1

Konektor Seragam

Kehabisan tenaga battery handphone pasti pernah dirasakan oleh setiap pemilik handset. Sudah pasti akan banyak mengalami gangguan, khususnya saat harus berkomunikasi dengan orang lain.

Saya sendiri cukup sering mengalami hal demikian, saat kehabisan tenaga, battery tidak langsung dapat di-charge, karena saya memang jarang membawa charger kemana-mana. Harapannya adalah meminjam charger milik orang lain.
Meminjam juga belum tentu memecahkan masalah, karena setiap merek handphone yang dijual di Indonesia, hampir pasti memiliki jenis konektor charger yang tidak seragam.

Hal-hal sekecil ini ternyata telah mengusik Masyarakat Eropa yang tergabung di Uni Eropa. Mereka saat ini secara bersama-sama telah mengeluarkan kebijakan baru yang memaksa setiap manufacture handset yang produknya dijual di Eropa untuk menggunakan single standard connector.

Upaya ini tentu saja menjadi sebuah gerakan yang baik untuk memudahkan para pengguna handset tanpa harus memikirkan incompatibilitas konektor.
Dengan gerakan ini, maka pabrikan handset harus menggunakan charger port, head-set port dan port lainnya yang seragam.

Di Indonesia sendiri, upaya seperti ini sepertinya belum pernah dilakukan, padahal handset berbagai jenis yang dijual di Indonesia telah menembus angka 100 Juta unit. Pemerintah sebaikanya juga mulai mengikuti sepak terjang pemerintah lain untuk menekan para produsen handset agar mengikuti aturan baku di Indonesia.
Tentu saja, aturan baku harus dirumuskan terlebih dahulu.

Bahkan dengan model standart seperti ini, seharusnya setiap orang yang membeli handphone baru, mereka juga tidak perlu dipaksa untuk turut membeli charger, karena charger yang lama pasti masih dapat digunakan.

—————-
gambar milik: www.blogcdn.com

Hedwigus

One Comment

Tinggalkan pesan kamu