Posted in Human Interest.
Tagged with 482, Dirgahayu, Jakarta.
By Hedwigâ„¢
– 22 Juni 2009
Posted in Nokia, Notebook, Smartphone.
Tagged with Computing, GPS, HD, HSDPA, Internet, Mobile, N97, Nokia, Nseries, Smartphone.
By Hedwigâ„¢
– 19 Juni 2009
Tidak terasa sudah satu tahun dengan artikel yang mirip sebelumnya.
Satu tahun bukanlah waktu yang panjang bagi perkembangan teknologi. Apabila liburan tahun lalu, kamera digital yang digunakan saat liburan sekolah hanya berpacu keapada besarnya megapixel, maka kali ini fitur yang paling populer adalah dukungan kamera kepada format gambar video berkualitas HD (High Definition).
Canon SD960 IS
Canon sebagai salah satu pemimpin di industri photography mengeluarkan kamera-kamera poket digital yang sudah mendukung format gambar HD (720i) pada saat merekam video.
Canon SD960 IS sudah memiliki kapasitas sensor sebesar 12 Megapixels dan fungsi Image Stabilizer, sehingga membuat hasil photo tetap terjaga walau terjadi guncangan saat mefoto. Lensa zoomnya mampu memperbesar sampai dengan 4 kali (setara dengan 28mm – 112mm).
Ukuran ISO kamera saku ini memang cukup tinggi, yakni mampu melayani sampai dengan ISO 1600 dan kecepatan shutternya mencapai 1/6000 detik. Sebuah fasilitas yang biasanya dimiliki oleh kamera SLR(d) profesional. Ukuran LCD cukup lebar, yaitu 2,8 inch dan kamera ini telah mendukung format kartu memori SD/SDHC/MMC/MMCplus/HD dan MMCplus.
Harga pasaran di Indonesia berkisar 3,400,000 Rupiah.
Olympus Mju 550WP
Olympus dikenal juga sebagai sebuah merek kamera pocket digital yang mengenalkan fitur anti air untuk beberapa jajaran kameranya. Salah satunya adalah Mju 550WP.
Camdig ini didesain untuk menemani liburan yang lebih menantang. Air dan debu bukan halangan bagi kamera ini, bahkan fitur anti air bukan hanya mampu menahan cipratan air belaka, foto underwater dapat dilakukan sampai dengan kedalaman 3 meter. Jadi mulai dari bermain air di water-boom sampai ber-rafting ria di arus sungai yang deras dapat dilakukan tanpa perlu takut air lagi.
Mju 550WP dilengkapi dengan CCD 10.7 megapixel dengan format gambar 4:3 (3648 x 2736 pixel). Selain itu, kamera ini dapat merekam dengan resolusi 1920 x 1080 pixels (16:9) untuk menampilkan gambar HD, sayang sekali, kemampuan ini tidak dapat dirasakan saat merekam video, karena resolusi maximumnya hanya di 640 x 480 pixels dengan 30 frame per detik.
Lensa dengan 3x zoom atau setara 38-114mm. Sedangkan maximum shutter speed juga hanya sampai 1/1000 second. Walau dirasa masih kurang, tetapi dapat terobati dengan kamampuan photo under water yang tentu saja dapat membuat dokumentasi liburan yang beda dari yang lain.
Harga pasaran untuk kamera ini berkisar di 2.900.000 Rupiah
Panasonic Lumix DMC-FS20
Sepertinya tidak mau ketinggalan dengan mengusung format gambar HD. Panasonic mengeluarkan desain kamera pocket digital terbaru DMC-FS20.
Kamera dengan sensor 10.1 Megapixels ini masih mengusung salah satu lensa terbaik di dunia, Leica DC Vario-Elmar dengan pembesaran 4 kali, atau setara dengan 30 – 120 mm.
Kamera ini memiliki kemampuan ISO Boost sampai dengan 6400, cukup sensitif untuk memotret kegiatan liburan dimalam hari atau didalam ruangan. Walaupun begitu, direkomendasikan untuk menggunakan ISO 800 dan lampu flash, untuk mengurangi effec kasar (grainy) yang timbul pada ISO tinggi.
DMC-FS20 memiliki kemampuan merekam gambar sampai dengan 3648 x 1236 pixels dalam format 4:3 atau 1920 x 1080 pixels dalam format 16:9 yang biasa digunakan dalam format gambar HD.
Untuk merekam video, DMC-FS20 dapat merekam dalam format 848 x 480 pixels (16:9) dalam 30 frame per detik, sudah cukup untuk menonton video dengan kualitas HD-Ready.
LCD dengan ukuran 3″ cukup besar untuk melihat preview atau menonton video liburan. Battery yang digunakan adalah Lithium-ion 3.6V-1000 mAh cukup untuk mengabadikan keceriaan seharian.
Harga pasaran untuk kamera ini berkisar di 2.400.000 Rupiah.
Liburan
Saat ini kamera pocket digital telah mengusung sensor sampai dengan 10 megapixels. Hal ini tentu saja membawa dampak terhadap media penyimpanan. Gunakan memory card dengan kemampuan minimal 4GB, hal ini untuk menghindari kehilangan moment berharga di kegiatan liburan. Apabila berpergian dengan waktu yang cukup lama, dan memutuskan tidak membawa laptop yang dapat digunakan untuk menyimpan file digital, maka sebaiknya membawa lebih dari satu memory sebagai cadangan. Karena harga memory dengan kapasitas besar saat ini sudah semakin terjangkau.
Selamat berlibur.
Posted in Fun, Human Interest, Outbond, Photography.
Tagged with Camera, Canon, Digital, Leica, Liburan, olympus, Panasonic, Photography, pocket, sekolah, tamasya.
By Hedwigâ„¢
– 15 Juni 2009
Dunia telekomunikasi di Indonesia kembali memasuki era baru, yaitu dengan mulai diterapkannya layanan pita lebar nirkabel atau lebih dikenal dengan wireless broadband, beberapa orang juga menyebutnya dengan teknologi WiMax.
Indonesia menerapkan pita spektrum frekuensi radio 2.3 GHz, agak berbeda dari negara lain. Bagi saya, ini adalah identitas bangsa, sehingga wajar untuk dikembangkan agar tidak selalu tergantung dengan negara lain.
Untuk itu, Pemerintah Indonesia membuka proses lelang untuk menunjuk penyedia jasa layanan di bidang ini.
Berikut ini adalah informasi Reserved Price yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 175/KEP/M.KOMINFO/06/2009.
Dunia telekomunikasi di Indonesia kembali memasuki era baru, yaitu dengan mulai diterapkannya layanan pita lebar nirkabel atau lebih dikenal dengan wireless broadband, beberapa orang juga menyebutnya dengan teknologi WiMax. Indonesia menerapkan pita spektrum frekuensi radio 2.3Ghz, agak berbeda dari negara lain. Bagi saya, ini adalah identitas bangsa, sehingga wajar untuk dikembangkan agar tidak selalu tergantung dengan negara lain.
Untuk itu, Pemerintah Indonesia membuka proses lelang untuk menunjuk penyedia jasa layanan di bidang ini.
Berikut ini adalah informasi Reserved Price yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 175/KEP/M.KOMINFO/06/2009.
| ZONA |
Harga Dasar Penawaran
(Reserved Price) |
| ZONA 1 |
Sumatera Bagian Utara |
Rp 1.301.000.000 |
| ZONA 2 |
Sumatera Bagian Tengah |
Rp 491.000.000 |
| ZONA 3 |
Sumatera Bagian Selatan |
Rp 426.000.000 |
| ZONA 4 |
Banten, Jakarta, Bogor,
Depok, Tangerang dan Bekasi |
Rp 15.116.000.000 |
| ZONA 5 |
Jawa Bagian Barat kecuali
Bogor, Depok dan Bekasi |
Rp 1.903.000.000 |
| ZONA 6 |
Sumatera Bagian Tengah |
Rp 1.256.000.000 |
| ZONA 7 |
Sumatera Bagian Timur |
Rp 3.381.000.000 |
| ZONA 8 |
Bali dan Nusa Tenggara |
Rp 444.000.000 |
| ZONA 9 |
Papua |
Rp 96.000.000 |
| ZONA 10 |
Maluku dan Maluku Utara |
Rp 45.000.000 |
| ZONA 11 |
Sulawesi Bagian Selatan |
Rp 434.000.000 |
| ZONA 12 |
Sulawesi Bagian Utara |
Rp 192.000.000 |
| ZONA 13 |
Kalimantan Bagian Barat |
Rp 577.000.000 |
| ZONA 14 |
Kalimantan Bagian Timur |
Rp 288.000.000 |
| ZONA 15 |
Kepulauan Riau |
Rp 232.000.000 |
Harga tersebut diatas adalah untuk menetapkan BHP yang harus dibayarkan oleh pemenang peserta lelang.
Posted in Human Interest.
Tagged with 15 MHz, 2.3 GHz, auction, lelang, Menkominfo, reserved price, wimax, Wireless Broadband.
By Hedwigâ„¢
– 10 Juni 2009
Kemajuan teknologi didunia home entertainment saat ini sudah cukup maju. Televisi layar datas dengan dimensi yang tipis telah menggantikan televisi berteknologi tabung atau CRT (cathode ray tube).
Televisi berbasis layar LCD sudah semakin marak dan dengan harga yang terjangkau. Ada satu teknologi yang ditawarkan oleh televisi-televisi model terbaru, yaitu High Definition atau kita kenal dengan HD.
Saat memilih televisi LCD, kita sering mendengar kata HD Ready atau Full HD. Pada dasarnya kedua type tersebut sudah mendukung format High Definition, yang membedakan pada HD Ready, format gambar menggunakan system 720p atau 1080i, sedangkan Full HD adalah kemampuan menampilkan gambar dengan format 1080p. Huruf “i” menandakan interlace dan hurup “p” menandakan progressive scan.
Gambar dibawah ini untuk menunjukan beda interlace dan progressive scan.

Sementara apa saja yang dibutuhkan saat akan membeli televisi berformat HD.
Continued…
Posted in Electronics, Human Interest.
Tagged with Content, Dolby Digital, HD, HD Ready, HD vs HD Ready, HDMI, LCD, LED, Pay TV, Surround Sound, Television.
By Hedwigâ„¢
– 3 Juni 2009
Jika mendengar kata 32 Tahun, banyak orang yang akan teringat masa kepemimpinan Presiden Soeharto yang menjadi Presiden Republik Indonesia selama 32 Tahun, sebelum akhirnya mengundurkan diri dan digantikan oleh Presiden BJ Habibie.
32 Tahun juga bukanlah sebuah waktu yang pendek, setidaknya adalah setengah dari usia hidup manusia. Sedangkan bagi saya, 32 Tahun adalah sebuah kesempatan berjumpa kembali dengan para pengajar saya dimasa Sekolah Dasar.
Sabtu sore ini, saya mendapat ajakan dari teman-teman dimasa sekolah dasar untuk mengunjungi bekas sekolahan sekaligus berolahraga. Maklum saja, saat ini badan kita ternyata sudah tidak sekurus masa SD, malah cenderung memiliki perut yang gendut.
Sejak lulus kelas 6 SD Strada Wiyatasana, hanya beberapa kali saja saya datang ke sekolah dasar di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan ini. Saat itupun hanya karena mengikuti latihan bela diri setiap hari Minggu malam yang saya ikuti sejak masih SD. Setelah itu, blas sama sekali tidak pernah mampir.
Banyak perubahan yang terjadi terhadap Sekolah ini. Dimasa lalu, sekolah yang memiliki halaman luas serta bangunan asri yang dilengkapi taman kecil di depan kelas, saat ini berubah menjadi sebuah bangunan empat lantai yang kokoh seperti sebuah benteng. Dalam hati saya merasa suasana keriangan semasa SD dulu, tidak lagi terpancar dari sekolah ini.
Ada satu yang saya ucapkan saat itu, kelak anak-anak saya tidak akan pernah menjadi anak murid di sekolah ini.
Belum selesai memandangai sekolah yang berubah ini, saya kembali dikejutkan dengan kehadiran guru-guru masa SD saya. Terkejut campur senang melihat mereka masih segar bugar dan masih mengenali kami, walau sudah lebih dari 26 tahun meninggalkan sekolah ini.
 |
Bu Valentin
Beliau adalah ibu guru pertama saya di Sekolah Dasar alias guru kelas 1 SD saya. Penampilannya cukup banyak berubah, mungkin karena usia yang bertambah setidaknya 32 tahun sejak saya kelas 1 SD.
Walau begitu, dia masih mengenal saya dengan cukup baik. Bahkan masih ingat nama orang tua serta alamat saya tinggal saat itu.
Banyak cerita beliau yang tidak saya ingat. Salah satu yang paling sering saya lakukan saat kelas 1 SD adalah memintanya untuk mengantarkan saya pulang kerumah karena saya terlalu asik bermain sehingga ketinggalan bus antar jemput.
Sebuah cerita yang saya tidak ingat sama sekali, tetapi beliau bercerita seperti sebuah kejadian yang berlaku kemarin saja. |
Pak Jito
Pak Jito adalah guru saya di kelas 2 SD. Saat itu, kelas 1 dan kelas 2 hanya memiliki seorang guru yang mengajarkan seluruh mata pelajaran. Saat itu saya berpikir, mereka adalah guru-guru yang pintar yang tidak perlu ganti guru untuk setiap mata pelajaran.
Di masa Pak Jita di kelas 2 SD, saya mengalami konversi masa tahun ajaran, dimana tahun ajaran dari Januari – Desember berubah menjadi Juli – Juni. Sehingga saya mengalami masa belajar di kelas 2 selama satu setengah tahun lamanya.
Beliau juga sangat ingat dengan saya, keluarga saya dan alamat rumah saya. |
 |
 |
Pak Markus
Beliau adalah wali kelas saya di kelas 3 SD. Kelas pertama yang saya jalani mulai dari jam 07:00 pagi sampai jam 12:00 siang. Di kelas 1 dan 2 SD, kami belajar cuma sampai jam 10.00 saja.
Beliau pernah menstrap kami sekelas karena kami mengucapkan salam dengan asal-asalan. Saat itu kami tidak menyangka beliau akan marah, dan kami harus membuat kesepakatan untuk tidak mengulanginya kembali.
Saat ini beliau tampak seperti pendiam, padahal dimasa lalu jambang saya sering ditariknya setiap kali saya melakukan kesalahan atau kenakalan. |
| Bu Ully
Ibu yang satu ini memang tampak gaul. Beliau adalah merupakan guru favorit kami dimasa SD. Orangnya ramah tetapi sekaligus tegas. Beliau membawakan mata pelajaran seni suara.
Saya mulai bertemu beliau di kelas 5 SD. Setiap memasuki mata pelajaran seni suara, setiap kelas akan berlomba-lomba menyanyi bersama sekeras-kerasnya sehingga didengar kelas lainnya.
Kami sering berkompetisi antar kelas secara tidak resmi di mata pelajaran ini, kelas yang bernyanyi paling keras adalah kelas yang hebat saat itu.
Beliau juga mengajarkan kami seni drama sederhana yang meminta kami pentas di depan kelas secara berkelompok. |
 |
 |
Pak Herry
Bapak yang terlihat ramah ini mengajarkan mata pelajaran olah raga. Beliau bergabung mulai tahun 1980, yaitu saya duduk di kelas 4 SD.
Saya sempat mengikuti tim lomba baris-berbaris PMI se Jakarta Selatan yang dipimpin oleh beliau, hasilnya saat itu jika tidak salah adalah juara harapan 1 se Jakarta Selatan, prestasi yang lumayan. |
Tidak saya sangka mereka masih mengenal kami dengan cukup baik, dan saya merasa sangat senang masih dapat berjumpa lagi dengan mereka setelah sekian lama tidak bertemu.
Mungkin anda masih memiliki kesempatan untuk dapat berjumpa dengan guru-guru Sekolah Dasar di masa lalu. Saat ini juga coba hubungi teman-teman SD dan rencanakan untuk berjumpa dengan mereka. Jangan sampai anda kehabisan waktu untuk dapat berjumpa dengan para pahlawan tanpa tanda jasa ini.
——-
Lokasi:
View Larger Map
Posted in Human Interest.
Tagged with Denah Lokasi, Guru, Olah Raga, Pejaten, Reuni, SD, Strada, Wiyatasana.
By Hedwigâ„¢
– 30 Mei 2009
Posted in Fun.
Tagged with capres, Iklan, indomie, kampanya, Presiden, SBY.
By Hedwigâ„¢
– 29 Mei 2009
Komentar