2

Fujifilm X-M1

Saat tulisan ini dibuat, sudah dua minggu ini saya menggunakan camera mirrorless Fujifilm X-M1. Salah satu low-medium range mirrorless camera dari jajaran Fujifilm.

Sudah lama sebenarnya ingin menggunakan camera mirrorless, bentuknya yang compact dengan beragam fungsi camera SLR/DSLR yang disematkan didalamnya. Bagi saya, lama-kelamaan akan terasa merepotkan saat harus membawa camera DSLR untuk sekedar acara-acara keluarga atau kumpul bersama teman. Bentuknya yang besar dan berat memang butuh usaha lebih untuk membawanya. Selama ini, saya lebih banyak menggunakan camera handphone untuk mengabadikan moment-moment tersebut. DSLR hanya “terpaksa” digunakan untuk acara yang sifatnya cukup layak saja.. misalnya motret model :p.

Fujifilm X-M1

Fujifilm X-M1

Spesifikasi

Banyak orang pasti akan melihat spesifikasi kamera dan membaca segala macam tanggapan untuk sebuah kamera yang hendak dibeli. Termasuk saya juga melakukan hal yang sama, maklum harganya cukup membuat nyengir, Rp 8.200.000,-

Camera ini dilengkapi dengan sensor CMOS?APS-C (23.6 x 15.6 mm) dengan kapasitas 16 Megapixels (4896 x 3264 pixels).

Items Keterangan
Sensor CMOS APS-C (23.6 x 15.6 mm)
Ukuran Sensor 16 Megapixels (4896 x 3264 pixels)
Processor EXR Processor II
ISO AUTO, 200, 250, 320, 400, 500, 640,
800, 1000, 1250, 1600, 2000,
2500, 3200, 4000, 5000, 6400
White Ballance Custom, 7 modes
Image Stabilization Support on OIS Lense
Image Format JPEG (Exif Ver 2.3)*2 / RAW (RAF format),
RAW+JPEG (Design rule for Camera File system compliant,
DPOF-compatible)
Focus Manual, Auto
Focus Points 49
Lense Mount Fujinon X-Mount / Fujifilm-X
Lense Kit Fujinon 16-50mm f:3.5-5.6
Focal Length Multiplier 1.5
Minimum Speed 30 detik, Bulb available
Maximum Speed 1/4000 detik
Built-in Flash Pop-up Flash
External Flash Compatible dengan Flash TTL
Continous Drive 5.2 Frame / detik
Exposure Compentation ?2 (at 1/3 EV steps)
AE Bracketing ?1 (3 frames at 1/3 EV, 2/3 EV, 1 EV steps)
Video Camera 1920 x 1080 30p (1080p), 1280 x 720 30p (720p)
Video Format H.264
Microphone Stereo
USB 2.0
HDMI Mini HDMI type C
Battery NP-W126 battery and BC-W126 charger
Kapasitas Battery ?350 frame (normal)
GPS Tidak ada
Wireless Transfer Tersedia melalui WiFi
Internet Access Tidak Ada
Ukuran 117 x 67 x 39 mm
Bobot 330 gram
Remote Control Fuji RR-90 (dijual terpisah)
View Finder Tidak ada

Performance

Jika terbiasa menggunakan DSLR, akan ada sedikit akward moment saat mengambil gambar dengan camera ini. Khususnya saat reflek mencoba melihat melalui viewfinder, karena tidak ada viewfinder di camera ini.

DSLR vs Mirrorless

DSLR vs Mirrorless

Pengoperasian juga cukup baik dan dilengkapi short-cut ke fungsi umum sehingga tidak perlu direpotkan menggunakan navigasi di menu.

Pemilihan mode pengambilan gambar juga menggunakan rotary dial yang cukup classic. Camera ini juga dilengkapi dengan dua buah rotary dial untuk mengakses menu sekaligus befungsi untuk merubah diafragma dan kecepatan.
Tombol rana yang cukup besar, layaknya SLR/DSLR juga menurut saya cukup nyaman digunakan.

Pengambilan video juga tidak perlu masuk kedalam mode video camera terlebih dahulu. Dalam setiap mode pengaturan, pengambilan video dapat dilakukan dengan hanya menekan tombol video record yang tersedia.

Foto-foto yang dihasilkan juga dengan mudah ditransfer kedalam Android dan iPhone melalui fungsi wireless wifi dengan menggunakan aplikasi Fujifilm yang tersedia di Google Play dan Apple AppsStore. Bahkan kita dapat menambahkan location tagging didalam foto dengan memanfaatkan Geo Location yang sudah tersedia di perangkat smartphone.

Contoh Foto

Perbandingan Foto

Perbandingan Foto

Kekurangan

Ada beberapa kekurangan menurut saya buat camera ini

  1. Tidak dilengkapi dengan viewfinder. Cukup merepotkan pada saat melakukan zooming dan manual focus. Type yang lebih tinggi (X-E1) sudah dilengkapi dengan fasilitas digital viewfinder.
  2. Tidak ada koneksi ke internet. Wifi yang tersedia hanya untuk mengirim gambar ke perangakat lain secara wireless.
  3. Tidak ada fasilitas touchscreen. Jika tersedia versi touch screen di LCD, maka akan memudahkan akses menu dan melakukan focus selection di camera ini. Beberapa merk sudah menerapkan fasilitas ini.
  4. Posisi quick-release menutupi akses ke battery dan SD-Card.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, saya cukup senang menggunakan camera ini dan saat ini hampir selalu menemani setiap kegiatan keseharian saya. Dan saat ini sedang mencoba adapter X-Mount to EF sehingga lensa EF/EF-L dapat dipasang di camera ini walaupun segala fungsi otomatis di lensa menjadi tidak tersedia.

Waktu membeli camera ini, Fujifilm menghadiahi saya Fuji Instax Mini 7s / Polaroid secara gratis ๐Ÿ™‚

 

Hedwigus

2 Comments

    • Jika mengutamakan shutter lag, maka camera mirrorless yang ada saat ini tidak dapat mengalahkan kecepatan shutter lag DSLR/SLR. Ada jeda sedikit saat menekan tombol rana. ๐Ÿ™‚

Tinggalkan pesan kamu