Entries Tagged as 'Daily Activities'

Cinnamon and Vanilla in Roti Gambang

Pagi tadi setelah turun dari bus patas AC, melihat sebuah gerobak roti Tan Ek Tjoan. Wah jarang-jarang gerobak roti ini dapat ditemukan dengan mudah di bawah fly over di samping Slipi Jaya. Tanpa ragu-ragu dan berpikir ulang, langsung mendatangani si penjual roti, karena pasti dia menjual Roti Gambang. Salah satu roti tradisional kegemaran saya.

Roti berwarna coklat berukuran panjang sekitar 15cm dengan taburan wijen dibagian atas serta warga agak gosong di bagian dasar roti ini memang memiliki rasa yang sangat khas. Jauh sebelum toko-toko roti marak hadir di Jakarta, Roti Gambang sudah menjadi favorit saya.

Rasa yang paling dominan adalah rasa Kayu Manis (cinnamon) bercampur Vanili, membuat roti gambang ini enak dinikmati bersama secangkir teh hangat.
Roti Gambang yang kenyal, pagi ini telah menemani sarapan pagi saya. Saat masih di SMA dan kuliah, roti gambang yang murah meriah dapat mengganjal perut dari rasa lapar, hitung-hitung ngirit beli makanan, cuma sedikit seret di kerongkongan saja saat tidak ada air minum.

Membuat roti gambang ternyata juga cukup mudah, semua bahan dasar gampang dijumpai di pasar bahkan mungkin di warung-warung di sekitar kita. Yang dibutuhkan adalah:

  • Tepung Terigu
  • Gula Merah
  • Tepung Roti yang berwarna coklat
  • Susu
  • Soda Kue
  • Baking Soda
  • Kuning Telur
  • Kayu Manis yang sudah menjadi bubuk
  • Vanili bubuk
  • Garam dan Air tentu saja karena akan dibuat adonan.

Cara memasaknya:

  • Panaskan gula merah dalam air hingga mendidih dan larut semua.
  • Campur semua bahan untuk menjadi adonan.
  • Tambahkan margarin seperlunya.
  • Diamkan dalam wadah tertutup selama lebih kurang 30 menit sampai agak mengering.
  • Bentuk adonan menjadi lonjong, taburi wijen dan dipanggang pada suhu 150 derajat selama 30 menit.

Cara membuatnya tidak terlalu ribet ya, tapi bagi yang males, cari aja tukang roti keliling dan borong roti gambang untuk 3000 Rupiah per buah, ditanggung kenyang.

Canon EOS 1000D

Canon telah meluncurkan produk terbarunya, Canon EOS 1000D.

Yang dibidik Canon dari seri ini adalah para pengguna kamera pocket digital dan ingin mulai beralih ke kamera SLR. Seolah Canon EOS 1000D adalah sebagai gateway camera, pocket to SLR.

Walaupun dianggap sebagai kamera bagi pemula, EOS 1000D ternyata memiliki kemampuan yang cukup handal, salah satunya adalah processor DIGIC-III, sebuah processor yang sama yang digunakan oleh EOS-1, SLR Professional.

Berikut ini spesifikasi utama dari Canon EOS 1000D:

  • 10.1 Megapixel CMOS sensor
  • EOS Integrated Cleaning System
  • 7-point wide-area AF system with f/5.6 cross-type centre point
  • Up to 3 frames per second
  • 2.5” LCD with Live View shooting
  • DIGIC III image processor
  • Compatible with SD and SDHC memory cards
  • Compact and lightweight body
  • Digital Photo Professional RAW processing software
  • Fully compatible with all Canon EF and EF-S lenses and EX-series Speedlites

Sebuah fiture yang sama dengan Canon EOS 450D adalah Live View Shooting, dimana kebiasaan pengguna pocket camera adalah memotrek menggunakan tayangan LCD dibanding harus “mengintip” dari view finder.

CMOS sensor 10 Megapixel juga mampu membuat gambar yang detail dan halus, juga dilengkapi dengan fiture pembersih yang akan membuat CMOS tetap dalam kondisi prima dan menghasilkan gambar yang tajam.

Walaupun Canon belum mengeluarkan harga resmi, banyak pengamat memprediksi Canon EOS 1000D berharga 200 USD lebih murah dibading Canon EOS 450D.

Gambar milik Wired Blog

Cloudy Blue Sky

This evening, through my office windows (not that windows) I see beautiful scenery of Jakarta Cloudy Blue Sky. I just wanna share this moment to you.

Hedwig@Slipi

Jakarta Cloudy Blue Sky

Sang Kodok

Sang kodok hey sang kodok
Sore itu saya dengar lirik ini dinyanyikan Theo sambil bermain dengan Thressa di atas tempat tidur kami.
Sejenak sempat berpikir dari mana dia bisa menyanyikan lagu “Sang Kodok” yang dulu dibawakan oleh Almarhum Benyamin S.

Benyamin S

[Read more →]

My first Anthurium

Semenjak tinggal di Depok, saya jadi agak lebih care dengan yang namanya tanaman. Kondisi ini lebih disebabkan karena pemukiman tempat tinggal saya adalah sebuah pemukiman baru yang tentu saja masih miskin tumbuh-tumbuhan.

Beberapa bulan belakangan ini beberapa rekan dan tetangga, sangat aktif membicarakan tanaman Anthurium. Sebuah tanaman hobby yang memiliki harga hingga puluhan juta Rupiah.
Puluhan Juta untuk sebuah tanaman masih membuat saya tidak dapat bepikir di mana nilai investasinya. Jaman dahulu saat orang berlomba-lomba memelihara ikan Louhan, saya juga gak bisa mengerti apa yang ada di pikiran orang-orang tersebut. Bisa dibayangkan jika si Anthurium antau Louhan tiba-tiba mati, kerugian besar pasti akan menimpa mereka.

anthurium.jpg

 

[Read more →]

Pilih Handphone dan Internet Browser

Kata orang-orang pintar, handphone saat ini sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup. Tetapi banyak orang hanya menggunakan handphone sebagai sebuah sarana komunikasi telepon dan SMS, masih sedikit orang yang memanfaatkan handphone sebagai sarana penunjang yang mobile.

By the way, baswey.. apakah ada orang yang memilih handphone karena kebiasaan dari penggunaan internet browser yang selama ini digunakan di desktop atau notebook
Saya mungkin salah satu orang yang tidak peduli dengan internet browser di handphone, sampai pada hari ini saat tabungan sudah cukup untuk menambah handphone.

[Read more →]

Lomba Desain Tshirt Qwords.com

Mencoba membuat sebuah design yang rada ngePOP dalam rangka lomba mendesain tshirt untuk Qwords.com. Dengan image yang rame untuk membuat point of interest dari T-Shirt user menjadi lebih terangkat. Nama designnya QPopWords

No Tags

Aku Cinta Baca

Sebuah tulisan terpampang di atas sebuah bus warna putih yang sedang parkir, “Aku Cinta Baca”.

Hampir setiap makan siang, gua makan di sebuah warung nasi di halaman Perpustakaan Pendidikan Nasional di Tanjung Duren. Dan setiap selesai makan siang di sana, ada keinginan untuk masuk ke dalam ruang perpustakaan untuk sekedar melihat-lihat. Terus terang sampai kini, itu hanya sebatas wacana keinginan thok, masuk ke dalam perpustakaan rasanya berat dan malas, padahal hanya tinggal jalan.

Sampai suatu hari ada bus putih dengan tulisan “Aku Cinta Baca” yang parkir di samping perpustakaan tersebut. Sejenak gua berpikir, mungkin gua saat ini sudah tidak “mencintai membaca” lagi sehingga berat sekali kaki ini untuk dibawa melangkah masuk ke dalam perpustakaan.

Aku Cinta Baca

Tetapi gua masih yakin, bahwa sampai kapanpun perpustakaan tetap dibutuhkan, tinggak orang malas seperti gua yang harus berubah

No Tags

kronologger.com

Hari ini gua koq keranjingan dengan yang satu ini.

Sebenarnya gua sudah sign-up di www.kronologger.com sejak Budi Putra kirim SMS beberap waktu yang lalu untuk gabung ke mainannya yang baru.
Hari ini sebenarnya gua baru ingat kalo ada kronologger.com. Dan seharian gua keasikan menjadi kroner di sini.

Semua kegiatan mulai dari kantor, pulang kantor di busway, nunggu Depex di tasyun Juanda, di dalam Depex sampai di rumahpun, mata dan jari gua gak lepas dari handphone. Memang kronologger.com menyiapkan sebuah script sehingga mudah untuk diakses melalui WAP.

Sekarang gua terkena virus Kron, mudah-mudahan cepat berlalu. Tapi apakah mungkin, temukan jawabannya di hedwigus.kronologger.com atau hedwigus.kronologger.com/gprs bagi anda pengguna handphone.

kronologger.com

No Tags

(kurang ajarnya) Penjaga Loket

Hampir setiap pulang dari kantor, gua banyak mengalami hal-hal yang aneh menyebalkan. Setelah gua mengalami pengalaman yang buruk lucu di busway koridor III, kali ini gua harus menghadapi penjaga loket Depok Express di station kota yang sangat-sangat menyebalkan sampek pengen rasanya bogem gua masukin ke mulut bawelnya.

“Mas, uang kecil aja” ucap penjaga loket sambil sedikit membentak.

Gua memang kebetulan ngasih uang 50 ribuan yang rada lecek, karena gua kantongin di celana selama 2 hari (ketahuan celana 2 hari gak ganti deh)

“Maaf mas, uang saya tinggal satu-satunya ini, gak ada lagi” gua jawab

Memang hari itu uang yang menempel di tubuh gua ya tinggal 50 ribu perak.

“Gak ada kembalinya” Dia menghardik gua, sambil mendorong kembali uang 50ribuan lecek gua keluar loket.

Gua langsung naik pitam !!! railfans diginiin !!!

“Nyet…. !!! itu depan moncong lu ada 10 ribuan dan 20 ribuan setumpuk, loe bilang gak ada kembalian!!” Gua marah-marah.

Sambil merengut kayak banci kurang setoran akhirnya dia ngasih tiket ke gua dengan kembalian 41 ribu rupiah saja.

Reflek gua keluarin handphone yang pernah blank dan c’prett!! gua potrek si pegawai honorer nan blagu luar biasa itu. Dia sewot dan marah-marah dari balik kandangnya persis seperti monyet di ragunan.

Penjaga Loket Jakarta Kota

Gua langsung jalan naik Depex jam 18:00 yang baru berangkat jam 19:00 yang penuh sesak persis KRL Ekonomi.