Hedwigus WDA, Hedwig™

Me and Me Family Our Stories Our Activities

Selamat Jalan Gus Dur

Saat banyak orang yang berusaha menjaga penampilan, masih segar diingatan saya, Beliau bercelana pendek dan berdiri di teras Istana Merdeka.
Sebuah kejadian yang membuat saya tersenyum, sebuah kebiasaan sehari-hari yang terbawa sampai pucuk pimpinan tertinggi di Indonesia.

Hari ini, 30 Dec 2009, Gus Dur memenuhi panggilan Tuhan Sang Maha Pemimpin. Kami hanya dapat mengenang jasa dan humornu yang segar.
Selamat jalan Gus Dur, terima kasih telah banyak mengajari kami tentang kebaikan. Semoga hanya kedamaian abadi yang selalu menyertaimu.

… gitu aja koq repot …, Gus Dur.

10 Tahun BlackBerry

Demam BlackBerry mungkin baru terjadi dalam dua tahun terakhir saja di Indonesia. Dalam dua tahun, penjualan BlackBerry di Indonesia menjadi sebuah record tertinggi di seluruh dunia. BlackBerry telah mengambil hati banyak pengguna smartphone dengan layanan BBM (BlackBerry Messaging), sebuah layanan yang membuat banyak orang saling terhubung secara realtime di dunia virtual.

Mungkin banyak orang yang tidak sadar bahwa BlackBerry telah hadir didunia ini selama 10 tahun.

SmartPhone.

10 Tahun yang lalu, atau di penghujung tahun 1999 dan akhir milenium 1900an, perangkat SmartPhone masih dalam sebatas konsep dan desain. Saat itu, pengguna masih menggunakan handphone berbentuk candybar yang hanya dapat digunakan untuk menelpon dan berkirim SMS. Jangankan untuk memotrek, handphone saat itu masih banyak bersuara monophonic.

Di saat yang sama, beberapa nama besar seperti Miscrosoft dan Palm sedang menyusun sebuah perangkat yang dapat memindahkan sebagian pekerjaan di PC dan Laptop kedalam sebuah handheld devices, dimana saat itu masih banyak orang yang tidak percaya bahwa itu semua dapat terlaksana, selain karena devicesnya yang masih perlu dikembangkan, jaringan selular saat itu juga masih dianggap belum mampu mengalirkan data dengan baik.

Research In Motion

Di tahun yang sama, sebuah perusahaan asal Kanada yang dikenal dengan Research In Motion mengeluarkan sebuah konsep “staying connect on the road” menggunakan teknologi selular GPRS atau 1xRTT. Saat itu RIM mengenalkan teknologi always-connect, sebuah konsep yang masih kurang populer karena dapat cepat menghabiskan energy battery.
Konsep ini dapat membuat dua orang saling berkirim pesan (paging) secara bergantian dan real-time serta tidak dibatasi dengan jumlah character seperti yang ada dalam SMS.

Di saat yang sama, Palm mengenalkan Palm VII, sebuah PDA yang dapat terhubung melalui jaringan mandiri dan tidak memerlukan jaringan selular.

Sejalan dengan waktu, RIM akhirnya mengeluarkan sebuah produk yang menyertakan layanan push-email sebagai penggati paging system. Menurut mereka, push-email adalah masa depan didunia messaging services. Layanan ini diberi nama BlackBerry.
Pada awalnya BlackBerry hanya dapat digunakan bersamaan dengan account Microsoft Exhange. Idenya adalah selain melakukan syncronisasi ke Exchange Client/Outlook/Outlook Express, user juga dapat melakukan syncronisasi ke handheldnya.

BlackBerry

Di awal-awal tahun 2002an, saya pernah diminta untuk mencoba layanan BlackBerry generasi awal di Indonesia. Saat itu, BlackBerry masih berukuran agak besar dan memiliki layar monocrhome.
Bagi saya saat itu adalah aneh, bahwa benda sebesar itu selain digunakan untuk telpon dan SMS harus terkoneksi ke email corporate berbasis Microsoft Exchange untuk menikmati layanan push-mail. Sebuah layanan yang sepertinya hanya dapat digunakan oleh level manager ke atas, karena hanya level itu yang paling sering menerima email penting dan harus langsung menjawabnya.
Masalah utama saat itu, saya hanya memiliki akses pop-3 ke email server berbasis linux, dan bagi saya membaca email masih nyaman menggunakan laptop walau tidak dapat menerima dan membaca sewatktu-waktu.
Terus terang, saat itu saya memang tidak tertarik sama sekali dengan BlackBerry.

BlackBerry Hype

BlackBerry mulai mempopulerkan BBM dan Push-Email tanpa harus memiliki corporate account. Sebuah langkah maju yang belum pernah dilakukan oleh manufactur lain. Pelan-pelan tetapi pasti, BlackBerry mulai digemari oleh pengguna di Indonesia.
Ngobrol lewat chatting, kirim dan menerima email sekaligus browsing di jejaring sosial tampaknya menjadi bumbu yang pas bagi BlackBerry untuk masyarakat Indonesia. Sepengetahuan saya, tahun 2008 menjadi tahun yang penting bagi BlackBerry, Karena Pasar Indonesia mulai menyerap teknologi ini dan langsung menunjukan pertumbuhan tertinggi di Dunia.

Kalangan artis yang sering muncul di program-program gak jelas infotainment ternyata dapat dijadikan ajang promosi sebuah produk.
Saya cukup ingat saat beberapa artis papan atas Hollywood menggunakan side-kick yang selalu digemgam kemana-mana dan digunakan untuk saling ngobrol lewat fasilitas chatingnya. Banyak kalangan ABG Amerika yang langsung kepincut dengan device ini.

BlackBerry juga mulai digunakan oleh para selebritis di Indonesia, otomatis banyak orang yang langsung menyerbu smartphone ini untuk melengkapi lifestyle mereka. Bahkan saya ingat dengans “selebritis mendadak”, Manohara yang namanya digunakan sebagai sarung BlackBerry, karena dia sering muncul di televisi dengan menggemgam BlackBerry yang bersarung dengan pola manik-manik.

BlackBerry and Me

Tahun 2009 sudah tinggal beberapa hari lagi dan BlackBerry sudah berumum 10 tahun, sementara saya sampai sekarang masih belum memiliki satupun model BlackBerry yang ada di Indonesia. Bagi saya, layanan yang ditawarkan memang cukup berguna. Komunikasi dengan partner dapat lebih lancar lagi dan semua tercatat. Tetapi saya agak kurang srek dengan perangkatnya, karena fiture yang ditawarkan koq nanggung-nanggung.
Salah satu contohnya adalah sangat sukar memiliki BlackBerry yang memiliki fungsi GPS dan dilengkapi dengan WiFi. Sebuah fiture standart yang sudah ditawarkan oleh merek lain.

Mungkin nanti jika ada model BlackBerry dengan fiture yang lengkap dengan harga yang reasonable, saya baru punya keinginan untuk membelinya.

——————————–
gambar milik engadget

Dimana membeli terompet tahun baru

Acara pergantian tahun biasanya identik dengan terompet. Kebetulan saya sedang mencari terompet kertas untuk digunakan acara tahun baru di lingkungan saya.

Apabila ada yang memiliki informasi tempat menjual terompet kertas atau anda sendiri yang melakukan bisnis ini, mohon dapat memberitahu kepada saya.
Setidaknya saya membutuhkan 100 buah terompet kertas.

Terima kasih banyak.

Gambar miliknya detik.com

Misty Foggy Morning

Kota Depok sebenarnya belum berada di dataran tinggi, karena jika melihat elevasi stasion Depok (DP) hanya menunjukan angka +94m alias 94 meter diatas permukaan laut.
Beberapa hari ini, Depok terasa sangat panas di siang hari. Sinar matahari yang terik membuat udara menjadi panas. Mungkin suhu udara di siang hari dapat mencapai 35 derajat Celcius.

Pagi ini 17 November 2009 jam 05:30 WIB, seperti biasa bangun pagi untuk lari-lari pagi. Begitu melihat keluar, tampak asap tebal menyelimuti halaman. Sempat berpikir untuk marah-marah dengan orang yang membakar sampah (bahasa depok: nabun) dan mencemari udara pagi yang biasanya cukup bersih.
Sampai diluar, ternyata udara dingin tidak seperti biasanya, dan suasana komplek tampak suram terselimuti kabut sangat tebal.
Baru kali ini saya melihat kabut tebal di Depok, jarak pandang pun sangat terbatas.

Biasanya terlihat menara sutet dan rumah tetangga

Buru-buru kembali ke kamar mengambil kamera untuk mengabadikan moment yang jarang terjadi di rumah.

Rumah tetangga yang tampak suram tertutup kabut

Bukit di depan rumah tampak seperti di pegunungan

Bukit di depan rumah tampak seperti di pegunungan

Rumah terbengkalai tampak angker pagi itu

Rumah terbengkalai tampak angker pagi itu

Waterpark yang tertutup kabut tebal

Waterpark yang tertutup kabut tebal

Judul “nyeleneh” di Kompas.com

Gila, Adik Sendiri “Diembat” Juga!

Kalau saja bukan kompas.com yang menuliskan judul artikel seperti diatas mungkin saya malas juga membuat komentar. Tetapi nama besar seperti Kompas yang konon mengharamkan iklan rokok tayang di medianya, ternyata seperti ikut arus untuk membuat sebuah judul yang mestinya tidak ditulis oleh media sekelas Kompas.

Kompas Ndeso Banget

Kesannya Kompas mulai kewalahan dengan persaingan di dunia media, jadinya mereka mulai membuat judul yang provokatif bukannya meningkatkan bobot tulisan.
Jadi buat apa mbaca Kompas sekarang ?

Wacom Bamboo Fun

wacom_01 copyKebetulan baru mendapt gadget baru. Yang jelas barang elektronik, tetapi bukan barang telekomunikasi. Saat ini, gadget baru yang datang adalah Wacom Bamboo Fun.

Lho koq, mau jadi pelukis ?

Menggambar adalah salah satu kegemaran sejak dulu. Buku pelajaran sejak SD sampek bangku kuliah selalu dipenuhi dengan gambar. Apa saja yang ada didalam benakku saat itu langsung digambar. Tetapi nanti dulu, saya bukan pelukis atau tukang gambar ulung, biasanya yang saya gambar cuma patern kotak, lingkaran, lonjong, bintang dan sebagainya.

Kebiasaan ini terus berlangsung sampai saat ini, buku catatan pekerjaanku juga dipenuhi dengan gambar. Kadang didalam sebuah meeting yang membosankan, tanganku secara reflek mencoret-coret buku catatan sambil kadang mendengarkan materi meeting yang sedang berlangsung.

Wacom

Sampai suatu waktu, saya tiba-tiba berpikir untuk mendapatkan tablet digitizer. Langsung saja meluncur ke Jeng Google untuk mencari benda tersebut. Ternyata di Jakarta cukup banyak vendor yang menawarkan benda ini, sampai akhirnya memilih satu vendor di kawasan Gajah Mada Plaza, karena banyak desingner yang merujuk ke sana untuk memperolehnya.

Hari Sabtu, dimana banyak orang menikmati liburan akhir pekan, saya menikmatinya dengan berhangat-hangatan di kantor. Singkatnya setelah bekerja setengah hari, langsung menuju Gajah Mada Plaza menumpang Busway.
Setelah melihat berbagai macam bentuk yang ditawarkan, pilihan jatu ke Wacom Bamboo Fun CTH-661. Selain keluaran baru, ukurannya juga tidak terlalu kecil.

Bamboo Fun CTH-661 Pen and Touch.

Type ini adalah type entry-level yang ditujukan untuk pengguna pemula. Biasanya designer memilih type Intuos atau yang lebih canggih lagi, Wacom Cintiq.

Karena saya masih pemula dan bukan designer, Bamboo Fun saya rasa sudah cukup untuk menyalurkan keisengan saya mencoret-coret.
Bamboo Fun CTH-661 sudah dilengkapi dengan sensor yang selain dapat membaca pena, dapat juga sebagai multi-touch input layaknya touch-pad nya MacBook. Mulai dari double click, drag, scroll, click kanan dan seluruh fungsi mouse dapat diambil alih oleh gadget ini.
Sensornyapun juga memiliki fungsi Pressure Sensitive untuk pena dan penghapus, hampir menyamai menggunakan pensil konvensional.
Ukuran tablet ini adalah 337 x 223 mm dan area menggambarnya berukuran 217 x 137 mm, hampir menyamai ukuran kertas A4.
Tanpa power tambahan, hanya disupply melalui port USB 2.0, Wacom Bamboo Fun sudah dapat digunakan untuk menggambar di Adobe Photoshop Elements dan Corel Painter Essentials yang disertakan secara gratis didalam paket ini.

Menggambar

Apabila biasanya menggambar mencoret-coret menggunakan pensil. Perlu dibiasakan untuk menggunakan pena diatas tablet ini.  Mata dan tangan pada awalnya seperti tidak sinkron, karena gambar akan muncul di layar monitor bukannya di atas tablet.
Saya perlu seharian untuk membiasakan menggambar dengan cara seperti ini,

Lama-lama setelah terbiasa, ternyata mengaksikan juga menggambar dengan gadget ini. Dengan bantuan software pengolah grafis yang ada, saya dapat mencoret-coret tanpa perlu takut kehabisan isi pencil dan cat warna.

wacom_02 copy

Lagi Lari Pagi Lagi

Sudah dua bulan terakhir ini, saya punya kegiatan baru di pagi hari, lari-lari pagi. Di waktu lalu saat masih duduk di sekolah dasar, saya rada sering lari pagi dari rumah orang tua saya di kawasan Pejaten ke arah Ragunan Sport Center. Saat itu lalu lintas pagi hari bisa dikatakan sangat lenggang, yang lewat hanya oplet dan seingatku tidak ada hama sepeda motor seperti saat ini.

Dua bulan terkahir ini, hampir setiap hari, saya selalu menyempatkan untuk lari pagi. Kebetulan suasana disekitar rumah masih cukup mendukung, karena jauh dari jalan raya yang hiruk pikuk dan udara masih cukup segar, kecuali apabila ada orang iseng yang pagi-pagi membakar sampah dan asapnya merajalela kemana-mana.

Kenapa tiba-tiba lari pagi.

Sebenarnya hampir setiap hari, saya selalu menyempatkan berjalan kaki ke tempat-tempat tujuan pekerjaan saya. Tetapi ternyata berjalan kaki sejauh 500 meter masih dirasa kurang, karena sepertinya pundi-pundi lemak di sekitar perut tidak juga berkurang.

Suasana pagi-pagi di blokku

Suasana pagi-pagi di blokku

Awal saya kembali lari pagi lagi sebenarnya juga tidak sengaja. Biasanya saat libur, menyempatkan diri naik sepeda, tetapi pagi itu roda belakang sepedaku kempes, mungkin gak kuat nahan bobotku yang semakin membengkak. Di depan rumah, pagi itu cuaca cukup mendukung, saya berpikir untuk jalan kaki di depan rumah saja.
Tanpa sepatu, saya mulai berjalan. Habis satu putaran blok, rasanya koq kepingin lari. Awalnya nafas langsung ngos-ngosan, mata juga berkunang-kunang. Hari pertama, saya hanya mampu memutari setengah blok dengan berlari-lari tanpa sepatu. Setelah itu badan terasa lemas, nafas juga menjadi tidak beraturan.

laripagi_01

Sepatu basket

Hari berikutnya saya berlari dengan menggunakan sepatu, mungkin kemarin karena nyeker tenaga jadi terkuras habis. Sepatu yang tersisa saat itu tinggal sepasang sepatu basket, sementara sepatu kets yang lain sudah mangap bagian sol bawahnya.
Ternyata kejadian hari berikutnya terulang kembali, mata kunang-kunang, nafas terasa sesak kembali menyerang belum habis setengah putaran blok.

Ternyata lari itu benar-benar menguras tenaga, beda dengan naik sepeda.

Setelah itu, saya meniatkan diri untuk melakukan lari pagi setiap hari, kecuali jika hujan. Butuh waktu 3 hari untuk akhirnya saya dapat menyelesaikan satu putaran blok rumah saya.  Sebelum lari, saya melakukan sedikit pemanasan  (warming-up) dan setelahnya melakukan pendinginan (cooling-down).
Bagi saya ini adalah progress yang luar biasa, mengingat sudah lama saya tidak melakukan aktivitas ini.

Saat ini, setiap pagi saya selalu menghabiskan sekurangnya 5 putaran. Satu putaran berjarak kurang lebih 300 meter (diukur melalui Google Earth), kadang-kadang ada rasa ketagihan dan tidak ingin berhenti berlari. Targetnya adalah mulai berlari keluar komplek agar jelajahnya semakin jauh.

Lari pagi ditemani anak-anak

Lari pagi ditemani anak-anak

Harga Elpiji Naik (lagi)

Tanggal 10 Oktober 2009, harga jual Elpiji kembali dinaikan. Biaya produksi yang meningkat menjadi dasar dari kebijakan untuk menaikan harga jual Elpiji. Apabila sebelumnya harga Elpiji ukuran 12kg adalah Rp. 5.750,- / kg, per hari ini harganya berubah menjadi Rp. 5.850,- / kg atau Rp 70.200,- per tabung.
Harga tersebut bisa jadi tidak akan sama disetiap daerah, tentu saja akan ada surcharge ongkos angkutan ke lokasi yang akan dibebankan ke pengguna Elpiji.

Sedangkan, harga LPG kemasan 50 kg yang baru juga akan diberlakukan mulai hari ini (10 Oktober 2009). Harga LPG 50 kg sebelumnya adalah Rp. 7.255,- per kg. Harga yang baru meningkat Rp. 100,- per kg menjadi Rp. 7.355,- per kg (Rp. 367.750,- per tabung 50 kg)

Sementara untuk harga Elpiji tabung 3kg masih belum dinaikan dan masih tetap di harga Rp 17.250,- / tabung. Cukup aneh, karena kemungkinan akan banyak orang beralih dari tabung 12kg ke tabung 3kg, karena harganya belinya murah dan ujung-ujungnya bisa saja tabung 3kg akan hilang dipasaran karena diburu banyak pengguna.

———————————
Gambar milik Pertamina
LPG: Liquefied petroleum gas

PSP Go merambah Indonesia

Bermain komputer games memang menyenangkan. Banyak orang di Indonesia yang menjadi kecanduan games. Saat ini, bermain games bisa dilakukan dimana saja apalagi sejak perangkat handheld sudah mulai mampu menjalankan games canggih.

Salah satu handheld yang saya miliki adalah Play Station Portable generasi kedua (PSP-2000). Di Indonesia PSP biasanya dijual sudah dalam kondisi termodifikasi, hal ini karena sejatinya PSP hanya dapat menjalankan games melalui Universal Media Disk (UMD) yang sudah pasti berharga cukup mahal buat kantong kebanyakan masyarakat Indonesia.
Dengan PSP yang dimodifikasi, saya dapat memainkam games-games melalui memory stick yang ada di dalam PSP. Gamesnya pun tinggal diunduh dari banyak situs berbagi file di internet secara gratis.

PSP Go

PSP generasi keempat dikenal dengan nama PSP Go. Gadget ini memiliki desain yang berbeda dari generasi sebelumnya, PSP Go memiliki dimensi yang lebih kecil dari sebelumnya. UMD Drive pun dihilangkan di generasi ini. Tombol-tombol permainan tersembunyi di belakang layar dan untuk menggunakannya, LCD hanya tinggal di geser (slide) ke arah atas.
Tanpa UMD Drive, maka games yang akan dimainkan akan ditempatkan di internal memory yang memiliki kapasitas 16GB. Selain internal memory (flash memory) 16 GB, PSP Go juga memiliki slot Micro M2 dengan maksimum kapasitas sebesar 16GB.

Layar LCD generasi ini juga diperkecil dar sebelumnya 4.3 inchi menjadi 3.8 inchi. Sepertinya play experience di generasi ini akan banyak terganggu dengan layar yang kecil.

Sony Computer Entertainment Asia di Indonesia.

Setelah sekian lama seperti tidak dianggap, Indonesia akhirnya mulai menjadi negara yang dilirik oleh Sony untuk mengedarkan perangkat video games secara resmi.
Sejak 1 Oktober 2009, SCEA telah resmi menunjuk Sony Indonesia sebagai ujung tombak penjualan gadget video games di Indonesia. Sebuah tantangan yang besar yang harus dihadapi, karena selama ini kita sudah dimanjakan dengan produk bajakan yang murah.

Di Indonesia, PSP Go dijual dengan harga 3,6 Juta Rupiah. Selain itu PSP3 generasi terakhir pun juga dapat diperoleh dengan merogoh saku sebanyak 4,5 Juta Rupiah.
Kita juga akan mulai dibiasakan untuk mendapatkan games-games secara legal dan mulai meninggalkan versi bajakan dan tentu saja harus merogoh kantong lebih dalam sekali.

Spesifikasi PSP Go.

CPU : PSP CPU 333 Mhz
Main Memory : 64 MB
Flash Memory : 16 GB
Speakers : Built-in stereo speakers
Sound Recording : Built-in microphone
Wi-Fi : Wireless LAN 802.11b
Bluetooth : Bluetooth 2.0
USB : USB 2.0
Video Out : Analogue, Component, Composite, S-Video
Audio Out : Analogue 3.5mm
Memory Stick : Micro M2, 16GB max
Infra-red : n/a
UMD Drive : n/a
Profile / MIME : PSP Games, Video MPEG-4, MP3, MP4
Web Browser : Integrated
Access Control : Region Code, Parental Control
LCD Size : 3.8 Inchi
LCD Aspect Ratio : 16:9 Widescreen TFT-LCD
LCD Resolution : 480 x 272 pixels
LCD Color Depth : 16 juta warna
LCD Brightness : n/a
Dimensi : 128 x 69 x 16.5 mm
Weight : 158 grams

SkyBee, Satellite Internet Broadband

SkyBee Satellite Internet BroadbandInternet Broadband saat ini masih menjadi barang langka di Indonesia. Jabodetabek, sebagai daerah yang dianggap memiliki infrastruktur telekomunikasi yang lengkap saja masih memiliki beberapa ‘blank-spot‘ untuk urusan internet broadband. Beberapa daerah yang beruntung telah memiliki jaringan broadband melalui kabel. Sementara beberapa tempat lainnya masih berharap dengan jaringan HSDPA yang dilayani oleh operator selular.

Pemerintah pernah mencanangkan program internet bandwidth murah. Sebuah program yang dapat meningkatkan penetrasi internet berkecepatan tinggi ke banyak lokasi di Indonesia. Tetapi semua kembali lagi terbentur dengan kesiapan infrastruktur untuk mengantarkan akses internet langsung ke rumah-rumah atau end-user.

Teknologi Satellite

Indonesia sebagai sebuah negara yang besar dan luas serta dipisahkan oleh lautan, memerlukan sebuah teknologi komunikasi yang dapat menjangkau semua wilayahnya. Teknologi fibre optic telah dimanfaatkan untuk menghubungkan beberapa pulau, misalnya Sumatera dan Jawa. Tetapi untuk membangun jaringan fibre optic yang dapat menjangkau seluruh pulau di Indonesia juga memerlukan waktu yang lama selain biaya yang besar.
Salah satu teknologi yang digunakan adalah komunikasi satellite. Indonesia adalah negara ASEAN pertama kali yang memanfaatkan teknologi satellite sebagai salah satu tulang punggung telekomunikasi.
Pada tanggal 8 Juli 1976, Satellite Palapa A-1 diluncurkan ke orbit geostationer untuk melayani komunikasi telekomunikasi dan siaran televisi serta dapat menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia. Saat itu saya masih ingat, TVRI menyiarkan secara langsung detik-detik peluncurannya.

SkyBee

Pada tanggal 15 September 2009, sebuah iklan di harian Kompas menampilkan sebuah layanan internet kecepatan tinggi yang memanfaatkan teknologi Satellite. Untuk Indonesia, ini sebenarnya bukan hal yang luar biasa, tetapi begitu melihat target market yang dituju adalah pengguna rumahan, SkyBee mungkin dapat menjadi sebuah trobosan baru di industri telekomunikasi khususnya internet.

Jika selama ini kita hanya melihat akses yang ditawarkan oleh penyedia jasa internet atau ISP masih dalam ukuran KBPS saja, maka SkyBee sudah menawarkan layanan berbasis MBPS.
Kita akan selalu bertanya tentang kecepatan akses, setiap kali ada ISP baru meluncurkan produknya.  Kadang kita sendiri lupa, bahwa internet adalah pemanfaatan bandwidth secara bersama-sama, hal demikian yang membuat harga internet menjadi semakin terjangkau.

Pertanyaan yang sama, juga sempat timbul di dalam benak saya. Satu-satunya cara untuk membuktikannya adalah dengan datang sendiri dan melakukan ujicoba dari setiap paket yang ada.

Kecepatan vs Latency

Mencoba layanan SkyBee 2000 dengan cara mendownload file, menonton layanan video di youtube atay metacafe dan menggunakannya untuk blogwalking dan chatting serta tidak lupa mencek kecepatan melalui speedtest.net. Kesan yang timbul pertama adalah, kecepatan yang ditawarkan memang mendekati nilai paket yang ditawarkan. Bahkan beberapa kali menembus angka 2048 kbps untuk download.
Tetapi saat melihat latency value yang dikeluarkan oleh speedtest.net, saya sempat kaget juga. Saat itu ditunjukan terjadi latency sebesar 1000 ms, berbeda dengan koneksi kabel yang hanya memiliki nilai rata-rata 200 ms.

Latency adalah sebuah nilai yang diberikan untuk waktu tempuh sebuah paket data berjalan dari satu titik ke titik lainnya. Artinya halaman-halaman di internet membutuhkan waktu respons sebesar 1000 ms atau 1 detik untuk dibuka.  Jadi seolah ada jeda 1 detik setelah kita menekan enter. Bagi saya, selama kecepatan internet akses dapat selalu terjaga, maka latency 1 detik bukan sebuah masalah, kecuali apabila saya menggunakan internet untuk bermain online games bergenre action seperti Counter Strike. Bagi seoranga gamers, delay 1 detik dapat menjadi bencana, karena pihak musuh dapat menembak terlebih dahulu.

Harga Satellite Mahal!

Biasanya para penyedia jasa komunikasi satellite memberikan harga yang tinggi, khususnya untuk pengguna rumahan. Harga sewa VSAT bisa mencapai ribuan dollar perbulannya, sudah pasti tidak dapat dijangkau oleh sebagian besar masyarakat. VSAT pun banyak digunakan oleh user-user corporate untuk kebutuhan komunikasi dalam mendukung bisnisnya.

SkyBee sebenarnya sudah memberikan harga yang sangat kompetitif, tetapi sekali lagi apabila dibandingkan dengan internet berbasis jaringan kabel, harganya masih terasa mahal.
Di sisi lain, banyak masyarkat yang belum memiliki kesempatan menikmati internet berbasis jaringan kabel, tetapi saat ini sudah memiliki kesempatan yang besar untuk memanfaatkan teknologi satellite untuk mendapatkankan internet kecepatan tinggi, dengan harga yang cukup kompetitif.

————————————–
SkyBee menggunakan teknologi satellite dari IPStar

  • Hedwigus, Railfans alias penggemar kereta api yang mulai menulis blog. Mencari nafkah di dunia telekomunikasi dan mobile content acquisition.
  • Lemari

  • Afiliasi

    qrcode

  • Kroni

  • Railfans

  • Teman

  • Iklan

  • Produk Gagal