3

Photo Hunting: Sasaksaat

Sudah lama sekali saya tidak pergi mblusukan (istilah yang digunakan oleh para penggila kereta api untuk hunting photo, berkemah, tracking dan segala kegiatan outdoor yang berhubungan dengan kereta api). Sampai suatu Sabtu akhirnya punya sedikit waktu untuk kembali menyalurkan hobby ini.

Lokasi yang dipilih adalah Stasion Sasaksaat yang terletak di jalur kereta api Jakarta – Bandung. Sebuah lokasi yang tidak terlalu jauh dari Jakarta maupun Bandung dan relatif mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Biasanya para Railfans (RF) naik kereta api yang berhenti di stasion ini. Atau jika berangkat dari Jakarta menggunakan rangkaian Argo Parahyangan, minta ijin ke Kondekturnya untuk dapat diturunkan disini.

Siang itu, setelah berkutak dengan pekerjaan yang tidak pernah berhenti. Saya pergi ke Sasaksaat.

Stasion Sasaksaat

Stasion ini berada diketinggian 540 meter dari permukaan laut. Lokasinya dikelilingi bukit dan lembah dengan pepohonan yang masih hijau. Siang itu, matahari bersinar tidak terlalu terik dan udara sejuk menyelimuti sekitar stasion.

Ada dua obyek utama yang digemari oleh para RF, yaitu: Terowongan Sasaksaat dan Jembatan Cikubang. Siang itu saya lebih senang berada di sekitar stasion saja, ngobrol dengan para petugas yang berjaga disana.

Sejak rangkaian kereta api Parahyangan dikurangi jadualnya, perjalanan kereta api menjadi semakin jarang. Hal ini membuat stasion ini menjadi semakin sepi.

Karena saya datang saat Ramadhan 1431H, maka siang itu acara ngobrol tanpa ditemani kopi panas dan goreng pisang. Sedangkan udara sekitar cukup dingin.

Di Stasion ini, hampir tidak ada rangkaian kereta api yang berhenti kecuali jika harus bersilangan dengan rangkaian kereta api lainnya. Satu-satunya rangkaian yang berhenti normal disini adalah Kereta Mandra (istilah untuk rangkian kereta api patas jurusan Purwakarta – Cibatu). Beberapa railfans menyebut rangkaian ini dengan Kereta Jim West, karena mungkin karena selalu penuh, kumuh dan berhenti disetiap stasion. Persis seperti gambaran kereta api di film-film cowboy.

Menjelang sore, saya diberitahu bahwa akan ada rangkaian kereta api yang akan masuk dari arah terowongan. Sayapun bergegas menyiapkan kamera dan bergerak ke arah bukit kecil antara stasion dan terowongan.
Bangunan stasiun tampak jelas dari bukit ini, sayang posisi terowongan masih terhalang satu bukit lagi.

Sasaksaat Station

Sasaksaat Station

Sementara itu, lokasi favorit lainnya adalah Jembatan Cikubang. Jembatan ini berada dekat dengan jalan raya Purwakarta – Padalarang dan membentang melalui dua lembah yang cukup dalam.
Kedua obyek tersebut (Jembatan dan Terowongan) mengapit Stasion Sasaksaat berada ditengah-tengahnya.

Jembatan Cikubang

Jembatan Cikubang

Jalan tol Cipularang kini menjadi pendamping jembatan Cikubang yang bertahun-tahun berdiri tegar membelah lembah sendirian.

Sejak dibukanya jalan tol Cipularang, selain mengurangi frekwensi perjalanan kereta api. Jalan raya Purwakarta – Padalarang juga cukup sepi.

Setelah puas mblusukan di area ini, saya kembali ke Stasion.
Walau berada di daerah terpencil, Stasion Sasaksaat menjadi lokasi favorit bagi warga sekitar untuk menghabiskan waktu sore (apa lagi saat ini sedang bulan puasa). Bagi para petugas stasion, keramaian ini dapat menjadi teman pembunuh waktu di hari-hari yang sepi.

Selepas Magrib, Stasion kembali sepi dan yang terdengar hanya suara jangkrik di kegelapan malam. Puas rasanya berada di Stasion terpencil lagi bersama teman-teman yang memiliki dedikasi tinggi mengawal perjalanan dan keamanan kereta api.
Sasaksaat kembali kedalam kegelapan malam, para petugas kereta api masih menunggu satu perjalanan rangkaian Argo Parahyangan dari Jakarta dan satu rangkaian Argo Parahyangan terakhir dari Bandung.

————————————————————————–

Kode stasiun Sasaksaat: SKT

Hedwigus

3 Comments

  1. Wahhh, bagus bagus mas fotonya…
    Itu tapi kok patahan rel (pencabang) nya lucu ya, bisa patah banget gitu 😀

  2. Om Hedwigus..
    Mau tanya..
    Kalau ke Sasaksaat pulangnya ke Jakarta naik kereta apa ya? Katanya ga ada kereta yg berhenti disana?

    Ditunggu jawabannya, mau iseng2 hunting.. 😀

Tinggalkan pesan kamu