Bukit Air Resto

Akhir minggu kemarin, saya mengajak mengajak keluarga untuk menikmati suasana pegunungan. Mumpung ujian sekolah belum mulai dan masuk pada awal minggu tenang, saya coba mengajak mereka untuk sejenak melupakan jenuhnya belajar di sekolah.
Saya putuskan untuk membawa mereka ke Gunung Salak Bogor untuk bermain di Curug Nangka. Memang bukan camping tapi hanya one day visit untuk bersenang-senang saja.

Sepertinya sudah banyak cerita tentang Curug Nangka, jadi saya tidak perlu membuat tulisan lagi (bilang aja males). Seharian bermain di Curug Nangka, sudah tentu membuat semua orang menjadi lapar. Read More →

Directory DCIM

Camera digital, siapa yang tidak tahu?. Saya rasa sebagian besar orang sudah sangat lekat dengan fotografi digital saat ini. Sepertinya hampir tidak lagi moment di bumi ini yang luput dari ‘jepretan’ para digital photographers. Lihat saja di situs media sosial, pergerakan data foto sangat dinamis dan cenderung sangat cepat.

Mungkin yang luput dari perhatian banyak orang adalah sebuah directory di media penyimpanan baik berupa flashdisk, SDCard dan lain sebagainya. Kita semua lebih terpaku kepada besarnya kapasitas megapixels sebuah camera.

Semua camera digital, apapun merknya, akan menggunakan sebuah nama directory yang sama untuk tempat meyimpan foto hasil jepretan sang photographer. Nama folder tersebut adalah DCIM. Jika kita hapus, maka camera akan membuat kembali nama directory tersebut.

DCIM adalah kependekan dari Digital Camera Image. Sebuah nama standart yang digunakan di dunia digital fotografi sebagai default name untuk folder gambar.
Didalam directory DCIM biasanya akan dibuat (secara otomatis) nama sub directory yang dimulai dengan angka 100_ sampai dengan 999_. Dibelakangnya biasanya akan diikuti dengan kode merek camera yang digunakan saat itu.

Directory DCIM

Directory DCIM

Tujuan dibuat standart ini agar camera dapat saling bertukar media penyimpanan tanpa terganggu akan duplikasi yang akan kemungkinan akan terjadi.

Sementara itu untuk handphone yang sengaja tidak dilengkapi dengan media penyimpanan external, biasanya akan menulis nama file foto dibawah folder DCIM tanpa membuat sub-folder terlebih dahulu.

Jadi selamat memotret dan berbagi foto dengan bijak dengan orang lain di media sosial. Ingat foto yang anda unggah di media sosial tidak akan pernah hilang dari internet dan dapat digunakan orang lain untuk keperluan yang tidak baik.

Pura Parahyangan Agung Jagatkartta

Saya tidak pernah menyangka bahwa di Bogor ada sebuah Pura yang besar, bahkan disebutkan ini adalah sebuah Pura agama Hindu terbesar di luar Pulau Bali.

Mumpung sedang ada waktu luang di hari libur Mayday, sayapun langsung memutuskan untuk pergi menuju lokasi Pura tersebut.

Perjalanan dari Depok menuju Pura Parahyangan hanya mengadalkan informasi dari internet dan bantuan Google Map sebagai teman penunjuk arah. Mungkin orang lebih mengenal obyek wisata air terjun Curug Nangka di kaki Gunung Salak atau kawasan Resort Higland disana. Dan Pura Prahyangan Agung Jagatkarttya berada tidak jauh dari kedua lokasi tersebut, setidaknya berada di jalan yang sama dan gunung yang sama (ya iya lah, mosok beda gunung).

Perjalanan dengan mobil bisa dicapai sampai ke Lokasi Pura Parahyangan. Tempat parkirnya juga cukup luas. Jalanan yang menanjak dapat dilalui dengan mudah. Hampir dibilang tidak ada ada halangan yang berarti kecuali jalanan sempit yang kadang berlubang.

Sampai di Pura memang sudah terlalu siang, sekitar jam 10:00. Rencana untuk menikmati matahari pagi disana juga batal (hawong berangkat saja jam 08:00). Sayangnya tidak banyak yang bisa saya ceritakan dari Pura ini, karena ternyata Pura Parahyangan tidak dibuka selain hanya untuk kepentingan umat Hindu melakukan peribadatan.
Bayangan saya, disini akan seperti banyak Pura di Pulau Bali, dimana pengunjung dapat menikmati keindahan Pura yang konon dibangun di lokasi petilasan Prabu Siliwangi dengan cukup leluasa.
Tetapi Pura Parahyangan hanya membatasi pengunjung sampai di gerbang utama saja. Dan hanya dapat melihat sedikit keindahan dan kemegahan Pura dari jauh saja. Dalam hati saya sebenarnya kecewa, tetapi dari penjelasan yang disampaikan kepada saya, memang kita harus menghormati kes-sakral-an sebuah Rumah Ibadah.

Pura Parahyangan Agung Jagatkartta

Pura Parahyangan Agung Jagatkartta

Gerbang Pura

Gerbang Pura

Pintu masuk ke kawasan komplek Pura

Pintu masuk ke kawasan komplek Pura

Jagatkarta005

Pemandangan sekitar Pura

Pemandangan sekitar Pura

Lokasi parkir

Lokasi parkir

Mudah-mudahan dilain kesempatan, pengelola Pura Parahyangan Agung Jagatkarttya dapat menambah lagi lokasi-lokasi yang dapat dimasuki pengunjung biasa yang datang ingin menikmati keindahan, kemegahan dan kedamaian sebuah Pura.

Om Swastiastu

leuweung-sancang-0000

Setelah sekian lama menjadi wacana, akhirnya kami kesampaian juga untuk melihat Leuweung Sancang. Sebuah area konservasi hutan lindung yang terletak di Garut bagian Selatan. Banyak yang mengatakan bahwa Hutan Sancang (Leuweung Sancang dalam Bahasa Sunda) adalah tempat terakhir Prabu Siliwangi diketahui keberadaannya dan konon bala tentara Pajajaran berubah wujud menjadi tanaman bakau, warga setempat menyebutnya dengan pohon Kaboa.

Perjalanan ke Sancang kami tempuh dengan mengendarai sebuah mobil van yang diisi oleh 6 orang (seperti biasa saya dan para tetangga saya di rumah adalah pesertanya). Kami memutuskan untuk menggunakan jalur Depok – Bogor – Bandung – Nagrek – Garut – Cikajang – Pameumpeuk sampai kami tiba di Leuweung Sancang.

Read More →

ott-diagram-ico

Nonton video di internet sepertinya sudah menjadi hal biasa saat ini. Prosesnya pun juga sangat mudah, bahkan anak-anakpun dapat menggunakannya dengan sangat mudah. Tinggal memanfaatkan fungsi pencarian, kemudian pilih tayangan mana yang dikehendaki dan kemudian klik dan langsung nonton.
Media yang digunakanpun beragam, mulai dari layar kecil di smartphone sampai dengan layar smart tv di ruang keluarga. Semua tayangan yang ada didalam Youtube dapat dinikmati dengan mudah. Asalkan anda memiliki sambungan internet yang cukup baik untuk mengunduh video.

Pernah terbayang membangun platform seperti Youtube sendiri ?
Sebenarnya semuanya cukup sederhana (kecuali kebutuhan hardwarenya), berikut adalah komponennya.
Read More →

OTT

Saya rasa melakukan kegiatan belanja secara daring (online) melalui jaringan internet saat ini sudah cukup populer di Indonesia. Data statistic dan Brand and Marketing Institute Research mengungkapkan bahwa belanja online di Indonesia pada tahun 2014 telah mencapai transaksi sebesar 21 Triliyun Rupiah. Mereka bahkan mengatakan bahwa pada tahun 2015, belanja online akan menyumbang transaksi sebesar 50 Triliyun Rupiah hanya untuk Indonesia saja.
Statistik tersebut tampaknya cukup menjanjikan bagi pertumbuhan industri di sektor ini.

Disatu sisi, masyarakat Indonesia juga semakin familiar dalam menggunakan gadgetnya untuk kegiatan sehari-hari. Baik itu hanya untuk berkomunikasi atau chatting, social media dan tentu saja melakukan belanja secara online.

OTT_gadget

Over The Top

Banyak yang masih mengira bahwa Over The Top adalah nama sebuah judul film. Tidak salah juga memang, itu adalah judul film yang dibintangi oleh Sylverter Stalone yang berperan sebagai seorang supir truk yang jago dalam pertandingan adu panco. Read More →

bakly_00

Mencari sebuah toko yang mengkhusukan dirinya menjual perlengkapan membuat kue di Depok sepertinya akan susah. Setidaknya begitu yang saya pikirkan diawal saat anak-anakku dirumah tiba-tiba ingin membuat roti.

Oh iya, alasan tiba-tiba mereka ingin membuat roti adalah karena mereka sering menonton video-video di Youtube yang menyuguhkan cara-cara memasak. Dan dengan pedenya, mereka kepingin melakukan hal yang sama seperti yang ditayangkan di Youtube.

Read More →

saturdaypastry_00

Sebenarnya sudah lama ingin sekali dapat membuat roti sendiri. Apabila melihat proses-proses membuat sebuah roti di Youtube, tampaknya sangat mudah. Hanya mengoleni adonan tepung terigu bercampur ragi, diisi dengan bahan isian kemudian dipanggang didalam oven. Tetapi seperti biasa, rasa malas berhasil mematahkan keingingn untuk mencoba membuat roti.

Sampai hari ini, putriku yang sulung ingin juga mencoba membuat roti dan memaksaku untuk mencoba kesempatan membuat roti.

saturdaypastry_0009

Read More →

batu-0

Tiba-tiba saja dari sebuah percakapan diatara teman-teman alias tetangga saya, ada sebuah kata yang sebelumnya sepertinya tidak pernah saya dengar. Kata tersbut adalah “Obsidian“, yaitu sebua kata yang menjelaskan (menurut teman saya) sebuah proses dari lahar panas yang membeku secara cepat menjadi bebatuan.

Saya terus mendengarkan percakapan mereka yang tampaknya asik. Di dalam hati sempat tersenyum karena mereka semua sedang serius berdiskusi tentang sebuah benda, yaitu batu!.
Entah berapa lama mereka telah mendalami ilmu perbatuan ini atau hanya terbawa arus histeria batu akik atau batu cincin (gemstone).

Berbagai macam kata yang baru dan berhubungan dengan batu, bermunculan pada diskusi tersebut yang terkadang diisi dengan saling canda dan tertawaan. Seingatku, beberapa jenis bebatuan tersebut adalah, Bacan, Tirus/Virus (entah mana yang benar), Solar, Kalimaya.

Sesekali, saya perhatikan mereka menyinari batu tersebut dengan lampu dari smartphone mereka. Tentu saja itu membangkitkan rasa penasaran saya. Menurut mereka, dengan menyinari sebuah batu, mereka dapat melihat kecerahan batu cincin mereka. Semakin cerah atau sinar lampu dapat menembus dengen mudah, maka kualitas batu akan menjadi lebih baik.

Dari segala seluk beluk mengenai perbatuan ini, ada satu yang membuat saya menjadi tertarik, yaitu proses monkey business yang berjalan didasar itu semua. Tidak ada satu harga yang menjadi patokan untuk sebuah batu cincin ini. Semakin anda menyukai dan ingin memiliki batu tersebut, maka semakin tinggi harga untuk mendapatkannya. Beberapa penjual batu juga melihat kemampuan financial calon pembelinya, jika dirasa sang calon pembeli tersebut memiliki kemampuan financial yang baik, maka harga tinggi (kadang tidak masuk diakal) akan dikenakan atas harga batu tersebut.

Hiruk pikuk batu akik saat ini setidaknya dapat membantu perputaran perekonomian beberapa orang. Mereka memiliki kesempatan untuk menjadi penjual jasa mengasah batu, menjadi pengrajin logam pengikat batu sampai hanya memanfaatkan situasi menjadi seorang makelar (gue banget).

Berikut beberapa batu yang sempat saya abadikan dan dimiliki oleh teman-teman saya saat ini.

batu_001

batu_002

batu_003

batu_004

Welcome to another modern stone-age.

excel_000

Kadang, untuk kepentingan presentasi, saya memerlukan bantuan Microsoft Excel untuk membuat diagram. Dan saya perlu sebuah bentuk cell bujursangkar sama sisi. Awalnya saya melakukan proses drag di row dan column untuk dapat membentuk bujursangkar yang saya inginkan.

Sudah pasti proses drag membutuhkan mouse agar lebih mudah, sementara saya menggunakan track-pad dan hasilnya juga dirasa kurang sama sisi.

Microsoft Excel

Ukuran default untuk column width adalah 8.43 dan row height adalah 15, akhirnya setelah mencoba-coba, saya menemukan angka yang pas (menurut saya) untuk column width dan row height, yaitu: 2.71 x 15.75

Microsoft Excel

 

 

Microsoft Excel

Selamat mencoba.