11

Mac vs Windows

Sabtu minggu lalu di sore yang gerah, membuat saya malas untuk keluar rumah. Setelah mandi sore saya nonton acara di televisi yang bulan lalu sempat mengeluarkan asap dari bagian belakangnya, maklum televisi sudah tuwek.

Seperti biasa, acara televisi dipenuhi dengan acara-acara gak bermutu dari televisi lokal. Sambil browsing acara televisi akhirnya sampai ke channel 67, Cinemax.
Channel televisi asing yang biasanya memutar film-film lama dengan cerita yang kadang gak bermutu ini, sore itu ternyata menayangkan sebuah film yang ternyata membuat saya menonton dari awal sampai akhir program.

Pirates of Silicon Valley

Judulnya memang seperti sebuah film murahan. Sebenarnya sajian dari film ini bisa dibilang tidak terlalu menarik, jangan dibandingkan dengan film Pirates of Caribiens nya Jhony Deep.
Saya berhasil menyelesaikan nonton Pirates of Silicon Valley karena isi cerita film yang sangat menarik.

Ada dua tokoh penting di dalam film ini, yaitu Steve Jobs dan Bill Gates. Ya, dua tokoh dari dunia teknologi yang benar-benar telah merubah gaya hidup banyak manusia di dunia.

Awal cerita mengisahkan Steve Jobs (Noah Wyle) dan sahabatnya Steve Wozniak, dua orang mahasiswa yang pintar dan memiliki tujuan untuk merubah dunia. Mereka berdua bahkan pernah menjual sebuah alat mirip tone dialer yang dapat menjebol jaringan AT&T agar dapat melakukan pembicaraan telepon jarak jauh secara gratis, tentu saja ilegal.
Jobs dan Wozniak akhirnya membangun sebuah sistem komputer dibawah perusahaan Apple. Awal mulanya, perusahaan ini berada di garasi orang tua Steve Jobs. Sampai akhirnya mereka mendapat investor dan mulai melebarkan sayapnya dengan membuat kantor di Silicon Valley.

Sementara di tempat lain, Bill Gates (Anthony Michael Hall) masih senang bermain poker dengan teman-teman satu kostnya, sampai suatu hari dia melihat sebuah komputer di sampul sebuah majalah.
Bill Gates yang cerdas dan menguasai bahasa pemrograman, akhirnya mendapatkan kontrak untuk membuat operating system sebuah perusahaan komputer di Albuquerque.

Asal Muasal GUI.

Steve Jobs memiliki pandangan yang sangat maju tentang konsep Personal Computer (PC). Dia bahkan terang-terangan mencerca IBM sebagai sebuah perusahaan dengan sistem yang besar dan tidak flexible.

Sampai suatu hari Steve Jobs melihat Xerox menampilkan GUI dalam system operasinya dan Xeroxlah yang menemukan konsep Mouse.
Saat itu di Amerika, mouse menjadi bahan tertawaan karena namanya, tetapi tidak untuk Steve Jobs. Dia berusaha mati-matian untuk mendapatkan “source-code” GUI milik Xerox, dan tanpa diduga, Xerox memberikannya secara gratis ke Apple, karena menurut Xerox, GUI adalah sebuah kesalahan konsep. Kasihan Xerox.

Dengan GUI, Steve Jobs akhirnya dapat mengembangkan Apple Computer menjadi sebuah Personal Computer yang digemari saat itu, Perusahaan Apple menjadi semakin kaya, bahkan membajak CEO Pepsi, John Sculley.

Di saat yang sama, Bill Gates masih bekerja srabutan di bawah bendera Microsoft untuk mendapatkan project-project di perusahaan komputer. Bahkan di dalam sebuah pameran komputer, Bill Gates sangat mengagumi komputer Apple yang dipajang, bahkan ditunjukan Steve Jobs menolak berbicara dengan Bill Gates yang dianggap hanya pengunjung biasa.

Microsoft dan IBM.

Sampai suatu hari, Bill Gates dan Paul Gardner Allen mendapatk kesempatan bertemu dengan jajaran direksi IBM. Saat itu IBM yang mulai terusik dengan gempuran Apple, akhirnya termakan dengan ucapan Bill Gates, bahwa Microsoft mempu menyediakan sebuah operating system (OS) yang mampu memukul balik Apple. Bill Gates menawarkan DOS (Disk Operating System).

Paul Allen sempat kaget dengan ucapan Bill Gates, karena Microsoft belum pernah membuat DOS sementara IBM sudah ingin menggunakan DOS sebagai sebuah senjata melawan Apple.
Keberuntungan bagi Bill Gates, sebuah perusahaan komputer kecil, Seattle Computer Products mau menjual “source code” OS kepada Paul Allen dengan harga hanya 50.000 USD. Murah sekali.

Macintosh vs Windows.

Dengan pertumbuhan IBM-PC dengan DOS buatan Microsoft, akhirnya mempertemukan kedua tokoh utama ini.
Bill Gates datang ke markas Apple dan diterima oleh Steve Jobs. Bill Gates mengatakan bahwa Microsoft mampu untuk mengembangkan aplikasi untuk Apple Computer.
Saat itu Steve Jobs sedang mengembangkan konsep Macintosh. Bill Gates tidak hanya diperlihatkan prototypenya, Steve Jobs bahkan memberikan tiga unit prototype Macintosh untuk dibawa ke Microsoft, sebuah kesalahan yang mungkin disesali oleh Steve Jobs.

Bill Gates mulai mengembangkan Microsoft Window, sebuah Operating System yang jelas-jelas menjadi saingan utama Apple.

Dalam kemarahan, Steve Jobs mengatakan bahwa Apple dapat membuat sebuah system menjadi lebih baik. Sementara itu, Bill Gates menanggapinya dengan dingin, bahwa lebih baik itu bukan segalanya untuk sebuah operating system.

Conclusion

Keduanya Mac dan Win, berangkat dari sebuah idea, keduanya tidak dikembangkan sendiri, mereka mengambil dari orang lain, dan melanjutkan proses development.

Bill Gates akhirnya menjadi orang terkaya di seluruh dunia, sementara Steve Jobs yang sempat dipecat, kembali ke Apple tahun 1997 dan mengembangkan Apple menjadi sebuah personal computer yang indah bahkan seperti sebuah barang seni, dan kemudian hari mulai memproduksi iPod dan iPhone.

Dan kedua Mac dan Win masih digunakan sampai saat ini.

Tulisan ini dibuat menggunakan Browse Camino di atas operating system Mac OS X 10.4.10 yang diinstall di Notebook Compaq V3000.

Hedwigus

11 Comments

  1. Iya2 stuju…emank bagus bgt tuh filmnya…

    Bisa menginspirasi kita para Mahasiswa untuk berbuat lebih baik lagi..
    Apalagi pas bgt tuh ama moment dmn Mahasiswa skrg lg heboh yg namanya DEMO BBM ampe Blokir2 jln,lempar2an,bakar2an sgala… jd jgn hanya bisa demo tp bisa benar2 membuat hidup jadi lebih indah dan mudah…

    -For Better Indonesia & Democracy-

  2. Moral of the story :
    Hebat banget ya wegx itu…
    bisa tahan nonton satu filem sampe selse…
    biasanya udah ngorox…

    wegx?: sebenarnya blog ini seperti film aja, di Cinemax khan film ini diputar hampir setiap hari, memang ada beberapa bagian yang gak ketonton, ya itu karena gak sengaja tidur. Di hari lain, baru nonton bagian yang terliwat, sekali lagi itu juga kalo kembali gak ketiduran :p

    Hedwig?: Khusus film ini, saya nontonnya full… memang gak nyangka, bisa full

  3. masukin MURI aja kalo gitu!

    Hedwig?: Enggak ah, mau masukin ke PLN ajah :p

  4. @iin, iorme juga awalnya i lo

    btw belum nonton pelemnya tetapi kayaknya bikin bosen deh, gak ada berantemnya yah? 😀

  5. oooh… baik mac maupun win ternyata bukan hasil temuan mereka sendiri ya. mac dari xerox dan win dari DOS yg dibeli dari seatle comp..

  6. emang bagus banged film ini, dari jaman masih kuliah tahun 2002 an dah punya file nya ,walaupun dah di backup di CD tapi sampek sekarang masih tetep nongkrong di hardisk soalnya masih sering ditonton, buat memotivasi hidup kalau lagi gak bersemangat , orang sukses emang harus melewati perjalanan panjang. seperti Larry Page dan Sergey Brin pendiri Google, Azim Premji Pendiri Wipro Technologies India, atau juga Lakshmi Mittal pengusaha india yang merintis usaha bajanya di Surabaya, yang kemudian menjadi pengusaha baja nomor 1 dunia yang kemaren juga mau mengakuisisi PT Krakatau Steel.

Leave a Reply to hanggadamai Cancel reply