28

Godam, My Childhood Superhero

Waktu saya kecil, suasana tidak sehiruk pikuk saat ini. Di masa lalu, daerah Jatipadang, Pasar Minggu masih disebut dengan daerah pinggiran. Keluarga saya yang tinggal di Jakarta Pusat mengatakan kalo pergi ke Pasar Minggu adalah sebuah perjalanan ke luar kota.
Saat itu kendaraan umum masih berupa oplet dari kayu atau becak. Mau bermain sepeda di jalan raya pun tidak takut tertabrak mobil atau motor, karena memang hampir tidak ada kendaraan yang melintas.

Salah satu ingatan saya adalah sebuah buku komik.
Oh iya, di masa itu, televisi ayah yang berukuran 14 inchi dengan layar hitam putih masih merupakan barang super mewah, selain itu acaranya pun hanya dari TVRI yang mulai siaran pukul lima sore hari.


Kembali ke komik.
Salah satu hiburan buat saya adalah membaca. Bobo adalah majalah mingguan yang paling saya tunggu saat itu. Mungkin untuk memperlancar membaca, ayah juga membelikan komik-komik yang populer saat itu. Salah satunya adalah Godam.

Komik Godam ternyata juga digemari oleh teman-teman sepermainanku di masa kecil. Kami suka berlari-lari menggunakan jubah dari taplak meja dan bergaya seperti Godam. Walau serial komik itu sudah selesai dibaca, kami selalu membaca lagi dan lagi sambil membayangkan memiliki kekuatan dan dapat terbang seperti Godam.

Semakin tumbuh dewasa, cerita Godam ikut terbenam oleh segala macam cerita dan problem yang lain. Koleksi buku-bukunyapun entah berada dimana.

Hari Minggu, saat berpergian bersama keluarga, anakku yang besar minta diajak untuk membeli buku. Dia memang baru bisa membaca, dan sekarang buku-buku adalah sasaran utamanya, selain tulisan di billboard di pinggir jalan.
Sambil menunggu dia pusing sendiri mencari buku, yang dia sendiri juga belum tahu, pandangan saya sekilas melihat sebuah buku dengan nuansa warna merah. Tiba-tiba saja, saya tertarik untuk mendekati rak tempat buku tersebut diletakan.
Agak kaget campur geli sendiri, ternyata buku yang saya lihat berjudul “Mencari Jejak Mayat” dan yang terpampang di sampulnya adalah, Godam, jagoan masa kecilku.
Rasa geli, karena saya mengira cerita itu digambar ulang dari naskah asli Wid NS dan dijadikan seperti komik yang biasa kita seperti saat ini.

Anak-anak masih belum mendapatkan buku-buku yang mereka inginkan, si kecil bahkan mengambil Dictionary Indonesia-English yang dia bilang sebagai buku mewarnai.
Sambil menunggu, saya kembali menatap buku Godam yang dibungkus plastik. Karena rasa penasaran yang tinggi dan di sekitar lokasi tidak ada penjaga yang mengawasi, saya nekat merobek plastiknya dan melihat isinya. Gila!! , ternyata di dalam halaman-halaman komik bergamber tersebut adalah benar-benar Godam karya asli Wid NS.

Godam, Mengejar Majat Hidup

Si penerbit memang melakukan modifikasi bentuk font sehingga menjadi lebih mudah dibaca, tetapi seingat saya, kata-kata di dalam buku itu, sama dengan kata-kata di komik aslinya. Segera buku tersebut saya masukan ke dalam keranjang bersama buku-buku yang akhirnya dipilih oleh anak-anak untuk dibeli.

Sayang, saya belum mendapatkan semua seri Godam, dan tugas selanjutnya adalah mencari ke toko buku lain, re-make buku serial Godam.  wwuuuzzzzz….

Hedwigus

28 Comments

  1. Wah, nostalgia nih…
    Saya baru ngerti loh ada pahlawan lokal selain Gatotkaca dan Gundah Gulana sang Putra Petir :mrgreen:

  2. koleksi komiknya banyak donk mas 🙂
    btw, salam kenal mas makasih dah mampir
    saya bukan korbannya mas Adep tp korban salah satu anggota milisnya mas Adep 🙂
    waaaah … kapan ya bisa plesir ke museum kereta api 😉

  3. hmmm..ini superhero kita juga toch..sorry baru tau….tp namanya kebarat2an yach…n kayaknya mirip superman dan wonderwoman klo liat sampul yg atas…

  4. wahhh ini saya belum pernah baca komiknya, jarang ngikutin komik indonesia sekarang..dulu ada beberapa yang baca…banyak dong koleksi komiknya hehe 🙂

  5. Wui…
    nama jagoan yg asing di telingaku 😀

    Pernah denger sih,
    tapi ga pernah liat bukunya.

    Ayah juga ga pernah cerita,
    hehe…

    Mungkin aja masih asing, karena Godam terbit pertama tahun 1968, dan saya sendiri masih belum eksis 🙂

  6. baru tau ada komik godam, jaman tahun berapa ya?? kalo bobo mah saya juga langganan dulunya 🙂

    Edisi pertama komik Godam terbit pada tahun 1968, jauh sebelum saya lahir 🙂

  7. waduh, kok aku gak pernah dengar godam ya hihihi…kalo bobo sih langganan. trus dah gede, bacanya kho phing ho hehehe

    Padahal, Koo Phing Ho lebih dulu terbit dari Godam lho 😀

  8. sampeyan kolektor komik ya? wah koleksinya banyak. bagi-bagi donk.

    Wah, nostalgia nih?
    Saya baru ngerti loh ada pahlawan lokal selain Gatotkaca dan Gundah Gulana sang Putra Petir

    @ nazieb: Gundala kalie.. bukan Gunda Gulana..

  9. Huh ketauan ya..kamu sering nyobek plastik pembungkus di toko buku.. 😀 untungnya jadi dibeli…gak trus dibaca isinya sampe abis trus dibalikin ke rak lagi.
    Pahlawanku adalah Bodo…eh Bobo…

    Bobo jaman dulu banget, gambarnya masih asli import, cuman teksnya thok yang ditranslate ke Bahasa Indonesia

  10. waaa…ga kenal sama godam..
    kenalnya voltus :p

    Pada masanya, Voltus memang menjadi sebuah tontonan video yang menarik 😉

  11. kadang kita terhempas ke masa kecil yang ceria, hal yang sangat manusiawi, sejenak kembali ke masa lalu, sekejap melepas kepenatan hidup yang penuh dengan beban yang semakin berat.

  12. klo majalan Nina masih ada nggak yah ?

    Kalo majalah yang ini, terus terang aja, enggak pernah denger 🙂

  13. halo, salam kenal ya
    saya , Martin, penggemar komik tahun 70 an dan 80 an
    Kolektor komik komik seperti Godam, Gundala, Laba Laba Merah, Tintin, Nina, Asterix, Lucky Luke.
    Sekalian numpang nawarin jual komik ya
    Kalau yang tertarik bisa contact : martingrahita@gmail.com atau 08158860893
    Terima kasih

  14. sebagai pecinta komik, godam juga merupakan salah satu jagoan idola gw selain gundala n nusantara tentunya

  15. gw dicky,mau tanya,kalo di jakarta di mana ya,bisa ngedapetin ato minimal baca komik2 superhero 70-80an? Kl di bandung kn ada di psi-comic dkt kmpus ITB. Waktu gw SMP gw nabung bwt beli satu bundel komikg Godam & Tira yg harganya 9000 rupiah (isi 9 exemplar),itu taun 90an.

    Hedwig?: http://www.komikindonesia.com

  16. Wah cerita belajar baca yang diajarin sang ayah kok sama seperti saya ya, tapi kalau saya yang dibeliin adalah komik Jampang karya Ganes TH. Sampe sekarang masih penasaran tuh ingin punya komik Jampang buat koleksi tapi belum tahu dimana belinya…………

  17. Salam kenal, saya hidup di era komik2 jadul itu (1978-an), dan sampai sekarang tetap menyayangi mereka. Walau tidak mengkoleksi secara khusus bentuk komik2nya. Tapi saya memiliki lebih dari 12500 gambar2 asli (real paper – not digital / computer file), tentang superhero-fantasy pictures yang saya simpan di buku2 klipping saya.

    Juga mendata ulang puluhan superhero2 Indonesia, baik yang terkenal maupun yg muncul ‘sekali saja’ di majalah2 anak2, produk2 sehari2, iklan, wafer, dst.

    http://indonesiansuperheroes.blogspot.com/

    Jika diijinkan, saya akan COPY PASTE artikel ini di blog2 tsb, dan tetap mencantumkan link ke sini. Terima kasih!

Leave a Reply to admin Cancel reply