Kuburan Locomotive
Minggu Malam 7 May 2006
Gua bersama beberapa rekan punya plan untuk jalan-jalan ke Jogjakarta. Sore-sore gua udah nongkrong di Dipo Lokomotive Jatinegara guna persiapan berangkat ke Jogja.
Sambil nunggu, gua mencoba menu makan malam para masinis, wow enak banget, masakannya rumah banget, nasi putih, sayur lodeh, telur dadar dan tempe bacem… mantab.
Jam 19:00 gua bergegas ke Station Jatinegara untuk beli tiket Kereta Api Senja Utama Jogjakarta.
Udah lebih dari 10 Tahun gua gak pernah naik kereta jenis ini, itung-itung sekalian nostalgia.
Harga karcis ke Jogja adalah 100.000 Rupiah, dulu gua naik karcisnya masih belasan ribu dowang sepertinya dan berangkat dari Gambir pula.
Karena gua berangkat hari Minggu malam, kereta ini cukup sepi tidak seperti waktu week end, bisa mbludak penumpangnya.
Keretanya agak kusam, gak ada AC, tapi di dalamnya cukup bersih alias gak banyak sampah he he he…
Cuman yang manjadi masalah bagi gua, ternyata kursi kereta ini gak enak banget didudukin apalagi buat tidur. Sementara temen-temen gua yang lain sudah berhasil menguasai lantai kereta api untuk tiduran, terpaksa gua yang harus melingker di kursi.
Senen Pagi 8 May 2006
Jam 04:30 Kereta Senja Utama sampek juga di station akhir, Station Tugu Jogjakarta. Ternyata udah ada yang sampek duluan di sana, dan mereka naik Argo Lawu… weleh-weleh.. tahu gitu gua naik Argo Lawu sekalian, jadi pagi-pagi begini gak ngantuk.
Sambil menunggu terang, teman-teman melakukan ritual pagi. Ada yang mandi, buang air dan sholat subuh. Sementara gua milih nerusin tidur di kursi peron yang keras. Sekuat usaha gua untuk bisa tidur, makin gak bisa tidur gua.
Setelah terang, kita pindah ke sebuah penginapan yang disewa rekan dari Cikarang, hmm lumayan gua bisa pup dan mandi…hmmm segar banget.
Jam 07:30 Kita semua check-out dari penginapan itu dan pindah ke penginapan lainnya. Akhirnya dipilih sebuah penginapan yang letaknya berdekatan dengan Balai Yasa Pengok, tempat tujuan kita berkunjung ke Jogjakarta.
Balai Yasa Pengok atau yang sering disebut BY Pengok adalah sebuah bengkel khusus untuk lokomotive diesel, baik diesel-electric maupun diesel-hydorlic. Di tempat itu proses perawatan dan perbaikan lokomotive dikerjakan. Tidak jarang mereka melakukan rebuild terhadap lokomotive yang mengalami kerusakan atau kecelakaan hebat.
Yang menarik dari BY Pengok adalah sebuah lapangan dimana ditempatkan puluhan lokomotive yang sudah tidak layak untuk dijalankan, hal ini akibat sudah tuanya usia lokomotive atau memang sukucadangnya sudah tidak ada.
Lokomotive yang “malang” itu sedang menunggu jadual untuk di rucat (dipreteli).
Sayang memang melihat mesin-mesin itu tidak bisa kembali berjalan melintas di jalur-jalur kereta api kembali, apalagi ada beberapa teman yang dengan nada protes menghendaki seluruh lokomotive itu kembali diaktifkan.
Tapi memang secara ekonomis hal tersebut tidak mungkin dan untuk mengurangi beban, maka terpaksa lokomotive tersebut harus di hancurkan alias di rucat.

Selain itu, kami juga diberi kesempatan untuk melihat suasana kerja di dalam BY Pengok. Dimana mereka melakukan perawatan berkala lokomotive.
Dan kebetulan kami juga melihat sebuah proses rebuild dari dua buah lokomotive yang mengalami kecelakaan hebat di Station Gubuk beberapa minggu sebelumnya.
Jam 14:00 kami mengakhiri kunjungan di BY Pengok, puas juga bisa melihat sesuatu yang baru. Setelah bersalaman dan melakukan photo bersama, kami meninggalkan BY Pengok.
Tidak lupa kami membeli cinderamata yang dijual oleh Koperasi Karyawan BY Pengok.
Kita kembali ke penginapan untuk beristirahat sejenak dan akhirnya sebagian termasuk gua meneruskan ke Station Tugu, untuk kembali ke Jakarta.
Untuk pulang, gua akhirnya memilih naik Argo Dwipangga… aaahhhh asiknya… gua akhirnya bisa tidur lelap di kereta api…zzz…zzz…zzz..zzz..zzzz….
Indonesia




