Entries Tagged as 'Neighborhood'

Radio Ceret

Ya Bener Radio Ceret namanya.

Hampir setiap malam minggu atau malam libur, gua selalu menyempatkan diri nongkrong di pos satpam. Seperti juga malem minggu kali ini, gua sudah dari jam 21:00 nangkring di pos satpam.

Seperti biasa pos satpam malem ini sunyi sepi, selain memang baru ada satu orang satpam yang berjaga, para tetangga gua juga belum ada yang nongol.
Tiba-tiba saja, ada seorang satpam yang memang ahli dalam di bidang elektronika datang dan mengeluarkan peralatan dari dalam jaketnya.

“Apa itu Pri ?” Gua penasaran melihat ada lempengan dengan kabel terburai dan speaker berwarna putih.

“Radio FM pak, di Pos sini sepi pak, kalo gak ada radio, pikiran kita suka melayang yang aneh-aneh” sang satpam membalas pertanyaan gua.

Dalam hati gua berpikir bahwa satpam yang satu ini cukup kreatif, sampai mengeluarkan modal sendiri merakit sebuah radio FM.

Dengan cekatan dia mulai memasang kabel satu persatu dan dengan bantuan charger walky-talkie, radio FM rakitan berhasil berbunyi. Lumayan juga daripada sepi mending dengerin musik pop.

Karena suara dari speaker yang dibawa tidak terlalu keras, si satpam kemudian mengambil sebuah ceret yang sudah tidak terpakai lagi, dan voila dia menempatkan si speaker di leher ceret, pas sekali dengan ukuran speaker,dan hasilnya suara musik yang menggelegar.
Kreatif !

Saat itu gua langsung memberi nama, Radio Ceret.

Radio Ceret

Satpam dan Pembantu

Memilih tempat tinggal memang memerlukan sebuah pemikiran yang panjang, tenang dan hati-hati.

sandp1.jpg

Di tempat gua tinggal sekarang, walau masih menyisakan sedikit masalah dengan banyak persoalan dengan pihak pengembang tetapi suasananya cukup nyaman, selain karena sebagian besar dari penghuninya memiliki usia yang rata-rata sama, para penghuni ternyata banyak memiliki kesamaan minat dan bakat seperti misalnya doyan karaoke, doyan sepedaan sama doyan nongkrong di pos security yang jumlahnya ada 5 di seluruh komplek.

Nongkrong di pos security buat gua kadang memberikan sebuah suasana tersendiri yang cukup unik. Dengan bermodalkan kopi sachetan yang bisa dibeli di warung, para security yang bertugas dapat segera membantu menyeduh dan secangkir kopi panas siap sedia.

Pos security tempat biasa gua tongrongkin, memang cukup nyaman karena berada di sudut dari sebuah taman yang dilengkapi dengan lapangan bola voli. Jika malam hari, udara cukup sejuk, tetapi saat siang hari panasnya bukan kepalang, karena pepohonannya belum mampu melindungi dari panasnya matahari.

Sambil minum kopi dan kadang menghisap rokok, gua kadang suka mendengar dan kadang larut dalam obrolan-obrolan yang terjadi.
Sampai suatu hari gua mendengara obrolan yang cukup menarik, bukan tentang pilkada, bukan tentang gaji security, bukan obrolan sepak bola, tetapi sebuah informasi yang cukup seru, yaitu tentang hubungan para security dan pembantu.

Seru, tentu saja seru. Sepanjang week-days khususnya saat jam kerja, tempat tinggal gua pasti langsung sepi, karena kebanyakan para penghuni sudah bergerak ke tempat kerjanya. Beberapa kadang harus segera berangkat setelah menyelesaikan sholat shubuhnya, dan ada yang harus kembali pulang ke rumah setelah tengah malam.
Singkatnya setiap week-days, komplek pasti sepi.

Sementara para penghuni pergi beraktivitas, di rumah, tinggalah anak-anak bersama pembantu dan baby sitter.

Suatu hari, karena gua rada malas ke kantor dan mending kerja di rumah, gua menyaksikan para pembantu menyuapi anak-anak majikannya sambil jalan-jalan sekitar rumah atau bahkan sampai ke lapangan voli dekat rumah gua.

Sebuah pemandangan yang menurut gua menarik, saat para pembantu mulai ngobrol dengan para security. Bahkan diantara mereka ada yang cara ngobrolnya cukup serius tingkat kemesraannya.

Kembali ke nongkrong di pos security. Di dalam obrolan yang gua dengar di antara mereka, ternyata memang ada hubungan yang serius antara beberapa security dan beberapa orang pembantu. Bahkan ada diantara mereka yang akan segera melanjutkan ke jenjang pernikahan.
Tetapi ada pula kejadian dimana ada seorang pembantu yang dibawa kabur oleh seorang security, padahal sang security sudah memiliki istri dan anak.
Atau kejadian yang lebih memalukan, seperti seorang pembantu yang kedapatan dihamili oleh seorang security.

Dalam hal ini kadang kita tidak dapat menyalahkan mereka secara semena-mena. Hanya dengan pikiran yang jernihlah, masalah ini dapat diselesaikan dan dapat dihindari di masa yang akan datang.

Masalah satpam dan pembantu, adalah sebuah masalah yang sering terjadi di pemukiman-pemukiman yang tumbuh menjamur saat ini.
Kedua pekerja ini memang sangat dibutuhkan, khususnya buat gua. Saat gua asik bekerja di Jakarta, anak-anak gua dapat perlindungan dari para security dan diasuh oleh pembantu.
Kadang kala mereka cukup merepotkan, tetapi selalu dibutuhkan.

Cara gua untuk mencegah terjadinya hubungan yang tidak sehat antara security dan pembantu adalah dengan nongkrong kongkow di pos satpam. Dengan mendengar dan mengenal mereka dengan lebih baik (kadang gua juga membelikan rokok, nasi goreng dll dll), gua mencoba membuat sebuah hubungan yang sehat sehingga para security tidak enggan untuk berbuat kurang ajar ke gua.
Gua enggak tahu, apakah cara gua ini benar, tetapi yang jelas, sampai saat ini belum ada security yang bertindak kelewat batas kepada para pembantu di rumah gua.

Bahkan mereka cukup melindungi rumah gua.

Main Volley

Minggu, 13 Mei 2007

Sebenarnya permainan yang satu ini gak pernah masuk dalam kegiatan yang paling gua suka.
Main Voli, bayanginnya aja sudah membuat tangan gua berasa panas kena bola. Mangkannya permainan ini terakhir gua mainnin waktu masih SMA, itu saja karena harus ambil nilai ujian olah raga, no choice daripada raport gua jelek.

Di kompleks perumahan tempat gua tinggal, tepatnya di depan rumah yang gua tempatin (gak persis di depannya sih, agak geser kiri dikit) dan berkat kerjaan karang taruna, telah dibangun sebuah lapangan bola voli.
Tempat yang tadinya kumuh ditumbuhi ilalang, sekarang terlihat rapi setelah lahan dirapikan dan dibuat sebuah lapangan voli.
Hmmmm sekarang Blok G3 sudah terlihat agak manusiawi, tidak seperti hutan (ini yang bilang anak gua yang gede lho).

Ada lapangan bola voli di depan rumah (agak serong kiri dikit), artinya gua harus bisa main voli. Gak lucu aja, tetangga gua semua pada main di sana, tapi gua cuman jadi penonton dowang.

Sebelum main (lagi) gua sudah membayangi tangan gua yang panas dan pegel-pegel. Dan bener waktu main pertama gua memang sangan berantakan.
Setelah berlama-lama latihan sambil kepala ndangak ke atas melihat bola, ternyata main voli cukup mengasikan.
Rame-rame bersama para tetangga, ternyata bukan gua saja yang gak bisa, masih banyak yang mainnya berantakan. Tetapi diluar itu semua main bareng-bareng bisa saling kenal dan menghilangkan stress.
Main voli buat gua ternyata membuat banyak ketawa dan saking banyak ketawa.. badan gua jadi semakin capek.. tapi happy..(gak jelas ya).

Setelah main pertama, pergelangan tangan kanan gua ternyata memar.. he he he… tapi gua gak perduli, yang penting gua senang.

No Tags

Sekretaris RT

Malem ini gua dipasrahi kerjaan baru, jadi Sekretaris RT-08 / RW-06 Anggrek 3, Kota Kembang Depok Raya Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok 16412

RT08/RW06 Kel.Tirtajaya

No Tags

Banjir Enggak, PAM Modhar

Seperti biasa siklus banjir lima tahunan melanda Jakarta.
Karena sekarang gua tinggal di Depok, maka temen-temen gua menuding gua sebagai biang kerok pengirim banjir.. he he he…

Hujan memang lebat dan membuat udara di sekitar rumah gua menjadi sangat sejuk… nyaman. Gua sempat ketar-ketir dengan PLN Depok yang kadang-kadang suka matiin listrik seenaknya. Tetapi ternyata setelah hujan turun berjam-jam, ternyata PLN Depok tetap terang benderang.. hebat euy padahal banyak petir.

Atap rumah beberapa ada mulai meneteskan air… tes…tes….tes… ck..ck..ck ginilah hasil karya Daksa.

Dua hari, intensitas hujan masih cukup deras… sampai tiba-tiba Air PAM berhenti mengalir. Gua gak abis pikir kenapa PLN Depok tetep nyala, sementara PAM Depok malah matiin supply air, padahal seharusnya tidak ada pengaruh sama petir.
Gua segera cari info ke pos security.. ternyata.. PAM Mati akibat pompa kebanjiran sampah…walah.
Untung saja gua punya water tank jadi masih punya cadangan air bersih.

Sore-sore security mengabarkan bahwa PAM mungkin akan mati agak lama bisa sampek berhari-hari, karena kerusakan yang diderita cukup parah.

Gua segera memtuskan untuk mengungsi ke Pasar Minggu, di sana gak banjir, gak mati listrik dan gak kekurangan air.

Ternyata gua gak kena banjir, tetapi tetep ngungsi gara-gara banjir.