2

Lagi Lari Pagi Lagi

Sudah dua bulan terakhir ini, saya punya kegiatan baru di pagi hari, lari-lari pagi. Di waktu lalu saat masih duduk di sekolah dasar, saya rada sering lari pagi dari rumah orang tua saya di kawasan Pejaten ke arah Ragunan Sport Center. Saat itu lalu lintas pagi hari bisa dikatakan sangat lenggang, yang lewat hanya oplet dan seingatku tidak ada hama sepeda motor seperti saat ini.

Dua bulan terkahir ini, hampir setiap hari, saya selalu menyempatkan untuk lari pagi. Kebetulan suasana disekitar rumah masih cukup mendukung, karena jauh dari jalan raya yang hiruk pikuk dan udara masih cukup segar, kecuali apabila ada orang iseng yang pagi-pagi membakar sampah dan asapnya merajalela kemana-mana.

Kenapa tiba-tiba lari pagi.

Sebenarnya hampir setiap hari, saya selalu menyempatkan berjalan kaki ke tempat-tempat tujuan pekerjaan saya. Tetapi ternyata berjalan kaki sejauh 500 meter masih dirasa kurang, karena sepertinya pundi-pundi lemak di sekitar perut tidak juga berkurang.

Suasana pagi-pagi di blokku

Suasana pagi-pagi di blokku

Awal saya kembali lari pagi lagi sebenarnya juga tidak sengaja. Biasanya saat libur, menyempatkan diri naik sepeda, tetapi pagi itu roda belakang sepedaku kempes, mungkin gak kuat nahan bobotku yang semakin membengkak. Di depan rumah, pagi itu cuaca cukup mendukung, saya berpikir untuk jalan kaki di depan rumah saja.
Tanpa sepatu, saya mulai berjalan. Habis satu putaran blok, rasanya koq kepingin lari. Awalnya nafas langsung ngos-ngosan, mata juga berkunang-kunang. Hari pertama, saya hanya mampu memutari setengah blok dengan berlari-lari tanpa sepatu. Setelah itu badan terasa lemas, nafas juga menjadi tidak beraturan.

laripagi_01

Sepatu basket

Hari berikutnya saya berlari dengan menggunakan sepatu, mungkin kemarin karena nyeker tenaga jadi terkuras habis. Sepatu yang tersisa saat itu tinggal sepasang sepatu basket, sementara sepatu kets yang lain sudah mangap bagian sol bawahnya.
Ternyata kejadian hari berikutnya terulang kembali, mata kunang-kunang, nafas terasa sesak kembali menyerang belum habis setengah putaran blok.

Ternyata lari itu benar-benar menguras tenaga, beda dengan naik sepeda.

Setelah itu, saya meniatkan diri untuk melakukan lari pagi setiap hari, kecuali jika hujan. Butuh waktu 3 hari untuk akhirnya saya dapat menyelesaikan satu putaran blok rumah saya.? Sebelum lari, saya melakukan sedikit pemanasan? (warming-up) dan setelahnya melakukan pendinginan (cooling-down).
Bagi saya ini adalah progress yang luar biasa, mengingat sudah lama saya tidak melakukan aktivitas ini.

Saat ini, setiap pagi saya selalu menghabiskan sekurangnya 5 putaran. Satu putaran berjarak kurang lebih 300 meter (diukur melalui Google Earth), kadang-kadang ada rasa ketagihan dan tidak ingin berhenti berlari. Targetnya adalah mulai berlari keluar komplek agar jelajahnya semakin jauh.

Lari pagi ditemani anak-anak

Lari pagi ditemani anak-anak

Hedwigus

2 Comments

Tinggalkan pesan kamu