Penahan Tanaman

Penahan Tanaman dari Sumpit

0

Sumpit (chopstick) sepertinya sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari para penggemar kuliner bakmi dan bihun. Saya kebetulan suka dengan jajanan mie ayam yang banyak dijajakan disetiap sudut jalan di Jakarta ini, dan sumpit menjadi media untuk menikmati mie ayam tersebut.

Sudah beberapa bulan ini, saya menjalankan aktivitas berkebun, bukan kebun produksi yang luas, tetapi hanya kegiatan di teras rumah saya yang sempit ini.
Tanaman saya tanam dari benih yang saya beli di toko perkakas karena menurut saya cukup mudah dan tidak merepotkan, walaupun tentu saja cukup lama untuk dapat tumbuh besar. Tetapi setidaknya saya menikmati kegiatan ini dan dapat mengikuti pertumbuhan tanaman yang saya tanam mulai dari bentuk “kecambah” sampai cukup besar.

Saat tanaman mulai tumbuh membesar, sepertinya mereka tidak memiliki batang yang cukup kuat untuk menahan dirinya sendiri, apalagi waktu saya sirami. Tanaman itu langsung bengkok saat tersemprot air keran.

Batang tanaman yang bengkok setelah tersiram air

Kembali ke sumpit.
Pedagang mie ayam gerobakan sepertinya selalu membuang sumpit-sumpit bekas para pembelinya. Sejenak saya berpikir mengapa tidak mengambil sumpit bekas tersebut untuk digunakan sebagai penahan tanaman, setidaknya saat mulai tumbuh dan agar memiliki batang yang lurus.Tinggal memintanya kepada penjual mie ayam, dan saya langsung mendapatkan puluhan sumpit bekas. Setidaknya minta dibilas terlebih dahulu dan dibungkus koran agar tidak merepotkan saat dibawa.

Berikut ini adalah cara saya memanfaatkan sumpit bekas untuk penahan tanaman. Saya tidak terlalu suka mengikat tanaman dengan tali, karena batang tanaman yang baru tumbuh sangat kecil dan menurut saya mengikat dengan tali sangatlah merepotkan. Saya menggunakan kawat sebagai penahan batang.

Kawat dan Sumpit

Saya menggunakan kawat yang biasanya dimanfaatkan untuk membuat hiasan bunga kertas. Kawat seperti ini dapat dibeli di toko-toko buku bagian prakarya.

Sumpit dan Kawat

Sumpit yang telah diberi kawat tinggal ditancapkan di dekat batang tanaman yang hendak ditahan. Tidak perlu menggunakan tali untuk mengikat, yang penting batang tanaman dapat berdiri tegak dengan penahan ini.

Penahan tanaman dari sumpit bekas

Kawat cukup flexible untuk ditekuk dan cukup kuat untuk menahan batang tanaman.

Menahan tanaman yang cukup besar

Peralatan yang digunakan hanya sebuah tang untuk memotong kawat dan membuat ikatan.

Tang

Membuat Foto Star Trail

1

Sejak lama, saya selalu bercita-cita untuk membuat foto star-trail. Apasih foto star-trail?.

Foto Startrail adalah teknik pengambilan foto benda langit dengan membuka rana kamera secara terus menerus, istilahnya “bulb”.  Hasil foto akan berupa garis-garis terang karena gerakan rotasi bumi terhadap benda-benda angkas tersebut.  Tetapi diera photography digital, teknik bulb menurut saya tidak cocok digunakan untuk mengabadikan foto star-trail, karena bagi saya, sensor kamera digital tidak sebaik film negatif untuk menangkap keindahan alam yang ada.

Tetapi jangan “galau” dulu, foto startrail tetap dapat dibuat dengan membuat multiple exposure photo dan dengan bantuan freeware Startrail (link download dapat dilihat diakhir tulisan ini).

StarTrail

StarTrail

Untuk membuat foto, saya menggunakan lensa 16mm (wide), atau jika tidak tersedia, lensa kit masih tetap dapat digunakan. Kamera saya set di rana 30 detik dan dengan diafragma F7. Tujuannya agar cahaya yang masuk cukup untuk membuat gambar yang cerah tetapi dengan garis-garis yang tegas.
Focal-length saya buat dalam mode manual diposisi infinity.

Membuat foto seperti ini, membutuhkan udara yang cerah tanpa awan atau kabut dan diusahakan berada di lokasi yang sedikit atau tanpa cahaya. Saya membuat di teras rumah saya di lantai 2 dengan memadamkan lampu teras dan lampu jalan.

Arah object juga akan menentukan hasil dari foto Startrail yang akan dibuat. Saya kebetulan bertempat tinggal di Kota Depok (Jawa Barat). Di beberapa malam dalam satu tahun, saya masih berkesempatan mendapatkan udara malam dengan langit yang bersih, ditambah lagi di Depok (khususnya daerah saya tingga) sering mengalami mati listrik dengan durasi yang cukup panjang di malam hari. Kondisi seperti ini membuat langit malam menjadi lebih cerah dan cukup baik untuk mengabadikan foto Startrail.
Arahkan kamera anda kearah Selatan atau Utara, maka anda akan mendapatkan foto Startrail dengan jalur melingkar. Jika diarahkan tegak lurus keatas, makan akan mendapatkan foto Startrail dengan garis-garis lurus seperti hujan meteor.

Usahakan untuk menangkap sedikit bagian pohon atau rumah atau benda apa saja sebagai foreground sehingga dapat membuat foto Startrail menjadi lebih natural.

Startrail

Latar Depan Pohon dan menghadap kearah Selatan

Peralatan

Untuk membuat foto Startrail, gunakan tripod yang cukup kuat agar tidak ada getaran kecil yang dapat mengganggu hasil foto. Gunakan juga remote shutter release, usahakan menggunakan wireless untuk menghindari kamera tidak sengaja tergeser karena kabel romote tersangkut.
Siapkan lampu senter kecil untuk membaca parameter di lensa selain untuk menjadi penerangan disekitar lokasi pemotretan. Tempat duduk atau tiker untuk alas duduk sambil menunggu proses pemotretan.
Dan yang tidak boleh dilupakan, siapkan minuman hangat dan makanan kecil, karena proses pengambilan gambar ini dapat berlangsung sampai beberapa jam.

Siapkan juga obat nyamuk gosok agar tidak diganggu nyamuk

Trik

Karena saya menggunakan kamera DSLR untuk mengambil gambar secara berkesinambungan, maka diusahakan jeda antar gambar/frame tidak lebih dari 3 detik. Tujuannya agar tidak ada ruang kosong antar frame akibat terlalu lama mengambil jeda.
Saya membuat setidaknya 120 frame dalam satu posisi. Ini lamanya kira-kira 1 jam lebih sedikit.

Saya menggunakan format JPEG dengan resolusi tertinggi untuk membuat rangkaian foto ini. Hal ini untuk memudahkan saat melakukan export ke Aplikasi Startrail.

Sekitar jam 20:00 dengan awan mendung menghadap ke Timur

Proses Penyambungan

Setelah dirasa cukup, frame-frame yang dihasilkan didownload ke PC untuk kemudian dilakukan proses penyambungan. Aplikasi yang saya gunakan cukup mudah, hanya memasukan foto secara berurutan, dan aplikasi yang akan menyambungkan semua.

Kadangkala saat pengambilan foto sedang berlangsung, muncul cahaya kilat di langit yang akan mengganggu seluruh proses pembuatan. Saya melakukan koreksi pada gambar yang mengalami gangguan dengan mengatur ulang nilai “Level” agar seragam dengan frame lainnya.

Setelah seluruh frame yang ada dirasa telah sesuai dan secara kualitas seragam, maka proses penggabungkan dapat dilakukan. Waktu penggambungan tergantung dari ukuran foto yang dibuat dan kemampuan komputer yang digunakan. Normalnya dengan ukuran foto 10 Megapixels dengan 120 frame akan memakan waktu sekitar 10 menit.

Setelah foto berhasil digabungkan, maka akan muncul gambar Startrail. Anda dapat menggunakan image editor untuk membuat gambar lebih dramatis lagi.

Selamat mencoba

Pukul 23:00 WIB berawan dan arah ke Selatan dari teras rumah

—————————————————-

Aplikasi Startrail dapat didapatkan disini

s35

Jadual Commuter Line Gapeka 2013

0

Seperti biasa, PTKA selalu memperbaharui jadual perjalanan kereta api setiap tahunnya. Gapeka atau Grafik Perjalanan Kereta Api, biasanya diupdate pada bulan April. Tahun ini disebut dengan Gapeka 2013.

Dengan perubahan Gapeka ini, tentu saja mempengaruhi pola perjalanan penumpang kereta api, tidak terkecuali penumpang KRL Commuter Line.

Seperti biasa, saya memilih stasiun keberangkatan Depok (DP) dengan tujuan akhir Stasiun Manggarai (MRI), Stasiun Cikin (CKI), Gondangdia (GDD) atau Sudirman (SUD).

Berikut adalah jadual Commuter Line yang biasa saya tumpangi untuk perjalanan ke Jakarta.

PAGIPemberangkatan Depok Tujuan Jakarta Kota
No KA Depok MRI CKI GDD
453 06:56 07:33 07:37 07:40
459 07:20 07:57 08:01 08:04
463 07:44 08:21 08:25 08:28
467 08:02 08:39 08:43 08:46
471 08:19 08:56 09:00 09:03
475 08:38 09:15 09:19 09:22
PAGIPemberangkatan Bogor Singgah di Depok Tujuan Jakarta Kota
No KA Depok MRI CKI GDD
451 06:44 07:22 07:26 07:29
455 07:01 07:38 07:42 07:45
457 07:15 07:52 07:56 07:59
461 07:32 08:09 08:13 08:16
465 07:51 08:28 08:32 08:35
469 08:07 08:44 08:48 08:51
473 08:32 09:09 09:13 09:16
477 08:50 09:30 09:34 09:37
479 08:56 09:33 09:37 09:40
483 09:13 09:50 09:54 09:57
489 09:45 10:22 10:26 10:29
PAGIPemberangkatan Depok Tujuan Tanah Abang
No KA Depok MRI SUD THB
*837 06:27 07:04 07:09 07:17
*845 06:51 07:30 07:35 07:43
*853 07:25 08:02 08:07 08:15
*861 07:58 08:35 08:40 08:48
*865 08:14 08:51 08:56 09:04
877 09:01 09:38 09:43 09:51
881 09:19 09:57 10:02 10:10
889 09:52 10:29 10:34 10:42
897 10:30 11:09 11:14 11:22
SIANGDari Depok Tujuan Jakarta Kota
No KA Depok MRI GDD JAKK
*501 10:44 11:21 11:28 11:40
505 11:00 11:37 11:44 11:56
*507 11:12 11:49 11:56 12:08
*509 11:19 11:56 12:03 12:15
*515 11:50 12:27 12:34 12:46
*519 12:07 12:46 12:53 13:05
*521 12:14 12:51 12:58 13:05
*527 12:43 13:20 13:27 13:39
529 12:55 13:32 13:39 13:51
537 13:24 14:01 15:08 14:20
*539 13:37 14:14 14:21 14:33
*541 13:51 14:28 14:35 14:47
545 14:18 14:55 15:03 15:14
551 14:42 15:19 15:23 15:38
555 15:01 15:38 15:45 15:57
573 16:41 17:18 17:25 17:37
*: Commuter Line berangkat dari Bogor

Dan berikut ini adalah jadual perjalanan saya dari Jakarta ke Depok di sore hari

SOREPemberangkatan Jakarta Kota Tujuan Bogor
No KA JAKK GDD MRI Depok
574 17:46 17:59 18:07 18:44
*576 17:57 18:10 18:17 18:53
578 18:02 18:15 18:22 18:59
580 18:14 18:27 18:34 19:11
*582 18:21 18:34 18:41 19:17
584 18:34 18:47 18:54 19:31
586 18:48 19:01 19:08 19:45
588 18:55 19:08 19:15 19:52
590 19:08 19:21 19:28 20:05
592 19:12 19:25 19:33 20:10
594 19:31 19:44 19:51 20:28
596 19:43 19:56 20:03 20:40
602 20:16 20:29 20:36 21:13
604 20:23 20:36 20:43 21:20
608 20:42 20:55 21:02 21:39
612 20:58 21:11 21:18 21:55
614 21:11 21:24 21:31 22:08
SOREPemberangkatan Tanah Abang Tujuan Bogor
No KA THB SUD MRI Depok
948 16:28 16:34 16:41 17:18
956 17:03 17:09 17:16 17:53
964 17:42 17:48 17:55 18:32
972 18:15 18:21 18:28 19:05
980 18:48 18:54 19:01 19:38
984 19:08 19:14 19:21 19:58
988 19:27 19:33 19:40 20:17
996 20:04 20:10 20:17 20:54
*: Commuter Line hanya sampai Depok
sony-bravia-40ex43b

Sony BRAVIA™ 40 EX43 LED

0

Biasanya jika kami jalan-jalan di Mall, saya selalu menyempatkan diri untuk masuk ke toko elektronik. Sepertinya gak bosan-bosan berkeliaran di tempat tersebut sambil bertanya tentang spesifikasi atau sekedar membanding-bandingkan harga dan tentu saja discount yang diberikan oleh setiap pemegang merek.

Sampai suatu waktu, anak-anak protes dengan keras, karena saya hanya lihat-lihat dowang dan gak pernah beli sesuatu dari toko elektronik.
Saya hanya tertawa saja saat itu dan mengajak mereka keluar.

Saat hendak keluar, saya sempat tertegun dengan sebuah televisi layar datar dan harga yang terpampang dibawahnya juga cukup murah. Setelah tanya-tanya, televisi merek Jepang berukuran 39 Inchi tersebut ternyata hanya mensupport HD 720p saja, pantas saja murah pikir saya.

Dia menawarkan televisi dari booth sebelahnya, masih merek Jepang. Memiliki ukuran 40 Inchi, Full HD 1080p dan berhadiah satu unit mini compo. Sebuah tawaran yang menarik untuk sebuah televisi layar datar. Saya mulai menimbang-nimbang untuk membeli unit yang ditawarkan ini.

Saat sedang berpikir, saya coba untuk mencari jenis yang sepandan. Saya coba untuk melihat booth Sony, dan mereka menawarkan type yang sepandan, yaitu Sony Bravia™ 40 EX-43 LED.

Kesan saya melihat jenis ini adalah tampilannya yang sederhana dan dengan pinggiran yang tipis membuat kesannya ringan (light). Memiliki 2 input HDMI, 1 Composite, 1 Component/Composite dan VGA serta sebuah USB port di sisi kanan layar selain tentu saja Antena port. Bagi saya ini sudah cukup karena saya menggunakan dua buah DTH Satellite, sebuah Multimedia Player dan sebuah PC.

Harga yang ditawarkan masih cukup reasonable tetapi tanpa diberikan bonus seperti merek lainnya, sayang sekali.

Installasi

Unit yang saya beli ternyata juga tidak terlalu berat, kurang dari 10 kilogram menurut saya bobotnya. Installasi untuk ditempatkan diatas meja juga mudah tanpa harus memasang baut atau sekrup, karena dudukannya (pedestal) dapat menjepit dengan aman unit televisi.
Pertama kali saya memasang output composite dari DTH ke input yang tersedia. Sayang sekali saya harus mengorbankan fungsi component input yang terintegrasi dengan composite input kedua. Tetapi sekali lagi, saya tidak memiliki perangkat dengan output component.
Berikutnya adalah memasang Media Player melalui koneksi HDMI. Dan tidak lebih dari 15 menit sejak membuka doos, saya sudah dapat menikmati siaran televisi dan menonton film di TV baru.

Fungsi menarik dari type ini adalah Foto Frame Mode, dimana saya dapat menikmati foto-foto yang berada di hardisk / USB-Stick yang langsung ditancapkan ke televisi. Memutar musik dari koleksi MP3 juga berjalan dengan baik, jika bosan dengan koleksi MP3, dapat juga mendengarkan siaran radio FM, karena unit ini telah dilengkapi dengan build-in FM Tunner.
Sony Bravia™ 40 EX-43 LED juga memiliki kemampuan untuk memutar film, sayangnya tidak mendukung semua format yang ada. Berikut ini adalah spesifikasi multimedianya.

Extention Container Video Codec Audio Codec
.avi AVI XvID, MPEG-1, MPEG-2 MP, H.264 BP/MP/HP, MPEG-4 SP/ASP PCM/MPEG-1 Layer-1, 2/MP3/AAC-LC, PS, SBR/Dolby Digital (2ch)/WMA v8
 .wmf, .asf  ASF WMV v9, XvID, MPEG-4 SP/ASP, VC-1 MP3/WMA v8
.mp4, .mov, .3gp MP4 H.264 BP/MP/HP, MPEG-4 SP/ASP, H.264, Motion JPEG MPEG-1 Layer-1, 2/MP3/AAC-LC, PS, SBR
.mkv  MKV H.264 BP/MP/HP, MPEG-4 SP/ASP, WMV v9, VC-1 PCM/MPEG-1 Layer-1, 2/MP3/AAC-LC, PS, SBR/Dolby Digital (2ch)/WMA v8
 .mpg, .mpeg PS MPEG-1, MPEG-2 MP MPEG-1 Layer-1, 2/MP3/Dolby Digital (2ch)
 .ts, .mts, .m2ts TS MPEG-2 MP, VC-1, H.264 BP/MP/HP MPEG-1 Layer-1, 2/MP3/AAC-LC, PS, SBR

Beberapa koleksi video file saya dengan format suara lebih dari dua channel tidak dapat dinikmati karena suaranya benar-benar tidak keluar.

Kebetulan ruang menonton televisi memiliki jendela yang cukup besar, type ini ternyata memiliki Anti Glare Screen Survace sehingga tayangan televisi atau movie dapat dinikmati tanpa harus menutup gordyn jendela. Saya rasa, ini adalah salah satu point terpenting saat memutuskan untuk membeli sebuah televisi.

Kekurangan

Dibalik semua kemampuan yang menurut saya sudah cukup mumpuni, Sony Bravia™ 40 EX-43 LED ternyata tidak memiliki kemampuan Sound System yang baik, bahkan menurut say suara yang dihasilkan cempreng dan biasa saja. Sepertinya mesti memiliki perangkat audio tambahan agar menjadi lebih baik.

Sony BRAVIA™ 40 EX43 LED

Sony BRAVIA™ 40 EX43 LED

Specification

Screen Size : 40 Inchi / 102 cm, 16:9
Color System : NTSC 3.58, NTSC 4.43, PAL, SECAM
Video Signal : 480/60i, 480/60p, 576/50i, 576/50p, 720/50p, 720/60p, 1080/50i, 1080/60i, 1080/24p (HDMI™ only), 1080/50p (HDMI™ / Component), 1080/60p (HDMI™ / Component)
Display Resolution : Full HD 1080p
Video Processing : BRAVIA Engine 3™ Technology
Backlight Module : Direct LED
24p True Cinema™ : Yes
Viewing Angle : 178° (Right/Left), 178° (Up/Down)
Picture Mode : Vivid / Standard / Custom/ Cinema / Photo / Sports / Game / Graphics
CineMotion/Film Mode/Cinema Drive : Yes
Bass Booster : Yes
Dolby® : Dolby® Digital
Surround Mode : Cinema/ Music/ Sports/ Game
Stereo System : NICAM/A2
HDMI™ / Audio In : 2 di belakang
USB 2.0 : Samping Kanan
Composite Video Input(s) : 2 (1 Hybrid w/Component) dibelakang
Component Video (Y/Pb/Pr) Input(s) : 1 (Hybrid w/Composite) dibelakang
RF Connection Input : 1 dibelakang
HD15 PC Input / Audio : 1 dibelakang
Analog Audio Input : 1 Hybrid w/PC dibelakang
Audio Out : 1 Hybrid w HP dibelakang
Headphone Out : 1 Hybrid w Audio out dibelakang
Power : AC 110-240V, 50/60Hz, 82 Watts
Infracom

Project Farewell

0

Dear Friends and Partners,

 
This letter is to thanks to all my friends and partners for any support and kind coordination to help me working for Infracom Groups. I would like to share to you all that today is my last day serving in Infracom Groups and I have to chase my other dreams.
I am delighted to tell all of you that I have enjoyed every moment working with all of you. Without all of your support I wouldn’t have been at this position. It’s been more than five years journey for me in this company as a startup.
Once again thank you all of you and will miss the time we spent together working in this organization. You all feel free to contact me at hedwigus@hedwigus.com
Thanking you all
Your truly,
Hedwigus Windarto DA
Google

Main-main dengan Google Adsense

0
Google

Google

Jika banyak orang yang mengatakan bahwa mencari uang di internet melalui iklan yang tayang di blog adalah mudah, lebih baik dipikirkan kembali. Saya memiliki Blog dan Web Forum yang hampir disetiap halamannya menayangkan iklan dari Google Adsense, dan ternyata hasilnya tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya.

Setiap teknik SEO telah saya lakukan (tentu saja SEO yang wajar agar tidak menyesatkan orang yang ingin mencari informasi melalui search engine) dan peningkatan tidak seperti yang diharapkan.
Saya akhirnya menetapkan untuk mengelola komunitas dengan sebuah web forum dengan harapan dapat meningkatkan penghasilan melalui Google Adsense.
Apabila dilihat, memang ada pertumbuhan. Tetapi apabila dibandingkan dengan effort yang saya lakukan, pertumbuhan penghasilan di Google Adsense masih sangat kecil dan tidak akan masuk kedalam skala komersial. Begitulah yang saya rasakan.

Tetapi namun begitu, saya tetap mendapatkan penghasilan dari Google Adsense dan saya anggap saja sebagai uang saku. Karena biar bagaimanapun hasilnya akan lebih kecil dibanding jika saya bekerja sebagai pagawai di kantoran.

Hari ini, saya coba menguangkan pendapatan saya dari Google Adsense yang dikirim ke saya melalui jaringan Western Union. Saya pilih Western Union karena kemudahan menguangkan di banyak merchant (Indomaret, Alfamart, Kantor Pos, Bank dan outlet resmi Western Union di banyak lokasi).

Karena Google adalah perusahaan internet, maka tentu saja Payment Statement yang dikirimkan ke saya akan muncul di halaman web Google Adsense. Yang harus saya lakukan adalah mencetak halaman tersebut untuk dasar informasi.

 

googlewesternunion

 

Hari ini saya pilih Bank Danamon, karena saya lebih memilih menghadapi mbak-mbak CS yang cantik daripada kasir-kasir yang butek :) .
Pertama tentu saja mengambil nomor antrian sambil mengisi Formulir Pengambilan Uang Western Union. Berikutnya dipandu oleh mbak-mbak CS yang cantik tadi, saya melengkapi formulir dan dokumen lainnya. Oh iya, jangan lupa membawa KTP Asli yang alamatnya sama persis dengan yang tertulis di Payment Statement. Jika informasinya beda, pasti akan sukar meneruskan proses pengambilan uang.

Setelah proses pelengkapan formulir selesai, saya diarahkan ke Teller untuk mencairkan uang saya. Dengan Western Union saya tidak dikenakan biaya apapun. Tetapi yang perlu diingat, bahwa nilai tukar Rupiah – Dollar AS yang digunakan adalah standart Western Union yang biasanya lebih murah :( .
Hari ini saya diberikan kurs 1 USD setara dengan Rp. 9.478,56 .. Lumayan lah daripada tidak dapat sama sekali.

Jika dilihat, angkanya tentu saja kecil, jika dibandingkan gaji seorang pegawai kantoran bahkan PNS.

Kesimpulan, menurut saya lho.

Dari sini saya dapat memberikan kesimpulan, bahwa mencari uang di internet melalui iklan-iklan jangan dijadikan tujuan utama. Iklan hanya sebagai uang saku saja. Sementara bisnis sesungguhnya ada di internet itu sendiri dengan memanfaatkan jaringan yang sangat luas, bangunlah industri internet anda sendiri.

Hard Disk

Warna Hardisk

0

Hard DiskHari ini kebetulan saya berkesempatan pergi ke Mangga Dua untuk membeli hardisk. Media player saya yang dilengkapi hardisk 500 GBytes ternyata sudah cukup sesak dijejali dengan files film-film HD.

Di toko computer, ternyata saya tidak hanya ditanya mengenai kapasitas hardisk, tetapi ditanya juga warna hardisk yang saya inginkan. Kaget juga saat ditanya warna hardisk, awalnya saya pikir saya ditawarkan warna cashing hardisk yang saya inginkan.
Saya sampaikan ke si penjual, bahwa saya mencari hardisk internal dan tidak perduli dengan warnanya, karena toh berada didalam computer cashing.

Ternyata eh ternyata, warna hardisk disini adalah menunjukan jenis performance hardisk. Dan bukan warna cashing ternyata.

Arti warna untuk hardisk internal:

1. Biru (Blue): Low Performance

Jenis hardisk ini digunakan untuk komputer desktop untuk penggunaan biasa (normal) sehari-hari.

2. Hijau (Green): Low Performance

Sebenarnya jenis ini sama dengan jenis hardisk yang berkode warna biru, hanya lebih ditambah embel-embel eco friendly :) .

3. Merah (Red): Medium Performance

Hardiks berkode warna ini didesain untuk penggunaan sebagai NAS (Network Attached Storage)

3. Hitam (Black): High Performance

Sesuai dengan keterangannya, jenis hardisk ini memiliki performance yang lebih baik dibanding yang berkode Biru dan Hijau. Biasanya digunakan untuk laptop atau untuk high-perfomance desktop (untuk desain grafis misalnya)

Untuk harga, warna hijau adalah yang termurah dan warna hitam adalah yang termahal. Untuk garansi, wana hijau dan biru biasanya digaransi 2 tahun, sementara warna hitam digaransi selama 5 tahun.

Hari ini, saya memilih hardisk 2TBytes Green untuk menyimpan koleksi files film karena murah.

Excel Countdown

Microsoft Excel Animation

0

Proses membuat animasi dengan Microsoft Excel dengan metode stop motion

Excel Countdown

Excel Countdown

 

Excel Countdown

Excel Countdown

vertigo

Vertigo Saat Tiduran

1

Bangun pagi-pagi biasanya badan segar bugar dan siap-siap gowes 25km seputaran depok, tetapi pagi ini koq sepertinya ruangan kamar berputar-putar gak abis-abis dan perut langsung mual seperti jika kelamaan naik buskota atau mual saat berada di kapal laut.
Sepertinya ini vertigo entah benar atau salah, yang jelas rasanya pusing berkeliling-keliling.

Segera berusa untuk duduk dan berlahan dunia yang berputar mulai berangsur normal kembali. Segera mengambil jaket dan siap-siap untuk gowes. Selama gowes, tidak ada rasa pusing yang timbul. Mungkin saja gangguan itu muncul karena perutku belum cukup diisi, sementara diagnosa pribadiku saat itu.

Malam harinya.

Setelah seharian berjalan-jalan di Jakarta, waktunya untuk mandi, gosok gigi dan tidur. Saat badan saya rebahkan di tempat tidur, tiba-tiba dunia kembali berputar dan pusing serta mual mulai menyerang.
Aneh banget, seharian tidak merasakan pusing berputar, tetapi saat ingin tidur malah pusing seperti ini.

Ngobatin

Baiklah, ini artinya gak perlu diagnosa amatiran ala saya, tetapi mesti datang ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Singkatnya di rumah sakit data lemak dalam darah saya masih normal walaupun LDL saya dapat rapot merah karena mendapat point 165 dari seharusnya 130. Tekanan darah juga normal menurut sang dokter dan tidak ada menunjukan gejala tekanan darah tinggi. Akhirnya saya harus dirujuk ke dokter THT karena kemungkinan adalah gangguan system keseimbangan di dalam telinga.

Dokter THT juga tidak menemukan gejala serius yang ada. Dan hanya disarankan untuk merubah gaya tidur. Saya sempat tersenyum karena gaya tidur harus dirubah.

Selama ini saya sering tidur dengan menghadap ke arah kiri, artinya telinga kiri saya selalu menempel di bantal dan ini sering terjadi sepanjang malam. Menurut sang dokter, organ keseimbangan di dalam telinga itu berisi cairan dan sensor yang mengirimkan data ke jaringan otak kita untuk menentukan orientasi. Sebuah system yang canggih yang diciptakan oleh Tuhan.
Saat kita tidur dan selalu mengadap ke satu arah saja, maka system tersebut akan terganggu, yaitu dengan rasa berputar di kepala karena si system berusaha melakukan adjustment.

Sejak saat itu, saya coba untuk tidur terlentang dan menghadap ke kanan serta mengurangi menghadap ke kiri. Dan voila tanpa obat, bangun pagi saya kembali normal tanpa melihat langit-langit kamar berputar-putar.

 

Gambar milik wikipedia

 

Kebetulan vertigo saya diakibatkan karena hal yang sepele. Banyak penyakit serius yang dimulai dari gejala vertigo. Lebih baik datang ke dokter atau ahli lainnya untuk mendapatkan informasi dan perawatan dengan benar. Dan jangan lupa untuk tetap rajin berolah raga.

Cholesterol

Gangguan Kolesterol dan Olah Raga

1

Sebulan yang lalu saat sedang berjalan kaki dari kawasan Sabang ke Stasion Gondangdia, tiba-tiba badan saya terasa lemah. Jika biasanya saya dapat dengan mudah menaiki tangga stasiun kereta api, malam itu rasanya berat sekali. Padahal seperti biasa, backpack saya hanya berisi laptop tua saja tidak ada yang lain.

Singkatnya saya segera memeriksakan diri ke rumah sakit di Depok. Hasil EKG menunjukan kondisi yang normal dan dokter meminta saya untuk segera melakukan check laboratorium.
Check darah dilakukan dua hari kemudian, karena saya harus puasa dulu selama 12 jam sebelum pengambilan sample darah. Hasil check lab menunjukan semua fungsi organ dalam kondisi normal, kecuali kolesterol saya yang muncul dengan font berwarna merah.

Cholesterol Total : 207 mg/dl
LDL Cholesterol : 150 mg/dl
HDL Cholesterol : 24 mg/dl
Triglise

rida : 181 mg/dl

 

Saya banyak mendengar orang yang memiliki Kolesterol diatas 250 mg/dl dan tidak merasakan apa-apa. Saya pun bersyukur sudah diberikan warning sebelum nilainya jauh membumbung.
Yang menjadi perhatian adalah index HDL Cholesterol saya yang hanya 24. Karena ini adalah kolesterol baik yang menjadi sapu jagat dari kolesterol jahat (LDL) yang mengendap di pembuluh darah.

Dokter menawarkan dua opsi kepada saya, yaitu mengkonsumsi obat-obatan atau melakukan diet dan menambah porsi olah raga. Tentu saja saya memilih opsi diet dan olah raga daripada mengkonsumsi obat-obatan. Dan oleh dokter, saya diberi waktu 30 hari untuk menjalankan opsi saya, dan apabila setelah 30 hari hasilnya tidak memuaskan, maka saya harus mengkonsumsi obat-obatan.

Diet

Melakukan diet ternyata tidaklah mudah dan murah. Saya mulai mengkonsumsi buah-buahan sebagai pengganti makanan. 7 hari pertama saya menghindari nasi putih dan daging. Saya hanya makan oat-meal dan buah. Berat sekali memang, apabila sebelumnya saya selalu memakan apa yang saya mau, kali ini saya hanya dapat melihat warung-warung itu saja.

Saya juga mulai memperbanyak porsi jogging, yang biasanya hanya rata-rata lari 1km, kali ini saya harus memenuhi target 4000 meters dalam 32 menit. Jelas sekai ini bukan sesuatu yang mudah dan sayapun tidak pernah mencapai target yang ada. Rata-rata waktu tempuh saya adalah 45 menit.
Karena ada gangguan pada kaki saya akibat cedera bermain bola basket, saya mengganti jogging dengan bersepeda sejauh 15 km setiap pagi (ini jarak yang tercatat di GPS). Dan rata-rata waktu tempuhnya adalah 50 menit.

Ada teman yang memberitahu, bahwa bersepeda static selama 46 menit akan membakar 400 Kalori

Kegiatan ini walaupun sangat berat dijalankan di awalnya, tetapi kelamaan saya dapat juga menikmatinya. Sekarang saya bangun jam 05:00 pagi dan pergi menggowes mulai 05:15 dengan target 15km.

Jam segitu kadang udara masih cukup dingin, tetapi masih jarang bertemu dengan sepeda motor dan mobil. Jadi mudah-mudahan udaranya juga masih cukup bersih.

 

Sebulan Kemudian

Setelah tepat 30 hari setelah test laboratorium saya yang terakhir, akhirnya saya harus melakukannya lagi untuk melihat hasil dari daya dan usaha saya selama sebulan ini.

Seperti sebelumnya, saya harus puasa selama 12 jam sebelum sample darah saya diambil dan hasilnya adalah

Cholesterol Total : 167 mg/dl
LDL Cholesterol : 114 mg/dl
HDL Cholesterol : 35 mg/dl
Trigliserida : 84 mg/dl

Ternyata hasil saya sebulan ini cukup membuahkan hasil. Tetapi proses belum berhenti sampai disini. Olahraga teratur dan pola makan yang sehat harus tetap dijaga. Saya menjadikan ini sebagai gaya hidup saya.

HDL saya masih tergolong rendah dan olah raga teratur adalah salah satu cara yang murah untuk memperbaiki HDL.

Mudah-mudahan diberikan kesehatan untuk semua.

 

————————————————
note

Total kolesterol index harus berada dibawah angka 200. Jangan melebihi angka 240 karena sangat buruk.
LDL index harus berada dibawah angka 130 dan jangan melebihi angka 160. Untuk pasien Kardio Vaskuler kurangi dengan 30 point.
HDL index harus berada diatas angka 45 dan jangan kurang dari angka 35 karena resiko serangan jantung akan lebih besar.
Trigliserida index harus berada dibawah angka 200 dan jangan lebih dari angka 250. Untuk pasien Kardio Vaskuler kurangi dengan 50 point.

HDL: High-density lipoprotein (Kolesterol Baik)
LDL: Low-density lipoprotein (Kolesterol Jahat)

Go to Top