0

Heritage Steam Train in Ambarawa

Jum’at Malam, 2 June 2006
H
ujan gerimis di Gedung Cyber, sementara saya harus segera mengejar Kereta Api Senja Utama Semarang untuk berangkat ke Ambarawa.
Naik ojek melintas jalan jakarta yang macet dalam suasana hujan memang tidak mengasikan, tapi apa boleh buat, ini jalan satu-satunya yang saya tempuh karenaharus segera tiba di Station Jatinegara agar tidak ditinggal si Senja Utama.

Malam ini, saya bersama 7 teman dari IRPS berniat mencoba menikmati perjalanan dengan Kereta Uap di Ambarawa.

Supaya besok pagi fit, saya memutuskan untuk tidur selama perjalanan, wich is gak bisa..karena temen-temen yang ngobrol ngalor ngidul seputar kereta api…zzz.zzz..zzzz..ggrrrgghhhhh.

Sabtu, 3 June 2006
Jam 04:00 subuh, Akhirnya saya tiba di Station Tawang Semarang, perjalan dilanjutkan ke rumah salah seorang teman untuk menumpang mandi, setelah itu melanjutkan perjalanan ke Ambarawa

Jam 07:00 pagi setelah menempuh perjalanan kira-kira 45 menit dari Semarang, kita tiba di Station Ambarawa. Ini adalah kali pertama saya mengunjungi Station Ambarawa. Lingkungn stasion dipenuhi oleh wisatawan cilik yang sedang melakukan study wisata di sana.

Saya langsung bergegas menuju Stasiun dan Dipo Loko Uap untuk mengabadikan suasana Ambarawa. Pagi itu ada yang istimewa, yaitu loko uap C1218 yang barus saja selesai direstorasi oleh para mekanik depo loko uap Ambarawa. Loko ini telah lebih dari 20 tahun tidak berfungsi, dan pagi ini loko ini akan melakukan ujicoba jalan, wah sesuatu yang menarik.

Pukul 09:00 saya akhirnya berhasil menikmati perjalanan dengan loko C1218, walau hanya sampai Station Jambu, kira-kira 10 KM dari Station Ambarawa. Perjalan tidak dilanjutkan ke Station Bedono, karena C1218 tidak memiliki peralatan untuk berjalan diatas rel bergerigi. Saya rada kecewa, karena perjalanan ke Station Bedono tampaknya batal.

Jam 11:00 tiba-tiba masuk rombongan wisatawan menggunakan rangkaian yang ditarik loko C2503, wah kesempatan untuk sampai ke Station Bedono akhirnya terbuka.
loko C2503 berhenti di Station Jambu untuk bertukar posisi menjadi di belakang rangkaian, hal ini supaya rangkaian kereta dapat didorong ke arah Station Bedono yang melalui jalan menanjak.

Rangkaian berjalan perlahan mengikuti rel bergerigi dan akhirnya sampai ke Station Bedono, buat saya ini adalah perjalanan yang luar biasa menarik.

From Drop Box

Jam 13:00, saya kembali ke Station Ambarawa dengan rasa puas. Setelah pamit dengan Kepala Station Ambarawa, kita melanjutkan perjalanan melihat Station Tuntang yang sedang direnovasi.
Station Tuntang dapat dilihat dari jalan raya Semarang – Solo di sekitar Rawa Pening, letaknya di sebelah kiri jika berjalan dari arah Semarang.

Kita meneruskan keliling-keliling daerah Ambarawa sampai dengan Losari, kemudian kembali ke Semarang untuk makan malam.

Jam 20:00, saya diantar ke Station Tawang untuk kembali ke Jakarta, niat saya untuk mencoba Harina ke Bandung pupus, karena rangkaian sudah akan berangkat, sementara itu, saya belum sempat membeli karcisnya.

Saya akhirnya memilih menggunakan Rangkaian Anggrek untuk kembali ke Jakarta, dan Kereta Api ini baru akan tiba di Stasiun Semarang Tawang menjelang tengah malam.?Yang ada, saya nongkrong di Station Tawang selama 4 jam, ngantuk dan capek.. tapi senang.

Hedwigus

Tinggalkan pesan kamu