Me Family, Stories and Activities
Flooding
Banjir di kantor
Aug 21st
Jam 12:26 seperti yang tertera di pojok kanan bawah monitor gua, dan perut sudah minta diisi. Gua bergegas ke bawah untuk keluar makan siang.
Saat ini gua berkantor di sebuah ruko di bilangan tanjung durian jakarta barat.
Karena posisi ruangan tempat gua berkativitas tidak memiliki akses ke jendela, gua gak tahu kalo ternyata di luar sedang hujan cukup deras. Sampai di bawah di depan lobi, bukan hujan yang gua khawatirkan melainkan banjir.
Musim kemarau kebanjiran, ya di tempat gua salah satunya. Hujan deras enggak sampai 1 jam telah membuat kali sekretaris di depan kantor gua meluap dan membanjiri pelataran parkir.
Gua gak tahu mengapa sungai di depan ruko kantor tempat gua kerja diberi nama kali sekretaris. Padahal sungai tersebut berair hitam legam penuh polusi.
Sudah bisa ditebak, gua batal makan siang karena banjir kira-kira 20cm. Agak susah untuk bergerak melalui halaman ruko orang lain, karena sudah dipenuhi sepeda motor dan mobil yang nangkring menghindari banjir. Tukang bakso yang biasa mangkal di depan kantor juga memilih menghindar dengan menggelar dagangannya di pintu utama kompleks ruko yang bebas banjir karena posisinya lebih tinggi.
Sekarang jam 2an, hujan masih gerimis. Menurut temen-temen yang sudah sering menghadapi banjir di kantor, jika tidak ada hujan lagi, dalam waktu 3-4 jam air bakalan surut.
masalahnya cacing-cacing ganas di perut gua sudah gak mampu menunggu selama itu, apalagi gua.
Banjir Enggak, PAM Modhar
Feb 4th
Seperti biasa siklus banjir lima tahunan melanda Jakarta.
Karena sekarang gua tinggal di Depok, maka temen-temen gua menuding gua sebagai biang kerok pengirim banjir.. he he he…
Hujan memang lebat dan membuat udara di sekitar rumah gua menjadi sangat sejuk… nyaman. Gua sempat ketar-ketir dengan PLN Depok yang kadang-kadang suka matiin listrik seenaknya. Tetapi ternyata setelah hujan turun berjam-jam, ternyata PLN Depok tetap terang benderang.. hebat euy padahal banyak petir.
Atap rumah beberapa ada mulai meneteskan air… tes…tes….tes… ck..ck..ck ginilah hasil karya Daksa.
Dua hari, intensitas hujan masih cukup deras… sampai tiba-tiba Air PAM berhenti mengalir. Gua gak abis pikir kenapa PLN Depok tetep nyala, sementara PAM Depok malah matiin supply air, padahal seharusnya tidak ada pengaruh sama petir.
Gua segera cari info ke pos security.. ternyata.. PAM Mati akibat pompa kebanjiran sampah…walah.
Untung saja gua punya water tank jadi masih punya cadangan air bersih.
Sore-sore security mengabarkan bahwa PAM mungkin akan mati agak lama bisa sampek berhari-hari, karena kerusakan yang diderita cukup parah.
Gua segera memtuskan untuk mengungsi ke Pasar Minggu, di sana gak banjir, gak mati listrik dan gak kekurangan air.
Ternyata gua gak kena banjir, tetapi tetep ngungsi gara-gara banjir.
