Keinginan untuk mengganti EOS500 ku yang masih analog ke kamera Digital SLR sebenarnya sudah menjadi cita-cita setidaknya 3 tahun belakang ini. Ya, sejak 2004 lalu, saya memang ingin sekali memiliki sebuah Digital SLR yang dapat menemani setiap kegiatan mblusukan ngejar kereta api.

Akhir bulan ini juga sebenarnya niatan tersebut sudah hampir dilaksanakan 99.999%, yaitu dengan membeli Canon EOS 400D. Digital SLR dengan harga yang cukup terjangkau. Banyak yang menyarankan untuk loncat sekalian ke EOS 40D, tetapi lagi-lagi budget adalah segalanya, perbedaan 2 Juta Rupiah dapat mempengaruhi hidup saya sehari-hari.

Bulan Januari sudah mulai memasuki penghujung bulan, berarti tanda waktu bagi saya untuk melaksanakan cita-cita yang sudah 3 tahun tertunda siap untuk direalisasikan, sampai pagi ini saat membuka www.dpreview.com.

Canon 450D / XSi: What’s new and changed
Sebuah artikel di dpreview yang menyebutkan sebuah kamera keluaran terbaru Canon EOS 450D. Walah, kondisi yang membuat angan-angan saya langsung berantakan. Mengapa sih Canon harus mengeluarkan benda ini di bulan-bulan ini, bukannya bulan lalu.

EOS 450D vs EOS 400D

Bagiku Digital SLR adalah sebuah gadget yang sarat dengan teknologi seperti handphone atau gadget lainnya. Sebuah perangkat teknologi yang begitu cepat berevolusi menjadi sesuatu yang lebih baik dan sarat fasilitas.
Bagiku EOS 400D adalah sebuah inovasi yang baik dari seri sebelumnya EOS 300D/350D, tetapi begitu keluar EOS 450D, saya langsung beranggapan bahwa EOS 400D adalah benda usang. Jadi saat ini jika saya membeli EOS 400D sementara “adiknya” EOS 450D telah memasuki pasaran adalah sama dengan membeli barang bekas, padahal EOS 400D banyak mendapat pujian karena fasiltas dan kehandalannya

Saya bukan seorang photographer handal, saya hanya railfan photographer yang doyan motretin sepur.

Berikut ini adalah fasilitas yang ditawarkan oleh EOS 450D

  • 12.2 megapixel CMOS sensor
  • SD/SDHC cards
  • Larger viewfinder
  • Live view mode, including contrast-detect AF
  • Improved 9-point AF system
  • Spot metering
  • 3.0″ LCD monitor
  • Redesigned menus (including My Menu as seen in 40D)
  • Slightly redesigned info display
  • Continuous shooting at 3.5fps for up to 53 JPEG (6 RAW)
  • ISO setting displays in viewfinder and ISO button
  • New, larger, higher capacity battery
  • 14 bit A/D converter and processing
  • Multi-shot self-timer mode
  • Highlight Tone Priority (from 40D)
  • Auto Lighting Optimiser (boosts shadows after shooting)
  • Redesigned battery grip (BG-E5)

Fasilitas yang ditawarkan memang lebih dari yang dimiliki oleh EOS 400D hal ini membuat cita-cita saya kembali tertunda, setidaknya saat Canon di Indonesia mempublish harga jualnya, yang semoga harganya sama dengan EOS 400D saat ini.

Street Price Canon EOS 400D di Jakarta berkisar antara 5.000.000 hingga 5.200.000 Rupiah.