10

Perang dengan Rayap

Setelah sebelumnya ruang tamu ku yang ta seberapa sempat dirubung laron, akhirnya saya mendatangkan bala bantuan pemburu rayap.

Saat mereka datang, pertama kali langsung memantau medan pertempuran dengan memantau setiap komponen kayu dan atap. Setelah itu, mereka menyiapkan peralatan tempur untuk menggempur lokasi-lokasi persembunyian para teroris rayap.

Perang dengan Rayap

Sebelum perburuan dimulai, saya memastikan kembali kepada para pembasmi rayap untuk menggunakan racun serangga berbahan dasar air. Kenapa saya pilih yang ini, karena lebih ramah terhadap lingkungan. Bahan dasar air juga tidak membuat tanaman mati selain air yang mudah diperoleh dari kran PAM.

Sebuah mesin yang saya sebut sebagai water injector juga mulai disiapkan, sebuah gentong plastik besar yang telah diisi air yang dicampur dengan racun pembunuh rayap juga telah disiapkan. Nantinya cairan dari sini akan disemprotkan dengan tekanan yang tinggi kedalam sudut-sudut rumah.

Target pertama adalah atap di lantai atas. Para pemburu rayap masuk ke atas langit-langit rumah dan mulai beraksi dengan menyemprotkan cairan ke segala penjuru. Walaupun kayu-kayu kaso penyangga atap masih baik dan belum tersentuh oleh rayap, penyemprotan ini adalah untuk mencegah rayap mendatangi lokasi ini. Dinding bata juga tidak luput dari semprotan untuk memutus jalan rayap selain kaso penahan serta gypsum sebagai langit-langit.

Sementara itu pasukan pemburu rayap lainnya sudah memulai aksinya dengan membuat lubang-lubang kecil di lantai dengan menggunakan impact drill. Lobang-lubang kecil yang dibuat sedalam lebih kurang 30cm ini, nantinya akan digunakan untuk memasukan cairan pembasmi rayap ke dalam tanah dibawah lapisan lantai.


Yang perlu diperhatikan di sini adalah jumlah lubang. Di rumah saya, mereka membuat lubang di setiap sambungan ubin dan mengelilingi dinding rumah. Hal ini adalah untuk memagari rumah dari serangan rayap selain untuk membunuh rayap yang ada, karena rayap membuat sarang sekitar 1-1,5 meter di bawah rumah kita.

Pastikan anda mengetahui segala letak pipa-pipa air kotor dan air bersih atau segala macam installasi kabel di bawah lantai, agar tidak terbor dan mengakibatkan kebocoran atau hal-hal lain yang tidak diinginkan.

Selain melubangi tanah, para pemburu rayap juga membuat lubang di kayu kusen pintu bagian bawah. Tujuannya adalah untuk memasukan cairan ke dalam kayu kusen untuk memutus jalan rayap. Sebuah benda seperti pentil harus ditempatkan di dalam lubang untuk mencegah cairan kembali keluar dari kayu.

Proses Injeksi

Setelah semua lubang berhasil dibuat, berikutnya adalah proses menyemprotkan cairan ke dalam lubang-lubang tersebut. Cairan bertekanan tinggi diharapkan dapat masuk ke dalam tanah dan kayu dengan sempurna.
Para pembasmi rayap terlebih dahulu menyiapkan gentong kedua untuk ini, karena gentong pertama sudah habis untuk membasahi seluruh kayu di dalam atap rumah.

Sebuah alat dari besi dengan bagian atas melengkung seperti pegangan payung digunakan untuk memasukan cairan ke bawah lapisan lantai. Sementara untuk memasukan cairan ke dalam kayu kusen, alatnya seperti pistol air.

Untuk proses ini, para pemburu rayap harus menghabiskan 3 gentong cairan.

Setelah itu, langkah berikutnya adalah menyemprot semua lis kayu yang ada di lantai dan langit-langit. Terdapat tanah yang keluar dari sebagian lis kayu yang disemprot, menandakan rayap ada atau pernah ada di sana.
Di bagian dalam rumah saya, kebetulan ada void dan pada pada dasar void tidak dipasang lantai keramik, hanya ditutupi oleh batu alam. Bagian ini juga tidak luput dari pengeboran bahkan untuk mempermudah pekerjaan, cairan anti rayap disiramkan saja di bagian ini dan langsng meresap ke dalam tanah.

Halaman depan juga tidak luput dari gerakan pembersihan rayap. Rumput disiram cairan agar langsung dapat meresep ke dalam tanah dan kusen-kusen diluar juga tidak lupa dari proses ini.
Car-port, yang merupakan bagian terluar dari rumah juga tidak luput dari semprotan air karena bagian atap menggunakan konstruksi kayu. Walau sudah menggunakan anti rayap dan dicat, tetap saja perlu disemprot karena untuk mencegah rayap mendekat.

Perlu waktu lebih dari 6 jam untuk para pembasmi rayap ini menyelesaikan pekerjaannya. Berikutnya mereka menutup lubang-lubang dengan nat yang sudah mereka persiapkan dan membersihkan lantai dari ceceran air dan bekas tanah, serta merapikan kembali prabotan yang sebelumnya dipindah-pindah.
Sebelum pulang, mereka menanam sebuah alat berbentuk tabung dari PVC yang dilubangi kecil-kecil di bagian tepi dan diisi dengan kayu pinus.
Tujuan dari alat ini adalah untuk mendeteksi kedatangan rayap. Kayu pinus adalah kayu favorit bagi rayap, apabila mereka datang ke alat ini, artinya pembasmi rayap harus kembali untuk membasmi rayap.

———————————

Tips:

  1. Saat memilih vendor anti rayap, pastikan mereka memiliki purna jual yang baik selain memberikan pekerjaan ulang secara Gratis! apabila rayap kembali mendatangi rumah sebelum 3 tahun.
  2. Gunakan pembasmi rayap berbahan dasar air, karena selain lebih ramah lingkungan juga tidak berbau dan tidak merusak perabotan di rumah.
  3. Saya membayar pekerjaan berdasarkan ukuran rumah dalam meter persegi bukan berdasarkan jumlah cairan yang digunakan. Bagian atap (bahkan lantai dua rumah) termasuk dalam ukuran ini dan tidak dikali jumlah lantai.
  4. Minta mereka untuk membuat lubang sebanyak-banyaknya untuk dapat mengcover tanah di bawah lantai dengan cairan anti rayap.
  5. Tanya apakah kayu-kayu yang ada didalam rumah masih cukup baik atau tidak, sehingga kita bisa tahu, bagian mana yang harus segera diganti sebelum hancur dan menambah kerusakan menjadi lebih parah.
  6. Vendor yang saya pilih ternyata menerapkan pembayaran mundur 14 hari, jadi bisa ngatur cash-flow.

Hedwigus

10 Comments

  1. saya juga di GDC punya masalah sama dengan rayap.
    Bisa minta info siapa vendor-nya anti rayap yang bpk pakai?
    Dan alamat atau telponnya.

    Thanks,

    Hedwig?: Halo Pak Dwi,
    Silahkan hubungi saja PT. Spektra Solusindo di 021-7209304 up. Pak Udin

  2. Thanks Pak,
    Kalau boleh tahu, berapa biayanya ya?
    dan bagaimana perhitungan biayanya?
    Kalau ini off the record, bisa kirim lewat japri 🙂
    Sekali lagi thanks pak!

    Hedwig?: weleh.. gak off-the-record koq.. harga itu ditentukan saat mereka melakukan survey, karena akan dihitung dari luas area yang akan dikerjakan. Harga per meter persegi Rp. 27.500,-, kemudian tinggal dikalikan luas area aja koq dan sudah termasuk ke atas alias atap.

    Salam

    pf: Saran aja, untuk pekerjaan lebih baik jangan week-end, karena mereka sudah cukup padat jadual di week end, lebih baik antara senin – kamis. Karena pekerjaan memakan waktu seharian, di hari jum’at rada-rada pendek karena akan terpotong jum’at an.

  3. Win.. boleh tak copy isi artikel-nya yah..

    Nggak gw publish lagi kok.. cuma buat dokumentasi pribadi, siapa tahu ada rencana mau perang ama rayap juga.
    Rumah gw sebagian dah hampir kena rayap “lagi” dari rumah sebelah.. ampe ganti kaso dan akhirnya kena lagi :((..

    thanks,
    FREN

    Hedwig?: oom Agung.. monggo silahken.. tapi lebih baik.. langsung serang aja rayapnya.. daripada kayu dan kabel rusak semua 🙂

  4. untuk jasa anti rayap yang harganya lebih murah antara 20rb – 25rb /m2
    bisa menghubungi saya di 031.77721040

    UNITED PEST CONTROL
    Jasa Antirayap, Pest Control & Fumigasi Professional

    Menangani pengendalian hama :
    Rayap, Tikus, Kecoa, nyamuk, Lalat, Hama Gudang, fumigasi Dll.

    Cara Order Sangat Simple :
    Anda Telpon Kami Datang, Survey Gratis…

    Kualitas & Harga Terbaik, BERGARANSI!!!

    Melayani INDUSTRI & PERSONAL
    Seluruh Indonesia

    Call.031.77721040

    Hedwig?: Ayo-ayo… buruan dianti rayap, daripada rumahnya keburu rubuh

  5. Proses keluarnya rayap dari tempat persembunyiaannya secara massal disebut juga swarming, yang terjadi ketika ada perubahan cuaca, perubahan geologi maupun suhu udara. Jadi, yang sering muncul di indonesia, proses swarming ini ketika hujan turun, atau awal musim penghujan. Sesuai rancangan genetisnya, sesudah mereka dewasa rayap betina dan rayap jantan mencari pasangannya masing-masing dan sesudahnya mereka akan mencari tempat yang cocok untuk berkembang biak. Berhubung makanan rayap adalah selulosa kayu, maka tidak heran, mereka akan masuk dalam lemari, kusen pintu dan tempat lainnya. Karena sesuai dengan kebiasaan rayap yang suka mencari makan secara acak, jadilah rumah kita dikeroposin disana-sini. Dan si rayap sendiri berkoloni dibawah tanah.
    Jadi sebenernya mereka sudah sempat hidup cukup lama sebagai rayap (ya dalam hitungan tahun rayap).

    Yang tidak bertemu dengan pasangannya, atau tidak menemukan lubang kembali ke sarangnya atau tempat buat berteduh, ya habis tenaganya setelah pagi
    datang, pasangan jantan & betina yang sukses, terus kawin dan bertelor, betinanya bakal jadi ratu di koloni barunya… itu kalo sarangnya tidak keburu dibersihin. atau di tumpas dengan methode penyuntikan, atau kami sering menyebut : TFP (Termite Full Proofing) atau CBS (Chemical Barrier System).

    Ok, sekian informasi sepintas dari REMPEST
    http://www.remapest.com

    Dapatkan TIPS menarik menanggulangi rayap dari website kami.

    Hedwig?: Thanks for the info

Leave a Reply to Remapest Cancel reply