3

Jangan Takut Beli Rumah

Memiliki rumah mungkin masih menjadi idaman bagi sebagian besar orang di Indonesia. Entah itu bentuknya apartemen di lokasi-lokasi strategis sampai dengan rumah-rumah liar pinggir kali.

Dalam artikel ini, saya coba menuliskan pengalaman pribadi, ketika 10 tahun yang lalu memutuskan untuk membeli rumah pertama saya. Awalnya perasaan takut memang menghantui saya, kebanyakan adalah rasa “tidak sanggup membeli” yang selalu timbul didalam benak saya.
Sampai suatu hari saya “nekad” membeli sebuah rumah.

Lega rasanya saat proses jual beli selesai dan didepan mata, rumah idaman (yang mungil) akan menjadi milik saya seutuhnya kelak.

Berikut adalah hal-hal yang saya lakukan saat itu sebelum membeli rumah.

Membeli Rumah

Saat ini, internet memberikan banyak informasi tentang rumah dan perumahan. Infonyapun sangat beragam dan kadang sangat detail baik yang menunjukan kelebihan maupun kekurangan/keburukan.

1. Informasi

Pameran rumah adalah event yang saya datangi untuk mendapatkan informasi tentang rumah. Saat itu saya memang memilih untuk membeli rumah melalui pengembang (developer) dan tidak membeli rumah jadi / second. Alasannya adalah karena budget. Di pameran rumah, saya mencoba untuk mengetahui detail tentang pengembang dan kondisi lokasinya. Kadang saya juga mengikuti tour ke lokasi untuk melihat bentuk aslinya.
Biasanya dalam sebuah pameran, mereka para pengembang memberikan harga discount dan banyak hadiah. Cobalah untuk tetap focus dengan rumah idaman bukan hadiah.

2. Ketahui Kemampuan yang dapat Dicapai

Memiliki rumah dengan halaman yang luas dan asri dengan kamar yang banyak dan dapur yang modern, mungkin adalah mimpi banyak orang. Tetapi itu semua harus sebanding dengan kemampuan yang kita miliki.
Sejenak saya harus melihat tabungan yang ada dan kemampuan saya untuk menutup KPR. Karena saya memang tidak akan sanggup untuk membeli rumah secara hard-cash (kas keras). Saya mencoba mencari sebuah rumah yang berada di lingkungan yang cukup nyaman, tidak terlalu jauh dari public transportation, sekolah, pasar, dan tentu saja dengan harga yang dapat saya jangkau.
Sekali lagi, saya harus hunting ke banyak lokasi untuk mendapatkan itu.

3. Menghitung Keuangan Kembali

Setelah mendapatkan lokasi yang diinginkan, berikutnya adalah menyiapkan dana sebagai uang muka dan kemungkinan renovasi tambahan agar rumah dapat lebih nyaman dihuni.

Biasanya saat mengajukan KPR, pengembang dan Bank akan meminta tambahan uang muka dengan dalih agar kita tidak terlalu berat mencicil bulanan. Sekali lagi, diawal kita tentu saja sudah menghitung kemampuan yang dapat dicapai dan resikonya dikemudian hari. Cobalah bertahan dengan uang muka yang standart, karena sisa uang cash akan berguna saat kita pindah ke rumah baru.

Carilah bank besar yang memberikan term pembayaran dan bunga yang kompetitif, biasanya pengembang memiliki koneksi dengan beberapa bank, sehingga kita dapat memilih dengan leluasa.

4. Mendapat Approval dari Bank penyedia KPR

Ini adalah sesi interview, dimana Bank penyedia KPR akan bertanya tentang kemampuan kita untuk melunasi cicilan dengan tertib setiap bulan. Disinilah rencana kita memiliki sebuah rumah akan berubah menjadi sebuah komitmen pembayaran. Di saat ini, kita juga dapat meminta Bank untuk dapat memastikan keamanan surat-surat rumah yang diagunkan sebagai pengganti KPR.

Saat itu, saya menyiapkan data rekening bank, daftar asset yang saya miliki, slip gaji (kebetulan masih bekerja kantoran) dan surat keterangan lama bekerja dari perusahaan. Pastikan anda tidak tercatat sebagai nasabah hitam di database, misalnya selalu ngemplang kartu kredit, karena hal ini dapat mempengaruhi hasil interview dan kemungkinan mereka dapat menolak KPR yang kita ajukan.

5. Akad Kredit

Setelah interview selesai dan Bank biasanya menyetujui KPR yang kita ajukan, berikutnya adalah melakukan akad kredit. Prosesnya adalah penandatanganan perjanjian KPR dan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB).
Kita juga akan ditunjukan surat sertifikat atas tanah yang kita miliki. Pengembang yang baik akan menyediakan ini semua dan kita tinggal menadatangani saja.

6. Rumah Baru

Setelah proses ini selesai, kita akan diberikan set kunci rumah dan menandatangani berita acara serah terima rumah. Pastikan untuk mencek langsung kondisi saat serah terima dan apabila ada yang kurang beres langsung ajukan surat keberatan sebelum menandatanganinya.
Jika semua dirasa sudah beres, rumah idaman langsung dapat dihuni, tentu saja setelah perabotan-perabotan dimasukan kedalam rumah.

 

Berani Beli Rumah

Jadi sebenarnya membeli rumah baru tidak semenakutkan apa yang saya bayangkan sebelumnya. Semakin lama menunda membeli hanya akan membuat harga property semakin tinggi saja dan semakin menjauhkan kita mendapatkan rumah idaman.

Selamat membeli rumah

Hedwigus

3 Comments

  1. yang selalu nyangkut di otak ketika pengen beli rumah, adalah sebagian besar perumahan yang dipinggir kota, ngebayangin untuk beraktifitas ngantor dengan nyaman aja susah.

    Hedwig?: Padahal setelah pindah ke pinggiran, akses ke Jakarta tetap gampang koq. Yang penting tinggalnya dekat dengan public facilites

  2. Pingin sich bisa beli rumah tapi ini masih nabung,semoga bisa cepet banyak hehehe….

    Hedwig?: Nabung untuk DP, berikutnya tinggal nyicil 🙂

  3. dibuka kerjasama untuk rekan-rekan yang bekerja di bidang properti baik itu agent properti, developer perumahan ataupun sales properti. kami membuka kerjasama dalam penjualan properti rekan-rekan kepada customer-customer kami yang tergabung dalam milist, group, forum, komunitas, dll. Dapatkan keuntungan ganda dimana kami akan mempromosikan properti rekan-rekan di berbagai website iklan baris secara gratis, segmented, dan tergeted!!!

    bagi rekan-rekan yang memiliki lahan, jangan buru-buru dijual sebab, ada peluang kerjasama yang menguntungkan dengan pengembang professional plus kesempatan belajar gratis menjadi developer langsung dari pelaku bisnisnya. baca selengkapnya http://tinyurl.com/jadi-developer

    semoga bisa bermanfaat bagi semua! [ACR]
    terima kasih,
    http://www.ayocarirumah.com

Tinggalkan pesan kamu