aja dg baik dan berprestasi ..itu bagus itu…secara langsung sudah memberi sesuatu pada negara *sok tau* itu juga demo memang gak penting banged. hidup pak Polisi..

  5. oOo.. si mahaSIWA ini ga pernah belajar teori supply & demand kali yah, jadi kenaikan harga BBM ini tidak dianggap sebagai sebuah keharusan..

  6. perdebatan yang menarik antar polisi dan mahasiswa yang nyantai…kalo presiden ditahan polisi gara kenaikan harga bbm, bisa2 lucu dunk ya :D

  7. makanya hayo…rajin bayar pajak.

    btw, donatur para demonstran saha yak ?

  8. btw pak polisinya abis di gebukin n masuk tipi jadi naek satu pangkat loh (gosip mode ON)

  9. Saya Stuju dngn Si Mahasiswa pokoke’ kt hrs bisa menyuarakan aspirasi kita…
    Tapi sy Stuju jg am pak polisi yg mengutamakan ketertiban&keamanan umum…

    jadi bs diliat kan garis tengahnya a.k.a solusinya: Menyuarakan aspirasi dngn gak usah sampe ganggu ketertiban umum,kyk blokir2 jalan ampe nyusahin org lain,bakar2 ban bekas,lempar2an(coba deh nyalurin aspirasinya dengan lebih elegan&anggung pasti simpatik akan dtg dan rakyat dgn sendirinya akan berdiri di belkg para mahasiswa)…

    -For Better Indonesia & Democracy-

  10. heheh begitu disuruh menangkap presiden gak berani. ya jelalah lah wong atasannta..

    btw, kasihan tuh foto polisinya wajahnya tampak ketakutan mau dikeroyok massa.

    tapi ingat gak? polisi juga bisanya cuman main keroyok!

  11. hahaha… jangankan presiden, mo nangkap maling yg punya back-up aja kaga berani hehe

Discussion Area - Leave a Comment