Me Family, Stories and Activities
Archive for February, 2009
Sertifikat Anti Rayap
Feb 19th
Setelah sebelumnya diserbu rombongan laron yang akhirnya harus memanggil segerombolan pemburu rayap untuk mengadakan serangan balasan ke kubu rayap. Akhirnya saya mendapat selembar kertas bertuliskan Sertifikat Anti Rayap yang berlaku selama 3 tahun.

Nokia Cloning, Nokla N81
Feb 17th
Melihat gambar handset disamping ini, yang terkilas pertama kali pasti handset Nokia.
Tidak salah tentu saja, karena memang tampilannya mirip, bahkan logonyapun juga mirip. Seri handsetnyapun juga hampir sama, jenis ini adalah type Nokla N81.
Handset besutan negara Tirai Bambu ini memang benar-benar cloning dari produsen handset terbesar saat ini, Nokia.
Yang membedakan Nokla dari Nokia adalah fitur yang ditawarkan.
Nokla N81 menawarkan fitur yang sedang populer saat ini, yaitu dual sim-card slot. Fitur yang belum pernah ada product Nokia.
Selain itu, Nokla N81 juga menawarkan touch screen selain tombol-tombol standart.
Nokla N81 dikhususkan bagi mereka yang menginginkan menikmati music melalui handset, layaknya Nokia XpressMusic, tetapi ini versi yang lebih murah. Bahkan seri ini memiliki fiture yang lebih unggul, yaitu saat memilih lagu, hanya dengan mengguncangkan handset ke kiri dan kanan tanpa harus menekan tombol apapun.
Tidak seperti Nokia yang menggunakan Symbian sebagai system operasi, Nokla tidak mencantumkan type Operating System, hanya menyebutkan Proprietory Operating System. Tetapi sebagai handset alternatif, fitur lain yang ditawarkan sudah sangat beragam, mulai dari Quad-Band (850/900/1800/1900MHz), Bluetooth V2, A2DP Wireless Audio Support, Radio FM, Koneksi mini USB hingga Micro SD Slot.
Kekurangan dari Nokla N81 adalah fiture kameranya yang hanya menempatkan VGA kamera dan tidak mendukung Java, sehingga pengguna tidak dapat menambahkan mobile games berbasis J2Me.
Fitur-fitur menarik ini menurut saya memang masih nanggung, karena handset ini memang hanya meniru desainnya saja, sementara fiture-fiture yang ada masih kurang. Hal ini membuat handset ini menjadi handset alternatif dengan harga yang murah.
Di China, jenis ini dihargai USD 85. Bedakan dengan XpressMusic yang mencapai USD 200.
gambar milik www.dealextreme.com
Konektor Seragam
Feb 16th
Kehabisan tenaga battery handphone pasti pernah dirasakan oleh setiap pemilik handset. Sudah pasti akan banyak mengalami gangguan, khususnya saat harus berkomunikasi dengan orang lain.
Saya sendiri cukup sering mengalami hal demikian, saat kehabisan tenaga, battery tidak langsung dapat di-charge, karena saya memang jarang membawa charger kemana-mana. Harapannya adalah meminjam charger milik orang lain.
Meminjam juga belum tentu memecahkan masalah, karena setiap merek handphone yang dijual di Indonesia, hampir pasti memiliki jenis konektor charger yang tidak seragam.
Hal-hal sekecil ini ternyata telah mengusik Masyarakat Eropa yang tergabung di Uni Eropa. Mereka saat ini secara bersama-sama telah mengeluarkan kebijakan baru yang memaksa setiap manufacture handset yang produknya dijual di Eropa untuk menggunakan single standard connector.
Upaya ini tentu saja menjadi sebuah gerakan yang baik untuk memudahkan para pengguna handset tanpa harus memikirkan incompatibilitas konektor.
Dengan gerakan ini, maka pabrikan handset harus menggunakan charger port, head-set port dan port lainnya yang seragam.
Di Indonesia sendiri, upaya seperti ini sepertinya belum pernah dilakukan, padahal handset berbagai jenis yang dijual di Indonesia telah menembus angka 100 Juta unit. Pemerintah sebaikanya juga mulai mengikuti sepak terjang pemerintah lain untuk menekan para produsen handset agar mengikuti aturan baku di Indonesia.
Tentu saja, aturan baku harus dirumuskan terlebih dahulu.
Bahkan dengan model standart seperti ini, seharusnya setiap orang yang membeli handphone baru, mereka juga tidak perlu dipaksa untuk turut membeli charger, karena charger yang lama pasti masih dapat digunakan.
—————-
gambar milik: www.blogcdn.com



