Entries Tagged as 'Daughters'

Astro Blank

Astro Blank
Menurut berita yang didengar lewat radio, Direct Vision sebagai mbaureksonya Astro belum bayar BHP (Biaya Hak Pakai) Frekwensi, sehingga pemerintah menghentikan semua program siaran Astro.

Tapi kalo melihat pengumuman yang dibuat oleh Astro, Depkominfo sedang melakukan inspeksi (No 86/M.KOMINFO/4/2008). Kalo inspeksi, mengapa siarannya dimatiin sih. Dibalik itu, Depkominfo ternyata mulai mengeluarkan tajinya, dengan mengganyang lembaga-lembaga yang gak mbayar BHP.

Gara-gara Astro mati, anak-anak saya marah-marah gak bisa nonton Disney Playhouse.

Astro No Service at Electronic City

Ayah tukang bohong

Setiap hari, para miss (teacher) di sekolah anak-anakku selalu membuat laporan tertulis mengenai segala sepak terjang anak-anak selama berada di sekolah seharian.

Biasanya laporan menyebutkan progress belajar, seperti sudah bisa menarik garis lurus, membuat lingkaran, mengenal angka, menghitung sampai dengan membaca.
Tetapi  minggu ini  progress report berbicara sesuatu yang lain. Anak-anak menyebut ayahnya tukang bohong !.

[Read more →]

Sang Kodok

Sang kodok hey sang kodok
Sore itu saya dengar lirik ini dinyanyikan Theo sambil bermain dengan Thressa di atas tempat tidur kami.
Sejenak sempat berpikir dari mana dia bisa menyanyikan lagu “Sang Kodok” yang dulu dibawakan oleh Almarhum Benyamin S.

Benyamin S

[Read more →]

Now she can read

When I preparing thing before doing my activity in the morning, I saw my first daughter seriously stare at her magazine, a.k.a Bobo Junior. She is 4 years old by last September.
I think her just viewing the images and trying to read the magazine letter-by-letter like ABC’s song.

Nowadays, when we together after school shopping in Hypermarket at Jalan Margonda, I heard Theona spelling the tag upside of the rack.

D-I DI - S DIS, C-O CO, U-N UN - T UNT, DIS-CO-UNT. Hey, now she can read.

giant.jpg

[Read more →]

Ternyata Theo sudah bisa naik sepeda

Ayah!…… Theo sudah bisa naik sepeda loda duwa doong” Theona teriak setelah bangun tidur, sementara gua sedang pake kaos kaki dan mau pergi ke kantor. [Read more →]

Back to School

 ooooaaheeemm….. bangun pagi. Theo dan Tressa masih melungker di tempat tidur….
hari ini adalah hari kembali ke sekolah, Theona naik ke TK A, sedangkan Tressa masuk ke PG A.
Bangun pagi, terus mandi, kemudian makan dan pake seragam… he he he lucu juga.

 Tressa and Theona

Siap-siap menunggu jemputan sekolah

No Tags

Intel Core 2 Duo

“Ayah… Theona bisa koq main komputer…, sini mausnya tinggal di geser-geser gini yah…tuh khan bisa..”
Begitu cara anak gua menggunakan komputer.

Iya hari ini gua baru aja order komputer rakitan alias djiangkrik. Terakhir komputer gua adalah Pentium-3 yang nasibnya berakhir di bak sampah setelah motherboardnya korslet gua utak-atik.
Pake Intel Core 2 Duo E4300 walau cuman yang memiliki kecepatan clock 1.8 Ghz, bagi gua cukup menyenangkan (maklum belum pernah punya desktop secepet ini). Dengan RAM DDR-II terpasang sebesar 1GB, Windows XP bisa jalan dengan lebih cepat.

Tetapi di sisi lain, yang paling exciting adalah anak gua yang paling besar, dia merasa memainkan komputer adalah dengan menggoyang-goyangkan mouse ke kiri-kanan-depan-belakang saja. Sampai-sampai dia bisa bilang, bahwa cara membuat komputer dapat berbunyi adalah dengan menekan keyboard secara asal sampai komputer berbunyi “beep”.
Ada-ada aja idenya.

Hari ini gua dan anak gua cuman utak-atik windowsnya thok, karena belum ada aplikasi yang diinstall, anak gua cukup senang bermain dengan aplikasi Paint, dia bisa corat-coret sepuas hati, khawatir gua dinding rumah jadi target operasi corat-coret agak berkurang.

painting art by Theona

Lama-lama bosan juga cuman ngutek-ngutek itu thok, gua bilang ke anak gua, bahwa si komputer sudah mau bobok karena sudah malam.
Anak gua kalo dibilang mau bobok, pasti gak protes.. gua langsung shutdown desktop dan langsung naik tempat tidur….
“Dadah komputer, besok sore main lagi ya….”

No Tags

Theona Masuk Sekolah

Senin, 17 July 2006

Akhirnya Theo mulai masuk sekolah. Walau masih playgroup dia sudah seneng banget, dari pagi udah siap-siap, padahal masuknya baru jam 10:00.
Hari ini gua memang bolos kantor, karena mau lihat dia pergi pertama kali ke sekolah.

Theo First School

Sampek di sekolah sudah banyak temannya yang dateng, dia dateng belakangan, walaupun belum terlambat.
Theo langsung masuk ke kolam bola dan main mainan, sebelum akhirnya diajak nyanyi bersama dan naik ke kelas. Theo termasuk berani berinteraksi, walau masih rada malu-malu.

Setelah Theo masuk ke kelas, gua sama bokin (yang juga bolos) pergi belanja bulanan, mumpung ada waktu gua pikir.

Gak terasa udah lebih dari jam 12, dan waktunya jemput Theo. Ternyata di sekolah sudah sepi, semua teman Theo sudah pada pulang, sementara dia masih asik mainan di kolam bola dan gak mau pulang.
Setelah dibujuk diajak nonton Cars di Detos 21, akhirnya dia mau juga pulang. Ini juga kali pertama Theo nonton bioskop, awalnya senang, tapi pas lampu bioskop dimatikan, dia mulai ketakutan, dan minta lampu dinyalain.. he he he ada ada aja
Gak sampek 15 menit setelah film diputer, Theo langsung tidur, yang ada gua sama bokin gua yang nonton..

Daughters at Hospital (Both Story)

Rabu 8 Maret 2006, Pukul 21:00 BBWI

Hooeeeekkk…. hoooeeeekkkk… setiap habis masukin makan atau minuman ke mulut Theo… selalu dimuntahin….
total general… sehari sudah 10 kali muntah-muntah… sudah dibawa ke UGD.. tapi masih muntah-muntah, Akhirnya kembali ke UGD.. untuk di re-check..
Ternyata dia sudah kena dehidrasi ringan.. dan harus rawat inap, alias opname…
Rumah Sakit Hermina Depok, ternyata kehabisan kamar… yang ada gua harus pindah, akhirnya dipilih Rumah Sakit Bunda - Margonda, karena dokternya Theo praktek di sana juga.

Kembali masuk UGD, dan harus rawat inap. Karena Dehidrasi, Theo harus dipasang infus….
sudah bisa ditebak, dia jerit-jerit gak karuan waktu tangan kirinya dipasang selang infus. Selesai dipasang infus, ngantuk berat dan capek, dia langsung tidur. Sudah gak muntah-muntah lagi… dan tidur lelap.

Kamis 9 Maret 2006, Pukul 05:00 BBWI
Subuh-subuh pulang ke rumah, si Tressa kasihan sendirian di rumah cuman sama pembantu.
Sampek dirumah, dapat laporan kalo Tressa ternyata sudah 2 kali mencret dan muntah-muntah. Pagi-pagi itu juga mumpung belum terlalu macet, Tressa dibawa ke UGD sekalian… dan ternyata kena penyakit yang sama dengan kakaknya… dan harus rawat inap….

Akhirnya kita sekeluarga pindah ke kamar 210 Rumah Sakit Bunda - Margonda… bukannya liburan malah kena penyakit.

Both Sick

Sabtu 11 Maret 2006, Pukul 10:00 BBWI

Karena Theo gerak terus, infus di tangannya bengkok, dan harus dilepas dan dipasang ulang.
Jam 12:30 sampai Jam 13:15 para suster tidak sanggup masang infus, dan diputuskan untuk ditunda malam hari, saat dia mau tidur, mungkin supaya lemas dan gak terlalu berontak.
Ternyata malamnya gua gak bisa nonton awal film James Bond Tomorrow Never Dies karena jam 21:00 sampek jam 22:00 dikerjain Theona masang infus… akhirnya jarum infus menancap di kaki kirinya…. dasar anak-anak.

Senin 13 Maret 2006, Pukul 09:00 BBWI

Dokternya Theo dan Tressa dateng, setelah cek seluruh kondisi, diputuskan Theo dan Tressa boleh pulang, dengan catatan makan dan minumnya harus dipantau dengan ketat. Gak boleh minum susu dulu atau makan yang mengndung susu, serta harus banyak minum air putih.
Setelah terlepas dari jarum infus, yang ada si Theo langsung ngeluyur kabur dari kamar… mainan elevator.. dia tuh seneng banget kalo naek elevator…

Pulang ke rumah, dan sudah membuat repot semua orang lari kesana-sini sambil teriak-teriak.
sakit repot, gak sakit repot juga…

Theona diopname

Selasa 29 November 2005, Pagi; Theo bangun dan ngeluh perutnya sakit dan mau muntah.
Di cek suhunya, ternyata 37 derajat.
Pagi itu seperti biasa manusia kecil ini gak pernah diam, lari sana sini dan loncat-loncat, gak ada gejala sakit.

Siang itu gua minta ijin cepat pulang dari kantor, karena gua dengar khabar tetangga sebelah rumah ternyata masuk rumah sakit akibat Demam Berdarah.

Menjelang sore gua daftarin Theo dan Tressa ke dokter anaknya dapet nomer 5 dan 6, gak terlalu lama nunggu gua pikir.
Sebelum itu gua iseng aja mereksain darah Theo ke Lab…
Dia nangis gerung-gerung waktu diambil darahnya dari ujung jari, ngomel-ngomel juga ke gua karena dibohongin cuman mau diperiksa kukunya.. ha ha ha ada ada aja….

Hasil lab gak terlalu bagus, trombosit nya Theo ternyata cuman 143,000 dibawah normal 150,000. wah…. mulai Yellow Allert.

Baru diperiksa dokter jam 20:00, di test suhu ternyata sudah 38.3 derajat Celcius, padahal waktu mau berangkat suhunnya masih 37.5 derajat saja.

Dilihat dari gejalanya, Mual, Muntah, Radang Tenggorokan, Suhu Tubuh Tinggi dan Trombosit berkurang, akhirnya Theo di-suspect Demam Berdarah dan harus nginep.
Untung aja malam itu masih ada 1 kamar available, dan ternyata di rumah sakit tersebut sebagian besar pasiennya adalah Demam Berdarah.

Dipasang Infus adalah salah satu jalan tercepat untuk recovery Trombosit, dan harus 3 suster plus gua dan bokin gua yang meganggin agar infus terpasang dengan baik di tangan Theo, Dia berontak dan teriak-teriak, kasian juga tapi itu jalan terbaik saat itu.

Pagi harinya Trombosit nya melonjak ke angka 225,000…. wah kondisi yang baik ini.
Tetapi hari ketiga langsung drop ke 170,000 dan di hari keempat menjadi 161,000…
walah diatas normal, tetapi penurunan trombosit tetap harus diwaspadai….

Sementara itu si Theo merasa terganggu dengan infus yang menancap di tangan kanannya, sampai akhirnya jarum infusnya bengkok dan sebagian sudah lepas, pantesan anak gua teriak sakit di tangannya.
Gua gak bisa nyalahin rumah sakit, karena ya si Theo sendiri yang terlalu aktif sampek beberapa kali harus menseret-seret tiang infusnya keliling kamar.

Theo - Demam Berdarah

Setelah diskusi dengan dokternya akhirnya sepakat melepas infus dan menggantikan dengan obat oral. Maksutnya supaya dia bisa istirahat dengan santai, tapi yang terjadi adalah si Theo semakin aktif lari sana-sini, beberapa kali gua harus ngejar dia keluar kamar karena kepengen main ayunan di halaman rumah sakit.

Di hari kelima setelah melepas infus, trombositnya ternyata meningkat menjadi 171,000; dan menurut dokter sudah boleh pulang tetapi tetap dalam pengawasan.

Dibilang pulang, dia langsung khabur dari rumah sakit menumpang mobil eyang nya, dasar anak kecil…
Sementara gua dan bokin tetap di Rumah Sakit mberesin barang-barang dan ngabisin jatah makan siang.