1

10 Tahun BlackBerry

Demam BlackBerry mungkin baru terjadi dalam dua tahun terakhir saja di Indonesia. Dalam dua tahun, penjualan BlackBerry di Indonesia menjadi sebuah record tertinggi di seluruh dunia. BlackBerry telah mengambil hati banyak pengguna smartphone dengan layanan BBM (BlackBerry Messaging), sebuah layanan yang membuat banyak orang saling terhubung secara realtime di dunia virtual.

Mungkin banyak orang yang tidak sadar bahwa BlackBerry telah hadir didunia ini selama 10 tahun.

SmartPhone.

10 Tahun yang lalu, atau di penghujung tahun 1999 dan akhir milenium 1900an, perangkat SmartPhone masih dalam sebatas konsep dan desain. Saat itu, pengguna masih menggunakan handphone berbentuk candybar yang hanya dapat digunakan untuk menelpon dan berkirim SMS. Jangankan untuk memotrek, handphone saat itu masih banyak bersuara monophonic.

Di saat yang sama, beberapa nama besar seperti Miscrosoft dan Palm sedang menyusun sebuah perangkat yang dapat memindahkan sebagian pekerjaan di PC dan Laptop kedalam sebuah handheld devices, dimana saat itu masih banyak orang yang tidak percaya bahwa itu semua dapat terlaksana, selain karena devicesnya yang masih perlu dikembangkan, jaringan selular saat itu juga masih dianggap belum mampu mengalirkan data dengan baik.

Research In Motion

Di tahun yang sama, sebuah perusahaan asal Kanada yang dikenal dengan Research In Motion mengeluarkan sebuah konsep “staying connect on the road” menggunakan teknologi selular GPRS atau 1xRTT. Saat itu RIM mengenalkan teknologi always-connect, sebuah konsep yang masih kurang populer karena dapat cepat menghabiskan energy battery.
Konsep ini dapat membuat dua orang saling berkirim pesan (paging) secara bergantian dan real-time serta tidak dibatasi dengan jumlah character seperti yang ada dalam SMS.

Di saat yang sama, Palm mengenalkan Palm VII, sebuah PDA yang dapat terhubung melalui jaringan mandiri dan tidak memerlukan jaringan selular.

Sejalan dengan waktu, RIM akhirnya mengeluarkan sebuah produk yang menyertakan layanan push-email sebagai penggati paging system. Menurut mereka, push-email adalah masa depan didunia messaging services. Layanan ini diberi nama BlackBerry.
Pada awalnya BlackBerry hanya dapat digunakan bersamaan dengan account Microsoft Exhange. Idenya adalah selain melakukan syncronisasi ke Exchange Client/Outlook/Outlook Express, user juga dapat melakukan syncronisasi ke handheldnya.

BlackBerry

Di awal-awal tahun 2002an, saya pernah diminta untuk mencoba layanan BlackBerry generasi awal di Indonesia. Saat itu, BlackBerry masih berukuran agak besar dan memiliki layar monocrhome.
Bagi saya saat itu adalah aneh, bahwa benda sebesar itu selain digunakan untuk telpon dan SMS harus terkoneksi ke email corporate berbasis Microsoft Exchange untuk menikmati layanan push-mail. Sebuah layanan yang sepertinya hanya dapat digunakan oleh level manager ke atas, karena hanya level itu yang paling sering menerima email penting dan harus langsung menjawabnya.
Masalah utama saat itu, saya hanya memiliki akses pop-3 ke email server berbasis linux, dan bagi saya membaca email masih nyaman menggunakan laptop walau tidak dapat menerima dan membaca sewatktu-waktu.
Terus terang, saat itu saya memang tidak tertarik sama sekali dengan BlackBerry.

BlackBerry Hype

BlackBerry mulai mempopulerkan BBM dan Push-Email tanpa harus memiliki corporate account. Sebuah langkah maju yang belum pernah dilakukan oleh manufactur lain. Pelan-pelan tetapi pasti, BlackBerry mulai digemari oleh pengguna di Indonesia.
Ngobrol lewat chatting, kirim dan menerima email sekaligus browsing di jejaring sosial tampaknya menjadi bumbu yang pas bagi BlackBerry untuk masyarakat Indonesia. Sepengetahuan saya, tahun 2008 menjadi tahun yang penting bagi BlackBerry, Karena Pasar Indonesia mulai menyerap teknologi ini dan langsung menunjukan pertumbuhan tertinggi di Dunia.

Kalangan artis yang sering muncul di program-program gak jelas infotainment ternyata dapat dijadikan ajang promosi sebuah produk.
Saya cukup ingat saat beberapa artis papan atas Hollywood menggunakan side-kick yang selalu digemgam kemana-mana dan digunakan untuk saling ngobrol lewat fasilitas chatingnya. Banyak kalangan ABG Amerika yang langsung kepincut dengan device ini.

BlackBerry juga mulai digunakan oleh para selebritis di Indonesia, otomatis banyak orang yang langsung menyerbu smartphone ini untuk melengkapi lifestyle mereka. Bahkan saya ingat dengans “selebritis mendadak”, Manohara yang namanya digunakan sebagai sarung BlackBerry, karena dia sering muncul di televisi dengan menggemgam BlackBerry yang bersarung dengan pola manik-manik.

BlackBerry and Me

Tahun 2009 sudah tinggal beberapa hari lagi dan BlackBerry sudah berumum 10 tahun, sementara saya sampai sekarang masih belum memiliki satupun model BlackBerry yang ada di Indonesia. Bagi saya, layanan yang ditawarkan memang cukup berguna. Komunikasi dengan partner dapat lebih lancar lagi dan semua tercatat. Tetapi saya agak kurang srek dengan perangkatnya, karena fiture yang ditawarkan koq nanggung-nanggung.
Salah satu contohnya adalah sangat sukar memiliki BlackBerry yang memiliki fungsi GPS dan dilengkapi dengan WiFi. Sebuah fiture standart yang sudah ditawarkan oleh merek lain.

Mungkin nanti jika ada model BlackBerry dengan fiture yang lengkap dengan harga yang reasonable, saya baru punya keinginan untuk membelinya.

——————————–
gambar milik engadget

Hedwigus

One Comment

  1. Ya pak hed BB itu cuma hp bodoh menurut saya karena OS nya tak sanggup kalo di adu lawan symbian ataupun windows mobile. Dan anehnya orang2 indo cuma beli wat gaya2an aja bahkan ada orang yg hanya telpon dan sms aja pake BB HEHEHE sungguh narsis kalo saya pribadi mending hp symbian minim yg sudah s60v2 kalo bisa s60v3 enak di ajak browsing download maupun upload

    Hedwig?: Saya juga masih pake Nokia 🙂

Leave a Reply to Semut Cancel reply