Sebulan yang lalu saat sedang berjalan kaki dari kawasan Sabang ke Stasion Gondangdia, tiba-tiba badan saya terasa lemah. Jika biasanya saya dapat dengan mudah menaiki tangga stasiun kereta api, malam itu rasanya berat sekali. Padahal seperti biasa, backpack saya hanya berisi laptop tua saja tidak ada yang lain.

Singkatnya saya segera memeriksakan diri ke rumah sakit di Depok. Hasil EKG menunjukan kondisi yang normal dan dokter meminta saya untuk segera melakukan check laboratorium.
Check darah dilakukan dua hari kemudian, karena saya harus puasa dulu selama 12 jam sebelum pengambilan sample darah. Hasil check lab menunjukan semua fungsi organ dalam kondisi normal, kecuali kolesterol saya yang muncul dengan font berwarna merah.

Cholesterol Total : 207 mg/dl
LDL Cholesterol : 150 mg/dl
HDL Cholesterol : 24 mg/dl
Triglise

rida : 181 mg/dl

 

Saya banyak mendengar orang yang memiliki Kolesterol diatas 250 mg/dl dan tidak merasakan apa-apa. Saya pun bersyukur sudah diberikan warning sebelum nilainya jauh membumbung.
Yang menjadi perhatian adalah index HDL Cholesterol saya yang hanya 24. Karena ini adalah kolesterol baik yang menjadi sapu jagat dari kolesterol jahat (LDL) yang mengendap di pembuluh darah.

Dokter menawarkan dua opsi kepada saya, yaitu mengkonsumsi obat-obatan atau melakukan diet dan menambah porsi olah raga. Tentu saja saya memilih opsi diet dan olah raga daripada mengkonsumsi obat-obatan. Dan oleh dokter, saya diberi waktu 30 hari untuk menjalankan opsi saya, dan apabila setelah 30 hari hasilnya tidak memuaskan, maka saya harus mengkonsumsi obat-obatan.

Diet

Melakukan diet ternyata tidaklah mudah dan murah. Saya mulai mengkonsumsi buah-buahan sebagai pengganti makanan. 7 hari pertama saya menghindari nasi putih dan daging. Saya hanya makan oat-meal dan buah. Berat sekali memang, apabila sebelumnya saya selalu memakan apa yang saya mau, kali ini saya hanya dapat melihat warung-warung itu saja.

Saya juga mulai memperbanyak porsi jogging, yang biasanya hanya rata-rata lari 1km, kali ini saya harus memenuhi target 4000 meters dalam 32 menit. Jelas sekai ini bukan sesuatu yang mudah dan sayapun tidak pernah mencapai target yang ada. Rata-rata waktu tempuh saya adalah 45 menit.
Karena ada gangguan pada kaki saya akibat cedera bermain bola basket, saya mengganti jogging dengan bersepeda sejauh 15 km setiap pagi (ini jarak yang tercatat di GPS). Dan rata-rata waktu tempuhnya adalah 50 menit.

Ada teman yang memberitahu, bahwa bersepeda static selama 46 menit akan membakar 400 Kalori

Kegiatan ini walaupun sangat berat dijalankan di awalnya, tetapi kelamaan saya dapat juga menikmatinya. Sekarang saya bangun jam 05:00 pagi dan pergi menggowes mulai 05:15 dengan target 15km.

Jam segitu kadang udara masih cukup dingin, tetapi masih jarang bertemu dengan sepeda motor dan mobil. Jadi mudah-mudahan udaranya juga masih cukup bersih.

 

Sebulan Kemudian

Setelah tepat 30 hari setelah test laboratorium saya yang terakhir, akhirnya saya harus melakukannya lagi untuk melihat hasil dari daya dan usaha saya selama sebulan ini.

Seperti sebelumnya, saya harus puasa selama 12 jam sebelum sample darah saya diambil dan hasilnya adalah

Cholesterol Total : 167 mg/dl
LDL Cholesterol : 114 mg/dl
HDL Cholesterol : 35 mg/dl
Trigliserida : 84 mg/dl

Ternyata hasil saya sebulan ini cukup membuahkan hasil. Tetapi proses belum berhenti sampai disini. Olahraga teratur dan pola makan yang sehat harus tetap dijaga. Saya menjadikan ini sebagai gaya hidup saya.

HDL saya masih tergolong rendah dan olah raga teratur adalah salah satu cara yang murah untuk memperbaiki HDL.

Mudah-mudahan diberikan kesehatan untuk semua.

 

————————————————
note

Total kolesterol index harus berada dibawah angka 200. Jangan melebihi angka 240 karena sangat buruk.
LDL index harus berada dibawah angka 130 dan jangan melebihi angka 160. Untuk pasien Kardio Vaskuler kurangi dengan 30 point.
HDL index harus berada diatas angka 45 dan jangan kurang dari angka 35 karena resiko serangan jantung akan lebih besar.
Trigliserida index harus berada dibawah angka 200 dan jangan lebih dari angka 250. Untuk pasien Kardio Vaskuler kurangi dengan 50 point.

HDL: High-density lipoprotein (Kolesterol Baik)
LDL: Low-density lipoprotein (Kolesterol Jahat)