Me Family, Stories and Activities
Locomotive
Photo Hunting: Sasaksaat
Aug 31st
Sudah lama sekali saya tidak pergi mblusukan (istilah yang digunakan oleh para penggila kereta api untuk hunting photo, berkemah, tracking dan segala kegiatan outdoor yang berhubungan dengan kereta api). Sampai suatu Sabtu akhirnya punya sedikit waktu untuk kembali menyalurkan hobby ini.
Lokasi yang dipilih adalah Stasion Sasaksaat yang terletak di jalur kereta api Jakarta – Bandung. Sebuah lokasi yang tidak terlalu jauh dari Jakarta maupun Bandung dan relatif mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.
Biasanya para Railfans (RF) naik kereta api yang berhenti di stasion ini. Atau jika berangkat dari Jakarta menggunakan rangkaian Argo Parahyangan, minta ijin ke Kondekturnya untuk dapat diturunkan disini.
Siang itu, setelah berkutak dengan pekerjaan yang tidak pernah berhenti. Saya pergi ke Sasaksaat.
System Informasi ala kereta api
Aug 10th
Hampir setiap hari, saya menggunakan jasa angkutan masal kereta api yang membawa saya dari Depok ke hiruk pikuknya kota Jakarta. Stasion Depok selalu menjadi tempat awal saya menghabiskan hari-hari di Jakarta.
Tidak dapat dipungkiri lagi, Kereta api dalam hal ini Kereta Listrik (KRL) adalah moda transportasi yang paling ideal bagi seorang komuter seperti saya. Perjalanan Depok sampai Gambir dapat ditempuh kurang dari 1 Jam saja, bahkan pada waktu-waktu tertentu hanya membutuhkan waktu 30 menit saja sudah tiba ditengah-tengah Ibukota Jakarta.
Kebetulan saya adalah pengguna Kereta Listrik Express AC atau biasa disebut Depok Express dan memiliki nama panggilan yang cukup keren, DEPEX!.

KRL Eko AC
Gambar diperoleh dari www.semboyan35.com
Naik kereta api yuk
Jun 30th
Naik Kereta Api.. tut..tut.. siapa hendak turut..
Lagu anak-anak yang dahulu mengajak orang untuk naik kereta api, akhirnya menjadi sebuah kenyataan.
Dengan naiknya harga BBM lebih dari 25% pertengahan 2008 ternyata kembali menjadikan Kereta Api sebuah moda transportasi darat primadona.
Steam Locomotive, Repainting Activity
Nov 19th
Hari Minggu 18 November 2007 kemarin bisa jadi sebuah hari yang menurutku cukup memiliki sebuah kesan. Bersama teman-teman railfans yang tergabung dalam Indonesian Railway Preservation Society dan Majalah KA serta mendapat dukungan dari Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah, kita sama-sama melakukan pengecatan ulang monumen lokomotif uap yang dipajang di sana.

C2710 Dahulu melayani rute Jakarta – Rangkasbitung
Pihak Museum mengatakan bahwa lokomotif uap tersebut memang sudah lama tidak dilakukan pengecatan ulang, ada yang mengatakan terakhir dicat ulang adalah di tahun 2000 lalu.
BB200 sudah 50 tahun
Aug 5th
Mungkin banyak yang belum tahu atau tidak peduli dengan sebuah nama BB200, sebuah lokomotif diesel hydrolic keluaran General Motor yang sudah 50 tahun malang melintang di lintasan kereta api khususnya di Jawa.
Hari ini sebenarnya gua harus hadir di Semarang, karena hari ini adalah tepat 50 tahun Lokomotive BB200 berulang tahun (sebenarnya batch terakhir usianya mungkin belum 50 tahun).
Dan seharusnya gua hadir di Semarang untuk bersama teman-teman mencuci sampai bersih loko BB20029 (artinya Lokomotive Type BB200 No Urut 29).
Yang lebih lucu lagi, kali ini mencuci locomotive koq cewek-cewek, sejak kapan railfans didomonasi perempuan.
Dasar Panitia.
Ngecat Cow-Catcher (Boopher)
Jun 30th
Sabtu, 30 June 2007,

Pagi-pagi sudah nangkring ke Museum Transportasi di Taman Mini Indonesia Indah. Hari ini gua bersama teman-teman IRPS berniat melakukan bhakti sosial ngecat cow-catcher lokomotive uap yang terpajang di sana.

Kenapa cuman cow-cather-nya saja ?
Begitu pertanyaan beberapa orang yang mengetahui kegiatan ini..
Untuk mengecat 1buah lokomotive uap agar “kinclong” dan sesaui seperti aslinya tentu saja dibutuhkan tenaga dan niat yang besar, hari ini kami dengan team terbatas untuk sementara hanya mampu “mewarnai” cow-catcher saja, sehingga dapat kembali berwana merah menyala.
Seharian ngecet, tidak semua koleksi lokomotive uap dapat menikmati repaint yang kami lakukan, keterbatasan jumlah cat dan tenaga memaksa kami menghentikan kegiatan selepas pukul 16:00.
Panas tetapi senang, karena melihat loko-loko tua itu kembali memiliki “gincu” merah menyala.

Thanks for Mighty Bowo for all repainting photos
Railfan Photo Hunting – Station Plabuan
Mar 19th
Jum’at Subuh 17 Maret 2006
Bangun pagi, terus mandi langsung berangkat ke Dipo Traksi Jatinegara. Hari ini memang sengaja bolos masuk kantor karena sudah ada rencana pergi hunting photo ke Station Plabuan di Jawa Tengah.
Total ada enam orang yang berangkat pagi itu, menggunakan Kereta Api Argo Muria, kami turun di Station Pekalongang. Station Plabuan adalah sebuah station kecil sehingga hampir tidak ada kereta api yang memiliki jadual berhenti resmi di sana, apalagi kereta api kelas 1 seperti jajaran kereta argo.
Dari Station Pekalongan kami menumpang Fajar Utama Semarang, dan kami minta bantuan masinisnya untuk dapat menurunkan kami di lokasi terdekat Station Plabuan.
Fajar Utama akhirnya berjalan pelan di lokasi Sinyal Masuk Station Plabuan, dengan hati-hati kami melompat dari kereta api yang berjalan pelan. Kami berteriak mengucapkan terima kasih kepada Masinis yang baik hati dan dibalas dengan semboyan 35 dari lokomotive.
Waktu menunjukan pukul 13:40 ketika kami berjalan lebih kurang 500 meter ke arah Station Plabuan, hari itu panas luar biasa, kepala terus berdenyut-denyut seakan mau pecah. 20 menit kami berjalan menyusuri rel kereta api dan akhirnya sampailah kami di Station Plabuan.

Station ini berada di lokasi yang terpencil, tepatnya di pinggir pantai utara, dan bila melalui jalan raya lintas utara, lokasi ini berdekatan dengan daerah Alas Roban, dari jalan raya masih harus berjalan lagi lebih kurang 15Km ke arah pantai.
Perumahan nelayan berada persis di depan station, suara ombak di pantai terdengar dengan jelas dan menjadikan station ini memiliki suasana yang berbeda dengan station lainnya. Sementara dibelakang station daerah perbukitan yang ditutupi oleh pepohonan yang rimbun. Suasana panas dan sejuk menyatu di station ini.
Kemi segera mendatangi PPKA (Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api), beliau cukup terkejut dengan kedatangan kami, apalagi setelah kami bercerita bahwa kami adalah penggemar kereta api yang hendak bermalam di station ini dan akan memotret suasana sekitar. Para petugas menyambut kami dengan hangat, bahkan kami dipersilahkan untuk mandi di kamar mandi mereka yang sangat bersih.
Setelah cukup istirahat dan cuaca mulai bersahabat, kami memutuskan untuk memulai hunting session, setelah sebelumnya kami diberikan jadual kereta api yang akan lewat di station itu. Kami berjalan ke arah Timur karena di daerah tersebut, rel kereta api berada persis di sisi pantai utara.

Beberapa kereta api lewat dan kami berhasil memotretnya. Para masinis kereta api tersebut cukup senang dengan kegiatan kami ditandai dengan senyuman serta lambaian tangan dan tidak lupa semboyan 35 dari klakson angin di lokomotive.
Hari hampir senja, dan kami memutuskan kembali ke station untuk memotret suasana sunset di sana. Tapi sayang sebuah kereta api yang jadualnya pas dengan sunset ternyata telat, sehingga kami hanya memotret suasana station saja.
Malamnya setelah mandi, kami melanjutkan night shoot session di sekitar station, kami memutuskan begitu, karena lokasi di sana sangat gelap, sehingga dapat membahayakan kondisi kami dan menyulitkan mencari focus ke object.
Cukup banyak kereta api yang berhenti karena harus bersilangan dengan kereta api lain. Para penumpang cukup heran dengan aktivitas kami di sana dan banyak yang bertanya-tanya dengan kegiatan kami, bahkan ada yang berguman bahwa kami ini edan koq mau-maunya berada di lokasi terpencil… he he he… wong namanya hobby… apa mau dikata.
Masih banyak kereta yang lewat, tetapi tenaga sudah terkuras habis, dan saya memutuskan untuk tidur agar besok pagi dapat mengabadikan sunrise di station plabuan.
Sabtu 18 Maret 2006.
Jam menunjukan pukul 5:00 sebagian teman-teman sedang melaksanakan sholat subuh, lainnya masih tidur dengan lelap. Cuaca saat itu hujan gerimis, wah tidak bakalan dapat sunrise nih… rada kecewa. Mending mandi aja agar kepala tetap dingin.
Jam 7:30 matahari baru keluar dari balik awan dan kami kembali memulai photo hunting.
Lumayan ada 2 kereta api petikemas yang berhasil di photo dan 2 kereta komuter, tapi kami kehilangan 1 kereta argo karena hujan gerimis…. sayang.
Jam 9:00 sambil menyantap mie instant rebus, kami meminta bantuan PPKA agar dapat menghentikan kereta Kaligung Bisnis di Station Plabuan, karena kami akan melanjutkan kegiatan ke Cirebon.
Kereta ini adalah kereta komuter Semarang – Tegal PP. Dan sayangnya kereta ini tidak memiliki jadual berhenti di Station Plabuan.
Kami membeli ticket untuk tujuan Tegal, dan jam 9:30 kereta tersebut datang. Kami bersalaman dengan petugas-petugas di Station Plabuan sebelum naik ke kereta api Kaligung Bisnis.
Masinis Kaligung Bisnis tampaknya cukup hapal dengan kami karena banyak memotret kereta ini, kami disambut oleh mereka saat naik ke kereta. Wah seru sekali, penumpang cukup dibuat bingung dengan kejadian ini.
Jam 11:00 Kereta Api sampai di Station Tegal. Karena tidak ada kereta api yang ke Cirebon saat itu, kami melanjutkan perjalan ke Cirebon dengan menggunakan bus antar kota. Teman-teman menyebutnya dengan Argo Coyo… ada-ada aja…
Sampai di Cirebon, sudah banyak teman-teman dari IRPS yang sudah berkumpul, karena memang kami sedang melakukan sebuah acara dengan DAOP III Cirebon, yaitu kunjungan ke Dipo Traksi Cirebon sekaligus melihat loko diesel CC20015, sebuah loko yang berhasil dihidupkan lagi setelah cukup lama mati.
Loko CC200 adalah seri loko diesel pertama di Indonesia, loko ini saat ini berada di Cirebon dan hanya satu yang masih dapat berfungsi walaupun tidak dapat beroperasi full seperti dahulu lagi.

Kami segera memesan kamar di penginapan, untuk melepas kepenatan dan menyimpan barang bawaan yang cukup berat. Hari ini kami hanya berdiskusi dengan teman-teman dan jajaran PT.KA
Kami juga melakukan night shoot session di sekitar Dipo Traksi Cirebon.
Seperti biasa, gua selalu ngantuk duluan dan kasur di penginapan menjadi sangat nyaman untuk ditiduri, walau jam saat itu menunjukan pukul 22:30.
Minggu 19 Maret 2006
Jam 7:00 pagi bangun, dan ternyata teman-teman yang lain sudah pada mandi dan sarapan roti dari penginapan.
Setelah mandi, kami ngobrol seputar kegiatan photo hunting di Station Plabuah dengan teman-teman yang baru bergabung di Station Cirebon.
Jam 8:00 kami mulai bergerak untuk mencari sarapan, dan tidak lupa melakukan photo session di monumen station Cirebon, yaitu loko uap.
Setelah kenyang motret dan sarapan, kami memulai photo session di dalam Station Cirebon. Teman-teman dengan semangat mencuci loko CC200.
CC200 tampak lebih bersih setelah dicuci oleh teman-teman. Setelah selesai di cuci, kami diberikan kesempatan oleh Kepala Station Cirebon untuk menaiki loko tersebut di seputara Station Cirebon, kami memang tidak diijinkan keluar station karena dapat mengganggu jadual perjalanan kereta api lainnya, tetapi itu tidak mengurangi kegembiraan kami mengendarai loko CC200.
Sampai jam 12:00 siang akhirnya kegiatan selesai dan kami berpamitan dengan jajaran pejabat dan pegawai station dan dipo traksi Cirebon. Wajah ceria tampak dari teman-teman.

Gua memutuskan kembali ke Jakarta menggunakan Cirebon Express Utama yang akan jalan jam 13:30.. sementara teman-teman lainnya memutuskan untuk lebih lama di Cirebon dan kembali ke Jakarta menggunakan kereta yang lain.
Kami berpamitan dan gua akhirnya sendirian pulang ke Jakarta.
Sialnya gua duduk bersebelahan dengan cowok… dasar sial…. mending gua tidur aja… he he he…
Gua tidur selepas keluar station Cirebon dan bangun ketika kereta api sampai di Station Jatinegara…. aaahhh… segarnya…..
———————————
IRPS: Indonesia Railways Preservation Society
PTKA: PT. Kereta Api (Persero).
Motret di Sasaksaat
Jul 22nd
Sabtu Subuh, 22 July 2006
Setelah cukup lama gua gak jalan-jalan ke Station Kereta Api selain Station Depok Lama, Station Sudirman dan Station Gondang dia… he he he itu jalur gua pergi pulang dari rumah ke kantor.
Kebetulan gua dapet tugas dari kantor pergi ke Bandung. Kesempatan ini gak gua sia-siakan untuk datang ke Station Sasaksaat.
Sabtu subuh gua berangkat ke Sasaksaat setelah sebelumnya jemput temen gua di Terminal Bus Leuwi Panjang.
Sampek di Sasaksaat jam 5:30 dan di sana sudah ada teman-teman dari IRPS yang berangkat dari Jakarta, bahkan ada yang bermalam di sana.
Jalan ke arah terowongan, naik ke perbukitan, turun ke sawah. Memang tempat yang asik untuk melakukan hunting photo. Yang lebih menarik adalah pada waktu week end, jadual Kereta Api Parahyangan menjadi lebih sering, sehingga gak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan object kereta api.

Hunting sampek jam 14:00, akhirnya gua pulang ke Depok bersama satu orang temen gua, sementara yang lain memilih naik kereta api yang kebetulan berhenti di Station Sasaksaat.
Kuburan Locomotive
May 9th
Minggu Malam 7 May 2006
Gua bersama beberapa rekan punya plan untuk jalan-jalan ke Jogjakarta. Sore-sore gua udah nongkrong di Dipo Lokomotive Jatinegara guna persiapan berangkat ke Jogja.
Sambil nunggu, gua mencoba menu makan malam para masinis, wow enak banget, masakannya rumah banget, nasi putih, sayur lodeh, telur dadar dan tempe bacem… mantab.
Jam 19:00 gua bergegas ke Station Jatinegara untuk beli tiket Kereta Api Senja Utama Jogjakarta.
Udah lebih dari 10 Tahun gua gak pernah naik kereta jenis ini, itung-itung sekalian nostalgia.
Harga karcis ke Jogja adalah 100.000 Rupiah, dulu gua naik karcisnya masih belasan ribu dowang sepertinya dan berangkat dari Gambir pula.
Karena gua berangkat hari Minggu malam, kereta ini cukup sepi tidak seperti waktu week end, bisa mbludak penumpangnya.
Keretanya agak kusam, gak ada AC, tapi di dalamnya cukup bersih alias gak banyak sampah he he he…
Cuman yang manjadi masalah bagi gua, ternyata kursi kereta ini gak enak banget didudukin apalagi buat tidur. Sementara temen-temen gua yang lain sudah berhasil menguasai lantai kereta api untuk tiduran, terpaksa gua yang harus melingker di kursi.
Senen Pagi 8 May 2006
Jam 04:30 Kereta Senja Utama sampek juga di station akhir, Station Tugu Jogjakarta. Ternyata udah ada yang sampek duluan di sana, dan mereka naik Argo Lawu… weleh-weleh.. tahu gitu gua naik Argo Lawu sekalian, jadi pagi-pagi begini gak ngantuk.
Sambil menunggu terang, teman-teman melakukan ritual pagi. Ada yang mandi, buang air dan sholat subuh. Sementara gua milih nerusin tidur di kursi peron yang keras. Sekuat usaha gua untuk bisa tidur, makin gak bisa tidur gua.
Setelah terang, kita pindah ke sebuah penginapan yang disewa rekan dari Cikarang, hmm lumayan gua bisa pup dan mandi…hmmm segar banget.
Jam 07:30 Kita semua check-out dari penginapan itu dan pindah ke penginapan lainnya. Akhirnya dipilih sebuah penginapan yang letaknya berdekatan dengan Balai Yasa Pengok, tempat tujuan kita berkunjung ke Jogjakarta.
Balai Yasa Pengok atau yang sering disebut BY Pengok adalah sebuah bengkel khusus untuk lokomotive diesel, baik diesel-electric maupun diesel-hydorlic. Di tempat itu proses perawatan dan perbaikan lokomotive dikerjakan. Tidak jarang mereka melakukan rebuild terhadap lokomotive yang mengalami kerusakan atau kecelakaan hebat.
Yang menarik dari BY Pengok adalah sebuah lapangan dimana ditempatkan puluhan lokomotive yang sudah tidak layak untuk dijalankan, hal ini akibat sudah tuanya usia lokomotive atau memang sukucadangnya sudah tidak ada.
Lokomotive yang “malang” itu sedang menunggu jadual untuk di rucat (dipreteli).
Sayang memang melihat mesin-mesin itu tidak bisa kembali berjalan melintas di jalur-jalur kereta api kembali, apalagi ada beberapa teman yang dengan nada protes menghendaki seluruh lokomotive itu kembali diaktifkan.
Tapi memang secara ekonomis hal tersebut tidak mungkin dan untuk mengurangi beban, maka terpaksa lokomotive tersebut harus di hancurkan alias di rucat.

Selain itu, kami juga diberi kesempatan untuk melihat suasana kerja di dalam BY Pengok. Dimana mereka melakukan perawatan berkala lokomotive.
Dan kebetulan kami juga melihat sebuah proses rebuild dari dua buah lokomotive yang mengalami kecelakaan hebat di Station Gubuk beberapa minggu sebelumnya.
Jam 14:00 kami mengakhiri kunjungan di BY Pengok, puas juga bisa melihat sesuatu yang baru. Setelah bersalaman dan melakukan photo bersama, kami meninggalkan BY Pengok.
Tidak lupa kami membeli cinderamata yang dijual oleh Koperasi Karyawan BY Pengok.
Kita kembali ke penginapan untuk beristirahat sejenak dan akhirnya sebagian termasuk gua meneruskan ke Station Tugu, untuk kembali ke Jakarta.
Untuk pulang, gua akhirnya memilih naik Argo Dwipangga… aaahhhh asiknya… gua akhirnya bisa tidur lelap di kereta api…zzz…zzz…zzz..zzz..zzzz….


