Entries Tagged as 'Steam Loco'

Forestry train journey at Cepu, Central Java

Bagi seorang railfans, setiap naik kereta api adalah sebuah pengalaman yang menarik, apalagi jika masih dapat merasakan rangkaian kereta api uap seperti di masa lalu.
Minggu lalu saya berkesempatan untuk mengikuti perjalanan ujicoba rangkaian kereta api uap milik Perhutani di Cepu, Jawa Tengah. Sebuah kesempatan langka yang tidak mungkin untuk disia-siakan begitu saja, apa lagi perjalanan kereta api ini sempat terhenti akibat salah satu jembatan yang berada di dalam rutenya mengalamai kerusakan terkena amukan banjir besar.

Untuk mencapai lokasi tempat keberangkatan kereta api uap di Perhutani ini tidaklah sulit, Cepu bukanlah sebuah kota yang besar, menurutku masih lebih luas wilayah Kebayoran Baru daripada kota Cepu. Dari Stasion kereta api Cepu dapat ditempuh menggunakan becak seharga 7500 Rupiah saja, atau jika ingin menikmati suasana sepu yang tidak sepadat Jakarta, dapat berjalan kaki sejauh lebih kurang 2.5 KM melintasi kota.

[Read more →]

Wistling in the forest calling all railfans

Sudah hampir dua tahun lamanya sejak sebuah jembatan di lintasan kereta api wisata perhutani cepu rusak berat diterjang air bah.

Sabtu 8 Desember 2007 lalu saya mendapat undangan dari Perhutani, Cepu untuk melakukan ujicoba melintas jalur wisata yang nyaris ditutup ini.
Perjalanan menggunakan loko uap Tudjubelas dengan membawa 2 tender air dan 2 kereta wisata. Sebuah pengalaman yang sukar untuk dilupakan, karena merasakan kejayaan masa lalu sambil menikmati pemandangan pedesaan dan hutan.

Steam Locomotive, Repainting Activity

Hari Minggu 18 November 2007 kemarin bisa jadi sebuah hari yang menurutku cukup memiliki sebuah kesan. Bersama teman-teman railfans yang tergabung dalam Indonesian Railway Preservation Society dan Majalah KA serta mendapat dukungan dari Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah, kita sama-sama melakukan pengecatan ulang  monumen lokomotif uap yang dipajang di sana.

C2710 - Steam Locomotive at Taman Mini Indonesia Indah

C2710 Dahulu melayani rute Jakarta - Rangkasbitung

Pihak Museum mengatakan bahwa lokomotif uap tersebut memang sudah lama tidak dilakukan pengecatan ulang, ada yang mengatakan terakhir dicat ulang adalah di tahun 2000 lalu.

[Read more →]

Ngecat Cow-Catcher (Boopher)

Sabtu, 30 June 2007, 

Pagi-pagi sudah nangkring ke Museum Transportasi di Taman Mini Indonesia Indah. Hari ini gua bersama teman-teman IRPS berniat melakukan bhakti sosial ngecat cow-catcher lokomotive uap yang terpajang di sana.

Kenapa cuman cow-cather-nya saja ?
Begitu pertanyaan beberapa orang yang mengetahui kegiatan ini..
Untuk mengecat 1buah lokomotive uap agar “kinclong” dan sesaui seperti aslinya tentu saja dibutuhkan tenaga dan niat yang besar, hari ini kami dengan team terbatas untuk sementara hanya mampu “mewarnai” cow-catcher saja, sehingga dapat kembali berwana merah menyala.

Seharian ngecet, tidak semua koleksi lokomotive uap dapat menikmati repaint yang kami lakukan, keterbatasan jumlah cat dan tenaga memaksa kami menghentikan kegiatan selepas pukul 16:00.
Panas tetapi senang, karena melihat loko-loko tua itu kembali memiliki “gincu” merah menyala.

Thanks for Mighty Bowo for all repainting photos

No Tags

Heritage Steam Train in Ambarawa

Jum’at Malam, 2 June 2006
H
ujan gerimis di Gedung Cyber, sementara saya harus segera mengejar Kereta Api Senja Utama Semarang untuk berangkat ke Ambarawa.
Naik ojek melintas jalan jakarta yang macet dalam suasana hujan memang tidak mengasikan, tapi apa boleh buat, ini jalan satu-satunya yang saya tempuh karenaharus segera tiba di Station Jatinegara agar tidak ditinggal si Senja Utama.

Malam ini, saya bersama 7 teman dari IRPS berniat mencoba menikmati perjalanan dengan Kereta Uap di Ambarawa.

Supaya besok pagi fit, saya memutuskan untuk tidur selama perjalanan, wich is gak bisa..karena temen-temen yang ngobrol ngalor ngidul seputar kereta api…zzz.zzz..zzzz..ggrrrgghhhhh…

Sabtu, 3 June 2006
Jam 4:00 subuh, Akhirnya saya tiba di Station Tawang Semarang, perjalan dilanjutkan ke rumah salah seorang teman untuk menumpang mandi, setelah itu melanjutkan perjalanan ke Ambarawa

Jam 7:00 pagi setelah menempuh perjalanan kira-kira 45 menit dari Semarang, kita tiba di Station Ambarawa. Ini adalah kali pertama saya mengunjungi Station Ambarawa. Lingkungn stasion dipenuhi oleh wisatawan cilik yang sedang melakukan study wisata di sana.

Kita langsung mengabadikan suasana Ambarawa. Pagi itu ada yang istimewa, yaitu loko uap C1218 yang barus saja selesai direstorasi oleh para mekanik depo loko uap Ambarawa. Loko ini telah lebih dari 20 tahun tidak berfungsi, dan pagi ini loko ini akan melakukan ujicoba jalan, wah sesuatu yang menarik.

Jam 9:00 kita berhasil menikmati perjalanan dengan loko C1218, walau hanya sampai Station Jambu, kira-kira 10 KM dari Station Ambarawa. Perjalan tidak dilanjutkan ke Station Bedono, karena C1218 tidak memiliki peralatan untuk jalan di rel bergerigi. Saya rada kecewa, karena perjalanan ke Station Bedono tampaknya batal.

Jam 11:00 tiba-tiba masuk rombongan wisatawan menggunakan rangkaian yang ditarik loko C2503, wah kesempatan untuk sampai ke Station Bedono akhirnya terbuka.
loko C2503 berhenti di Station Jambu untuk bertukar posisi menjadi di belakang rangkaian, hal ini supaya rangkaian kereta dapat didorong ke arah Station Bedono yang melalui jalan menanjak.

Kereta berjalan pelan mengikuti rel bergerigi dan akhirnya sampai ke Station Bedono, buat saya… ini perjalanan yang luar biasa menarik.

C2503

Jam 13:00, saya kembali ke Station Ambarawa dengan rasa puas. Setelah pamit dengan Kepala Station Ambarawa, kita melanjutkan perjalanan melihat Station Tuntang yang sedang direnovasi.
Station Tuntang dapat dilihat dari jalan raya Semarang - Solo di sekitar Rawa Pening, letaknya di sebelah kiri jika berjalan dari arah Semarang.

Kita meneruskan keliling-keliling daerah Ambarawa sampai dengan Losari, kemudian kembali ke Semarang untuk makan malam.

Jam 20:00, saya diantar ke Station Tawang untuk kembali ke Jakarta, niat saya untuk mencoba Harina ke Bandung pupus, karena kereta sudah akan berangkat, sementara itu, saya belum membeli karcisnya.
Akhirnya saya memilih Argo Anggrek yang berangkat jam 12:00 malem…
yang ada, saya nongkrong di Station Tawang selama 4 jam, ngantuk dan capek.. tapi senang.