2

Memilih Televisi High Definition alias HD

Kemajuan teknologi didunia home entertainment saat ini sudah cukup maju. Televisi layar datas dengan dimensi yang tipis telah menggantikan televisi berteknologi tabung atau CRT (cathode ray tube).
Televisi berbasis layar LCD sudah semakin marak dan dengan harga yang terjangkau. Ada satu teknologi yang ditawarkan oleh televisi-televisi model terbaru, yaitu High Definition atau kita kenal dengan HD.

Saat memilih televisi LCD, kita sering mendengar kata HD Ready atau Full HD. Pada dasarnya kedua type tersebut sudah mendukung format High Definition, yang membedakan pada HD Ready, format gambar menggunakan system 720p atau 1080i, sedangkan Full HD adalah kemampuan menampilkan gambar dengan format 1080p. Huruf “i” menandakan interlace dan hurup “p” menandakan progressive scan.

Gambar dibawah ini untuk menunjukan beda interlace dan progressive scan.

Sementara apa saja yang dibutuhkan saat akan membeli televisi berformat HD.

High Definition Television.
Setidaknya saat memilih televisi, sudah mendukung fungsi HD Ready, sehingga dapat memainkan video dengan ukuran 720p (1280 x 720 pixels) atau 1080i (192o x 1080 pixels) dalam format interlace.
Tetapi yang disayangkan, format tersebut diatas belum didukung oleh film-film DVD yang ada. Setidaknya harus menggunakan DVD-HD atau langsung ke format Blue-Ray untuk dapat menikmati ketajaman gambar yang ditayangkan.
Untuk mendukung format HD, jangan lupa untuk memeriksa apakah televisi tersebut telah dilengkapi port HDMI. Karena hanya port HDMI yang dapat menyampaikan video dalam format HD.

Ukuran
Ukuran televisi LCD saat ini sudah cukup tipis, rata-rata memiliki ketebalan 2 inch saja. Beberapa merek memiliki ukuran lebar layar sampai dengan 100 inch, tetapi yang paling banyak dipasaran adalah yang berukudan 32 inch.
Ukuran 32 inch sudah cukup untuk digunakan di rata-rata rumah di Indonesia. Kecuali jika memang memiliki ruang yang cukup luas.
Beberapa merek proyektor LCD juga sudah menawarkan dalam format HD-Ready. Sudah cukup untuk membuat sebuah home cinema dengan lebar diagonal layar lebih dari 100 inch.

Rata-rata format televisi seperti ini adalah 16:9 atau disebut dengan wide-screen. Tayangan televisi lokal masih menggunakan format 4:3 sehingga jika dipaksakan dalam format wide-screen akan membuat gambar menjadi terlihat gepeng.

Content
Saat ini di Indonesia, tayangan High Definition hanya dapat dinikmati melalui format HD-DVD atau Blue Ray. Belum ada satu stasion televisi yang menyiarkan siaran dalam format HD bahkan dalam ukuran terendah, yaitu 480i. Bahkan pay television belum ada satupun yang menerapkan format HD.
Jadi saat menyaksikan tayangan sinetron dari local TV station, pasti akan tampak biasa saja dan cenderung sama dengan kualitas televisi konvensional.

Selain menonton film dalam format HD. Televisi jenis ini juga dapat digunakan untuk bermain video games yang mendukung format HD, seperti Playstation III atau XBox 360. Tayangan yang dihasilkan sangat detail dan lebih jernih, sudah seperti bermain games di PC yang dilengkapi dengan video card yang canggih.

Tata Suara
Tata suara yang dimiliki oleh televisi ini biasanya sudah mendukung Surround Sound. Tetapi karena dimensinya yang tipis, suara yang dihasilkan masih kurang baik. Sayang sekai saat menonton film Pirates of the Caribbean dengan format Full-HD tetapi suara yang dihasilkan tidak mendukung.
Sound Processor/ Sound Receiver yang mendukung standart Dolby Digital dan speaker yang tentu saja mendukung. Koneksi menggunakan serat optik untuk tata suara yang baik juga diperlukan.


Saat ini sudah ada type terbaru dari televisi ini dengan menggunakan teknologi LED. Apabila teknologi LCD masih harus menggunakan back-lite, teknologi LED tidak memerlukan back-lite, sehingga televisi modern seperti ini memiliki ketebalan yang lebih tipis lagi (sekitar 1 inch) dan dengan tata warna yang lebih cerah dan tajam.

Kembali lagi itu semua dapat dinikmati apabila content berformat HD sudah mudah didapatkan. Apabila hanya untuk menonton sinetron saja, lebih baik tetap menggunakan televisi konvensional sambil menunggu harga televisi HD turun harga lagi.

————————————————–

gambar milik:
– wikipedia.org
– samsung.com

Hedwigus

2 Comments

Tinggalkan pesan kamu