Entries Tagged as 'Railfans'

Menikahpun harus ada kereta apinya

Seorang railfans bernama Spoorsoni, Sabtu, 23 Agustus 2008 lalu melepas masa lajangnya dan mengkirab istrinya dengan menggunakan lokomotif CC201103 dari Stasion Tugu hingga Stasion Lempuyangan di Jogjakarta.

Tidak ada yang lebih membahagiakan seorang railfans jika selalu dapat dekat dengan kereta api di setiap peristiwa-peristiwa penting di dalam hidupnya.

Awalnya si Soni ini hanya ingin mengadakan resepsi pernikahan di lokasi yang dekat dengan rel kereta api yang padat sehingga para tamu juga diharapkan dapat mengerti kegilaannya terhadap kereta api.
Lokasi parkiran BPTT (Balau Pelatihan Teknik Traksi) di Lempuyangan, Yogyakarta akhirnya dipilih. Tempat yang berada persis di sebelah Utara jalur padat Solo-Jogja ini memang seakan tidak pernah sepi dari lalu lalang kereta api. Suara sirine pintu perlintasan kereta apipun sering berbunyi menemani suara musik dari wedding band yang telah disewa.

Kira-kira seminggu sebelum hari pernikahan, saya mendengar info jika DAOP VI Yogyakarta telah memberikan ijin kepada kedua mempelai untuk dapat dikirab menggunakan lokomotif. Wah sebuah peristiwa luar biasa nih.

[Read more →]

PT. KA Jabotabek

Divisi Jabotabek memang sebuah divisi yang memiliki jumlah pendapatan tertinggi di jajaran PT. Kereta Api (Persero).
Terang saja, data menyebutkan bahwa setiap hari KRL-KRL yang berseliweran di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Serpong telah mengangkut penumpang lebih dari 500.000 orang. Sebuah pasar yang sangat menarik tentu saja bagi sebuah bisnis angkutan darat.

Tanggal 13 Agustus 2008, PT. Kereta Api (Persero) melakukan spin-off terhadap divisi Jabotabek, menjadi sebuah perseroan tersendiri. Direktur PT. KA (Persero), Ronny Wahyudi sendiri yang melantik Komisaris Utama dan Jajaran Direksi PT. KA Jabotabek.

Perseroan baru ini masih akan mendapatkan dukungan sebagai masa transisi sampai dengan awal tahun 2009 mendatang. Setelah itu, PT. KA Jabotabek telah menargetkan untuk dapat mengangkut penumpang komuter di Jabodetabek sampai dengan 1.2 Juta orang per hari. Selain itu ada tugas berat lain yang harus dapat diselesaikan, yaitu penumpang gelap dan gocengers… (bayar 5000 naik Pakuan/Depex/Sudex dan Bekex).

Tidak lama setelah diresmikan, PT. KA Jabotabek bahkan langsung mendapat dua peluang partnership, yaitu PT. Pembangunan Jaya dan Pemda DKI. Kedua instansi tersebut sangat tertarik dengan bisnis moda transportasi masal ini. Sementara itu, Pemda DKI lebih tertarik dengan usaha-usaha untuk melakukan integrasi antara KRL dan Busway.

Depok Express

Jajaran petinggi PT. KA Jabotabek.

Komisaris Utama: Farid Haryanto
Komisaris: Nugroho Indrio
Komisaris: Mesra Erza
Komisaris: Soedarmo

Direktur Utama: Kusnadi Atmosasmito
Direktur Operasi dan SDM: Ahmad Marzuki
Direktur Teknik: Subagijo
Direktur Keuangan: Ignatius Tri Handoyo

Naik kereta api yuk

Naik Kereta Api.. tut..tut.. siapa hendak turut..

Lagu anak-anak yang dahulu mengajak orang untuk naik kereta api, akhirnya menjadi sebuah kenyataan.

Dengan naiknya harga BBM lebih dari 25% pertengahan 2008 ternyata kembali menjadikan Kereta Api sebuah moda transportasi darat primadona.

[Read more →]

Happy 6th Anniversary for IRPS

Happy 6th Aniversary Indonesian Railway Preservation Society as know as IRPS. It’s a most greatest experience being an Indonesian Railfans.

Passion of Bambang Tjondro

Barusan dapat telp dari pak Eko - bandung yang mengabarkan bahwa, tadi pagi kamarnya sempat didobrak jam 07.00, dan pak bambang ditemukan sudah dalam keadaan dingin, dan sekarang dalam perjalanan kerumah sakit untuk memastikan keadaannya
mohon doanya

Sebuah email yang masuk di pagi hari dan benar-benar membuat saya kaget luar biasa. Saya sendiri tidak memiliki hubungan keluarga dengan Pak Bambang Tjondro, bahkan mengenal secara pribadi jugat tidak. Tetapi yang jelas, saya dan Pak Bambang adalah sama-sama pecinta kereta api alias Railfans.

Saat tulisan ini dibuat, Pak Bambang Tjondro telah 4 hari meninggalkan dunia yang fana ini untuk kembali ke sang pencipta. Saat beliau meninggal dunia, saya tiba-tiba terbayang untuk kembali melihat segala peristiwa ke minggu sebelumnya.

Lebih kurang seminggu sebelum Pak Bambang wafat, dia tiba-tiba cukup banyak menulis di milis kereta api model. Kata-katanya hanya mengingatkan kita semua tentang memaafkan dan kematian. Sebelumnya saya hanya menganggap itu semua sebagai sebuah tulisan belaka dari orang tua yang ingin anak-anak muda agar hidup lebih baik lagi.

Pak Bambang Tjondro memang dikenal sebagai seorang railfans yang juga gemar mengkoleksi kereta api model dan mobil mainan. Koleksinya sangat banyak, bahkan dia menghabiskan banyak ruangan untuk membuat layout kereta api model berskala N. Selain itu lemarinya juga dipenuhi dengan koleksi mobil-mobilan dan lokomotif model. Baginya kecintaan kepada benda-benda ini adalah sebuah pengalaman luar biasa juga sebagai pengobat rasa capek setelah bekerja. Pak Bambang banyak berkecimpung dengan industi energi dan pertambangan.

Selain mengkoleksi, Pak Bambang juga dikenal dengan orang yang sangat terbuka kepada orang lain. Banyak modeler yang telah beruntung dapat menikmati berbagai koleksi kereta api dan mobil-mobilannya. Selain itu beliau juga memiliki buku-buku literatur tentang kereta api, sebuah literatur yang disukai oleh Railfans.

Kembali ke minggu sebelum beliau meninggal.

Pak Bambang menulis dalam sebuah milis mengenai hilangnya beberapa koleksinya, salah satunya sebuah lokomotif model U-30C N-Scale. Dan hebatnya, dia tidak memaki-maki pencurinya, tetapi malah memaafkannya, berikut petikan emailnya:

Untuk Mas Iwan yang baik

Kebetulan saya punya 4 loco U-30C , 1 Chessie hilang, ada yang D&H dan ada lagi KAI dan 1 PJKA. Non problem. Barang kita kan milik sementara. Dan yang hilang sebenarnya cap kucingnya. Jadi sudahlah, kita tidak akan diampuni oleh Tuhan kalau tidak mengampuni sesama.

Kebetulan umur saya 64 sudah dekat kan, saya tetap mau mengundang anggota IRPS di jJogja ataupun Semarang dan Surabaya untuk dolan sekali-sekali.

Best Regards

Bambang Tjondro

Email ini dengan jelas menyiratkan bahwa di usianya yang sudah lanjut, beliau sadar bahwa mengampuni adalah lebih baik daripada marah-marah.
Saya hanya berpikir, daripada marah-marah, kemudian naik darah, mending diem aja, wong koleksinya lebih dari 200 loko.

Kemudian dia menulis lagi email berikut, masih karena menanggapi masalah kehilangan koleksinya.

…Saya kira dia lagi kesulitan keuangan (saya sudah ganti uang beli oleh2 untuyk Budi 64 jadi 100 dan 300 biaya ArgoWilis. Tidak apa.

Saya pemaaf dan kalau saya tidak memafkan,bagaimana saya bisa diampuni Tuhan YME di doa saya.

Saya 64 tahun, bisa mati mendadak tak ada soal anggap kebaikan tetapi kesalahan karena mengancam akan saya tulis di kereta api web ini….

Kata-katanya terasa tidak beraturan, tetapi tersirat kematian di sini.

Dan pada akhir-akhir pesan di milis, Pak Bambang mengundang semua Railfans dan Modeler untuk datang ke rumahnya, dia akan menyambutnya dengan tangan terbuka.

Senin, 18 February 2008, setelah mendobrak kamarnya, keluarga membawa Pak Bambang ke Rumah Sakit Boromeus, Bandung dalam kondisi yang sudah dingin. Pihak rumah sakit menegaskan Pak Bambang Tjondro telah meninggal dunia sejak dini hari. Beliau pergi meninggalkan kebaikan yang luar biasa selain koleksi-koleksinya. Seorang rekan mengatakan bahwa Pak Bambang Tjondro ingin sekali menghibahkan seluruh koleksinya ke Panti Asuhan saat dia meninggal dunia.

Ajakan Pak Bambang untuk berkunjung kerumahnya, seperti menjadi sebuah pertanda bagi kita semua. Railfans sangat kehilangan seorang yang sangat luar biasa. Pecinta kereta api model juga kehilangan sebuah katalog hidup yang memberikan warna tersendiri bagi hobi ini.
Selamat Jalan Pak Bambang Tjondro, mohon maaf sebesar-besarnya, saya belum sempat sowan ke bapak untuk mengabadikan semua koleksi sepurnya.

Iklan Rokok di Cirebon

Kejadian ini sebenarnya sudah terjadi sekitar 2 tahun yang lampau, tepatnya sekitar bulan Maret 2006 lalu.

Saya bersama teman-teman Railfans sedang berkunjung ke Stasion Cirebon untuk melihat kondisi dari lokomotif CC200 yang menjadi salah satu mascot para Railfans.

Kami kebetulan menginap di sana dan saat pagi hari, seperti biasa Railfans menyempatkan diri berwisata kulinerdi sekitar Stasion Cirebon. Saya dan beberapa Railfans memilih sebuah warung persis di depan Stasion untuk menikmati Breakfast ala Railfans. Seperti biasa kami tidak pernah bosan untuk ngobrol seputar kereta api, tetapi pagi itu obrolan kami rada melenceng sedikit setelah melihat sebuah gambar kalender yang menempel di dinding warung makan itu.

Photo Iklan Rokok di Stasion Cirebon

[Read more →]

Forestry train journey at Cepu, Central Java

Bagi seorang railfans, setiap naik kereta api adalah sebuah pengalaman yang menarik, apalagi jika masih dapat merasakan rangkaian kereta api uap seperti di masa lalu.
Minggu lalu saya berkesempatan untuk mengikuti perjalanan ujicoba rangkaian kereta api uap milik Perhutani di Cepu, Jawa Tengah. Sebuah kesempatan langka yang tidak mungkin untuk disia-siakan begitu saja, apa lagi perjalanan kereta api ini sempat terhenti akibat salah satu jembatan yang berada di dalam rutenya mengalamai kerusakan terkena amukan banjir besar.

Untuk mencapai lokasi tempat keberangkatan kereta api uap di Perhutani ini tidaklah sulit, Cepu bukanlah sebuah kota yang besar, menurutku masih lebih luas wilayah Kebayoran Baru daripada kota Cepu. Dari Stasion kereta api Cepu dapat ditempuh menggunakan becak seharga 7500 Rupiah saja, atau jika ingin menikmati suasana sepu yang tidak sepadat Jakarta, dapat berjalan kaki sejauh lebih kurang 2.5 KM melintasi kota.

[Read more →]

Wistling in the forest calling all railfans

Sudah hampir dua tahun lamanya sejak sebuah jembatan di lintasan kereta api wisata perhutani cepu rusak berat diterjang air bah.

Sabtu 8 Desember 2007 lalu saya mendapat undangan dari Perhutani, Cepu untuk melakukan ujicoba melintas jalur wisata yang nyaris ditutup ini.
Perjalanan menggunakan loko uap Tudjubelas dengan membawa 2 tender air dan 2 kereta wisata. Sebuah pengalaman yang sukar untuk dilupakan, karena merasakan kejayaan masa lalu sambil menikmati pemandangan pedesaan dan hutan.

Steam Locomotive, Repainting Activity

Hari Minggu 18 November 2007 kemarin bisa jadi sebuah hari yang menurutku cukup memiliki sebuah kesan. Bersama teman-teman railfans yang tergabung dalam Indonesian Railway Preservation Society dan Majalah KA serta mendapat dukungan dari Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah, kita sama-sama melakukan pengecatan ulang  monumen lokomotif uap yang dipajang di sana.

C2710 - Steam Locomotive at Taman Mini Indonesia Indah

C2710 Dahulu melayani rute Jakarta - Rangkasbitung

Pihak Museum mengatakan bahwa lokomotif uap tersebut memang sudah lama tidak dilakukan pengecatan ulang, ada yang mengatakan terakhir dicat ulang adalah di tahun 2000 lalu.

[Read more →]

Rod Stewart ternyata edan sepur juga

Rod Stewart kali kembali terlibat dengan model. Jika biasanya Stewart selalu dikelilingi dengan para model terkenal, kali ini dia banyak berkutak di rumahnya mengurusi model kereta api yang dibangunnya selama 12 tahun.

Penyanyi berusia 62 tahun ini hampir setiap hari jika tidak ada jadual show, akan menghabiskan waktu dengan bermain kereta api model yang dibangun bagak sebuah kota kecil di dalam rumahnya.
Tidak tanggung-tanggung, layout kereta api modelnya memiliki ukuran panjang 36 meter dan lebar 7,2 meter.

Rod Stewart tampaknya bangga sebagai seorang yang mencintai hobby ini, bahkan Stewart lebih suka menjadi cover majalah tentang kereta api daripada menjadi cover majalah musik yang telah membesarkan dirinya selama ini.
Rod Stewart menggunakan hobbynya ini untuk melepaskan semua kepenatan dan tekanan dari situasi kerja di dunia hiburan.

Sementara seorang pakar tentang kereta api model, Carl Swanson mengatakan bahwa apa yang telah dibangun oleh Rod Stewart adalah sebuah model kereta api dengan detail kota yang sangat rapi. Layout yang berada dan hampir memenuhi seluruh lantai 3 rumahnya di Beverly Hill adalah sebuah karya kereta api model yang sangat bagus. Rod Stewart tampaknya sangat serius dengan hobbynya ini.

Rod Stewart tertarik dengan kereta api sejak dia masih kecil di London. Dia bahkan sempat mengalami pemboman kota London oleh tentara Jerman pada Perang Dunia II, sehingga dirinya tidak pernah merasakan bagaimana rasanya memiliki sebuah mainan kereta api. Tetapi tidak jauh dari tempat usaha kedua orang tuanya terdapat jalur kereta api, dan dia sangat menikmati saat-saat itu.

Sepertinya masa kecil saya dan Stewart sama, bedanya tidak ada hujan bomb karena hidup di masa orba dan Stewart menang kaya raya :) (kalo ganteng.. bisa diadu lah :p)