Ku band

Ku Band

Indonesia sebagai negara yang luas dan terpisah oleh lautan, sangat akrab dengan sistem telekomunikasi berbasis satelit. Salah satu sistem komunkasi satellite adalah Ku Band.

Ku-Band adalah standart internasional untuk telekomunikasi radio yang memiliki ruang kerja di spektrum frekwensi antara 10.95 Ghz sampai dengan 14.50 Ghz. Jika dibandingkan dengan komunikasi telpon selular yang bekerja antara 800 Mhz sampai dengan 1.9 Ghz atau radio yang digunakan perangkat wireless access point yang bekerja pada spektrum 2.4 Ghz, maka Ku-Band berada jauh diatas dari yang digunakan oleh device-device yang sering kita gunakan.

Ku Band

Di Indonesia (Region-P), Ku-Band banyak digunakan untuk menghantarkan layanan Siaran Televisi Digital melalui Satellite. Hal ini dimungkinkan karena Ku-Band memiliki rentang bandwidth yang cukup besar, sehingga Siaran Televisi Digital dengan format MPEG-4 pun dapat dilayani.
Selain digunakan untuk Siaran Televisi, Ku-Band juga dapat digunakan untuk komunikasi data, sehingga banyak lokasi di Indonesia yang kebanyakan terpencil dan jauh dari jangkauan teknologi, dapat menikmati komunikasi data dengan bandwidth yang besar (broadband).

Pemerintah Indonesia saat ini tengah membangun jaringan data sampai dengan Kecamatan di seluruh Indonesia. Project ini dikenal dengan nama Project PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan). Komunikasi Satellite menjadi sebuah teknologi yang dapat membuat project ini berhasil, karena internet bandwidth dapat dengan mudah disampaikan ke lokasi mana saja di Indonesia. Ku-Band memiliki peran yang besar untuk ini.

 

Keunggulan

Ku-Band memiliki frekwensi yang sangat tinggi dan device yang menggunakan rentang frekuensi ini hampir tidak ada, sehingga frekuensi ini sangat jarang terganggu (interferensi) dengan frekuensi lain.
Power uplink dan downlink yang digunakan juga dapat ditingkatkan sehingga penggunaan antenna prabola di sisi remote area dapat menggunakan ukuran yang lebih kecil untuk mengalirkan bandwidth yang besar (broadband).
Jika digunakan sebagai penerima siaran televisi satellite, ukuran antenna yang digunakan dapat diperkecil sampai dengan diameter 60cm saja. Sementara jika digunakan untuk komunikasi data dua arah, ukuran ideal antenna parabola adalah berdiameter 120cm.

Sistem C-Band memerlukan antenna parabola minimal berukuran 180cm untuk komunikasi data dua arah.

Kekurangan

Bagaikan mata uang yang memiliki dua sisi, Ku-Band juga memiliki kekurangan. Secara teori, rentang frekuensi yang berada diatas 10Ghz biasanya sangat rentan dengan gangguan cuaca khususnya hujan deras. Power Output Ku-Band biasanya akan terdegradasi dengan cepat saat hujan deras melanda lokasi antenna Ku-Band terpasang. Fenomena ini dikenal dengan istilah Rain-Fade (di daerah dingin kadang disebut juga dengan istilah Snow-Fade). Kondisi ini dapat menyebabkan komunikasi dapat terputus selama beberapa saat.

Secara teori, redaman oleh awan mendung/hujan terhadap frekuensi Ku-Band adalah rata-rata -10dB 

Tinggalkan pesan kamu