1

17 Agustus 2008 di Anggrek 3

17 Agustus 2008 biasanya diperingati dengan acara-acara lomba antara warga. Saat masih bekerja di salah satu perusahaan putranya penguasa negeri ini di masa lalu, saat 17 Agustus, selalu diperingati dengan menggelar upacara bendera dan diabsen. Tetapi akhir-akhir ini setelah masa krisis, kebiasaan baik itu ternyata ditinggalkan.
Praktis 10 tahun, saya tidak pernah merasakan upacara bendera lagi.

Di lingkungan saya di Anggrek 3, warganya memiliki sebuah rencana yang saya pikir sangat baik, yaitu menggelar upacara bendera merayakan Kemerdekaan Indonesia.

Pagi hari 17 Agustus 2008, saya bangun pagi dan langsung mandi. Menyiapkan diri untuk mengikuti upacara bendera warga Anggrek 3.
Beberapa teman sudah tiba di lokasi upacara, di jalan boulevard yang cukup lebar.
Tiang bendera sederhana menggunakan tiang besi yang diberi alas dari cor-coran semen dalam sebuah potongan tong besi.

Anggota security telah disiapkan untuk menjadi petugas upacara, mulai dari pemimpin barisan, komandan upacara, paskibra dan pembaca pembukaan UUD 1945.
Didaulat sebagai Inspektur Upacara adalah ketua RW, warganya berbaris rapi di hadapannya.

Seperti biasa, upacara yang harusnya mulai 06:30 molor hingga pukul 07:30, memang segala urusan rumah tangga tidak dapat ditinggalkan begitu saja, khususnya bagi para ibu.

Upacara berjalan cukup lancar, saya sendiri menikmati upacara dengan cukup santai, tidak terlalu khidmat, karena masih motrek sana sini dari dalam barisan. (kalo di Istana Negara, pasti sudah dikepruk pake tongkatnya tentara).

Upacara Bendera Anggrek 3

Jika di masa lalu saya seringkali membolos saat upacara bendera di sekolah setiap hari Senin, hari ini, sepertinya ada sesuatu yang lain di upacara bendera ini. Yang pasti setelah sekian lama tidak pernah melakukan upacara bendera, hari ini saya merasa cukup senang, bersama tetangga yang lain memperingati 63 Tahun kemerdekaan RI dengan upacara bendera.

Kepada Sang Merah Putih….. Hormaaaaattttttt…. Grakkkkkk….

Indonesia, tanah airku, tanah tumpah darahku.
Di sanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku.
Indonesia, kebangsaanku, bangsa dan tanah airku.
Marilah kita berseru, “Indonesia bersatu!”
Hiduplah tanahku, hiduplah neg’riku,
Bangsaku, rakyatku, semuanya.
Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya!

Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Tanahku, neg’riku yang kucinta.
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya!

Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Tanahku, neg’riku yang kucinta.
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya!

teggggaaaaaapppp….. grak…

Hedwigus

One Comment

Tinggalkan pesan kamu