11

3G Services without 3G Signal

Setelah sekian lama berlangganan paket unlimited GPRS dari XL, sampai akhirnya mendapat SMS dari XL yang “memaksa” saya untuk berpindah layanan dari unlimited GPRS menjadi paket ‘limited’ 1GB 3G. Harga yang ditawarkan memang lebih mahal, bayangkan dengan tadinya hanya membayar 200.000 Rupiah sebulan plus PPN, saya dapat menggunakan jaringan GPRS yang lambat dengan quota yang tidak terbatas, bisa lebih dari 1GB, kayaknya gak mungkin, tetapi di rumah saya, di Depok, yang mungkin karena pengguna mobile datanya belum banyak, jaringan GPRS cukup handal, dan setiap bulan bisa mengakases lebih dari 1GB.

Saat liburan hari raya Lebaran tahun lalu, bahkan saya berhasil mendownload puluhan lagu melalui jaringan GPRS, mungkin karena traffic mobile selular saat itu cukup sepi karena banyak orang yang pergi liburan.

Dengan sedikit ultimatum dari XL bahwa jika melakukan migrasi, akan terkena pemutusan layanan data dan akan dikenakan tarif normal, akhirnya saya berinisiatif melakukan perubahan, saat ini akhirnya bergabung dengan paket layanan data denga quota 1GB sebulan dan tarifnya menjadi 250.000 Rupiah.
Dari GPRS ke 3G ternyata ada invlasi.

Walaupun sebelumnya menggunakan layanan GPRS, ternyata XL tidak dapat membatasi koneksi saat saya mengakses menggunakan handphone. Nokia E51 yang saya gunakan dapat mengakses jaringan HSDPA dan saya dapat mengunduh file-file yang saya perlukan ke dalam handset saya. Tetapi saat Nokia E51 dijadikan modem oleh Windows XP, maka XL hanya mengijinkan untuk menggunakan jaringan GPRS.

Sebenarnya ada yang lebih seru, di akhir waktu sebelum ‘terpaksa’ migrasi, ternyata OSX-86 alias Hackintosh dapat mengakses jaringan HSDPA dengan paket GPRS yang saya miliki. Sayang, tahunya gak dari awal. Padahal bisa mengakses apapun tanpa takut quota bandwidth.

Saat melakukan migrasi, saya kebetulan sedang berada di Jakarta. Dan benar seperti yang mereka janjikan, sekarang komputer Windows XP yang saya gunakan sudah dapat mengakses jaringan HSDPA dengan kecepatan yang kadang cepat kadang mati. Sekarang mungkin harus berhati-hati menggunakan jatah bandwidth, karena XL akan mengenakan tambahan biaya sebesar 0,4 Rupiah setiap kelebihan 1KByte atau 400.000 Rupiah per Gigabyte, plus PPN tentunya.

Saat kembali ke Depok, ternyata saya mendapat kejutan lain. Di rumah, saya ternyata tidak dapat menerima jaringan 3G XL. Mencoba keluar rumah, ternyata masih belum dapat jaringan 3G, lari-lari sedikit ke pos security tempat saya nongkrong, jaringan 3G XL mulai menunjukan dirinya, 1 bar… 2 bar…. 2 bar….. 1 bar….. dst.
Jadi, sekarang jika ingin mengakses internet di rumah, saya terpaksa kembali ke jaringan GPRS yang lumayan lambat.

Berhubung si XL masih berbaik hati dengan memberikan akses gratis selama 3 bulan (karena migrasi dari GPRS mungkin), saya cuma berharap dalam 3 bulan kedepan, BTS-BTS di sekitar Grand Depok City sudah mendukung jaringan 3G. Kalo belum juga, terpaksa saya yang mengalah, tidak lagi langganan paket 3G XL.

Hedwigus

11 Comments

  1. klo aku cuman pake karu XL buat telp dan sms doang…

    sangat2 teramat sangat sekali mengecewakan..

    sekarang aja ga bsa dipake..padahal ntar ada janjian ama teman..gmana mau kontak teman klo gini..

    murah2 sih murah..pelayanannya juga murahan..

    huahuahuahua

    Hedwig?: Sebenarnya ini juga cuma dipake internetan dowang, karena saat masih ikutan paket unlimited GPRS hanya mbayar 200.000 ++ Rupiah per bulan.
    Kayaknya operator selular sudah mulai kehabisan resource akibat expansi pelanggan, sementara peningkatan kualitas jaringan masih kedodoran.
    Ada teman-teman di ‘core-network’ yang cerita kalo beberapa BTS punya beberapa operator selular sudah mulai saturasi (bahasa kerennya, kehabisan jalur)

  2. ndak coba pindah ke halo unlimited aja om?

    Hedwig?: Pak Sopir, kebetulan signal 3G TSEL cukup kuat di rumah, tetapi ya itu, dulu pernah nyobain flash, mendingan pake telkomnet instant.

  3. I’m sorry to hear that mas, nambah cost 50 rebu hikss kalo di beliin buku pelajaran buat anak2 udah dapet2 buku paket ya … btw, yang penting kan kativitas ngeblognya jalan terus, yakan??

  4. Oh ya mau nanya lagi apa sih fungsi REG ke 4444 itu???

    Saya harap ditertibkan lagi pemakaian nomor hp karena mereka seenak-enaknya ganti nomer dan suka ngejailin orang.

    Hedwig?: Fungsi regitrasi pelanggan ke SDC (short dialing code) 4444 adalah untuk mendapatkan data pelanggan pengguna kartu pre-paid.
    Di Indonesia dengan jumlah pelanggan telepon selular sebanyak lebih dari 90 juta orang, ternyata dikuasai pengguna prepaid lebih dari 96%.
    Artinya lebih dari 85 juta orang yang mengguna telepon, memiliki status UNKNOWN..

    Di negara maju, pengguna postpain memiliki porsi yang besar, sementara prepaid biasanya digunakan oleh para wisatawan atau penduduk yang menggunakan telepon yang sifatnya sementara saja, jadi gak pake reg-reg an ke 4444.

    Tetapi memang dasarnya penduduk Indonesia kepengen berstatus UNKNOWN, jadi banyak pelanggan yang mengisi registrasi dengan data yang asal-asalan saja 🙂

  5. Aku punya saran nih buat Mas Tur yang pasti nomor XL-nya 0818xxxxxxxx

    Andaikan ada keajaiban dunia seluler, jadi semua nomor yang udah didaftarkan ke 4444 itu milik pribadi seseorang dan penggunaannya harus tunduk terhadap peraturan yang ada, maka setiap bulan bisa pindah atau ganti operator, namun masih dengan nomor yang sama.

    Misalnya, gini pemilik no. XL 0818 karena sinyal XL ga ada dan yang ada cuma sinyal Telkomsel aja, maka dengan keajaiban bisa bermigrasi ke Kartu As misalnya. Jadi ga perlu beli perdana dengan prefiks 0852 kalau mau nikmatin layanan Kartu As.

    Jadi, semua tergantung kebijakan Menkominfo kita, karena ke sekarang-sekarang persaingan seluler semakin tidak sehat.

    Saya harap Telkomsel tetap menjaga kualitas daripada tarif.

    Biar mahal, asal pelayanannya juga sesuai dengan tarif yang dikenakan. Maksudnya, jika sms Rp 88 ya harus sampe puaaasssss….

    Jangan-jangan setelah menjadi Rp 20,- pelayanan pun semakin turun dan mengecewakan??? Saya harap tidak.

    Lihat saja im3, XL, esia atau lainnya yang menawarkan harga murah, namun pelayanan pun semakin gak jelas juntrungannya dan semakin sensi-sensian.

    Masak kirim SMS dalam satu area kampus, hp sama-sama aktif. Yang satu pake XL yang satu pake im3, sms masuk kadang harus nunggu sehari baru nyampe.

    Tapi, sampai saat ini belum ada keluhan untuk pengiriman sms dari nomor Kartu As ke XL atau sebaliknya.

    Yang bermasalah hanyalah pengiriman sms dari XL Bebas ke im3 atau sebaliknya, atau dari Kartu As ke im3 suka error dan lama tersampaikannya.

    Saya berharap, Telkomsel tetap memberikan yang terbaik buat para pelanggan setianya, di samping nomornya yang unik berawalan 0852. Saya harap Kartu As hanya berawalan 0852 aja!!!

    Hedwig?: Di negara maju, nomor telpon dikuasai oleh pemerintah yang dapat digunakan untuk memudahkan rakyatnya melakukan kegiatan komunikasi, karena di sana orang percaya bahwa komunikasi yang baik dapat meningkatkan kinerja rakyatnya.
    Jada saat seseorang telah memiliki sebuah nomor telepon dan didaftarkan ke negara, mereka langsung memiliki kesempatan untuk memilih operator telepon mana saja yang mereka anggap paling baik dan memiliki tariff yang kompetitif.
    Jangan kaget jika seseorang dapat berubah-ubah operator telepon setiap bulannya untuk mendapatkan paket harga yang murah tetapi tanpa merubah nomor yang dimilikinya.

    Di Indonesia gimana ?
    Operator telekomunikasi di Indonesia “katanya” telah mendukung system virtual number sehingga si A yang saat ini telah memiliki nomor XL dapat dengan mudah menggunakan nomor TSEL saat ada promosi murah kemudian dapat pindah ke ISAT untuk menikmati paket data murah.
    Kenapa belum diimplementasikan ?
    Ya karena pemerinah tidak punya kuasa untuk membuat kebijakan tentang ini semua, secara perusahaan telekomunikasi sudah dikuasai asing atau memang ingin membuat bangsa ini terkotak-kotak dalam sebuah nomor-nomor telepon.

  6. duh… ga pake XL buat 3G 🙁

    jadi ga ngerti apa2 🙂

    Hedwig?: Kalo gitu jangan pake deh, nanti malah keranjingan ngeblog 🙂

  7. Di rumah, saya ternyata tidak dapat menerima jaringan 3G XL

    makanya pindah rumah, ojo nang ndeso… qiqiqiq… naik ke atap Margo aja…

    Hedwig?: Ndeso kuwi daerah ngarepe tjitajam

  8. agh saya cuma betenya.. im3 belom bisa buat video call 🙁

    keknya telkomsel bagus deh 😀

    Hedwig?: he he he… itu semua karena IM3 salah memilih platform… salah sendiri pake A*****L

  9. kalo aku pake TELKOMSEL FLASH,, sangat mahal – tidak stabil – banyak masalah ga beres2…

    mengecewakan semua deh layanan internet 3G…

Tinggalkan pesan kamu